
Kyara baru saja terbangung dari tidur lelapnya. Samar-samar ia mengingat semalam ia tertidur di lantai saat menangis.
Namun kini ia sudah berada di ranjang empuk di kamarnya.
Ia pun langsung bangkit dari tidurnya, matanya melirik secarik kertas yang berada diatas laci.
"Jangan bermalas-malasan! Kalau kau terus tidur, kapan kastil ini menjadi bersih ?."
Cihhh...
Rupanya Kai yang menulis dan memindahkannya, mengapa ia menulis dengan kata-kata tak mengenakan begitu ?.
"Dasar lelaki aneh, marah namun memindahkanku kemari." Gumam Kyara.
Untuk sesaat Kyara hanya terdiam, biasanya saat baru bangun seperti ini, para pelayannya akan segera membantunya untuk mandi lalu berhias. Dan kedua pelayannya itu akan bertengkar soal pakaian dan perhiasaan apa yang akan dikenakan olehnya.
"Hufttt...sebelum bekerja, sebaiknya aku mandi lalu sarapan." Gumam Kyara.
Kyara pun langsung bergegas untuk mandi.
Sebenarnya Kai juga tak memperlakukannya dengan buruk, kamar yang ia tempati sangat bagus, pakaian yang dia kenakan pun juga bagus meskipun tak mewah.
Sedang untuk makan pun Kai akan membawakannya entah darimana, meskipun itu hanya buah-buahan, ataupun sesekali daging.
Selesai mandi dan mengenakan pakaian Kyara pun segera menuju ke dapur untuk menyantap beberapa buah.
"Sayang sekali dia tak membawakanku teh." Gerutu Kyara.
Dengan bantuan lilin yang ia bawa, Kyara pun berniat menemui Kai dikamarnya.
Namun begitu sampai, ia tak melihat keberadaan lelaki itu. Sudah cukup lama juga ia menunggu kedatangan Kai, namun lelaki itu tak juga muncul dihadapannya.
"Lebih baik aku bersih-bersih saja."
Kyara pun melangkahkan kakinya pergi keluar dari kamar Kai. Karena lelaki itu tak ada sekarang Kyara pun memutuskan untuk berjalan-jalan, ia juga menghidupkan beberapa lilin di setiap lorong yang ia lewati.
"Dia pikir aku ini kucing yang bisa melihat dalam kegelapan ?." Gerutu Kyara.
Kyara pun terus berkeliling di lantai 1 dan juga lantai 2 sampai pada akhirnya ia berhenti di depan sebuah kamar di lantai 2.
Pintu kamar ini terlihat lebih bersih dan terawat daripada pintu-pintu yang lain.
Seingatnya ia tak pernah membersihkan kamar ini, bahkan ia tak pernah melihat pintu ini sebelumnya.
"Apa karena sebelumnya sangat gelap jadi aku tak melihatnya ? Entahlah...lebih baik aku masuk saja." Gumam Kyara penasaran.
Kyara pun melangkahkan kakinya memasuki kamar itu.
Kesan pertama yang ia dapat adalah "gelap".
Hanya pintunya saja yang bersih, namun dalamnya tetap saja gelap seperti ruangan lain.
Namun kesannya itu langsung berubah begitu ia menghidupkan lilin lain.
Ternyata kamar ini bersih dan sangat rapi, bahkan kamar ini terlihat lebih hidup daripada kamar milik Kai.
Ada banyak buku yang tertata dengan rapi, karena ia sangat suka membaca, Kyara pun mengambil salah satu buku yang menarik perhatiannya.
Dari kualitas kertasnya, Kyara sudahlah memahami kalau buku ini sudah disimpan sangat lama.
Mata Kyara berbinar saat membaca halaman demi halaman dari buku tersebut.
Apa yang ada dalam buku itu sangatlah berbeda dengan apa yang ia baca saat di kekaisaran timur.
Kyara tahu hal itu, apapun yang diciptakan pasti atas dasar kebahagiaan. Namun yang ia tahu tempat ini diciptakan oleh dewa iblis, karena itulah ditempati oleh monster-monster jahat.
Dalam buku itu juga tertulis kalau vampire adalah ciptaan dari dewa Aelius. Di ciptakan pembatas antara kekaisaran utara dengan kekaisaran lain pun hanya untuk melindungi vampire dari pembantaian manusia.
Semua benar-benar berbeda dengan apa yang di tuliskan diluar.
Kyara pun mengambil dan membaca buku-buku lain. Rasa penasarannya saat ini sangatlah memuncak.
Banyak buku tentang kekaisaran utara yang ia baca selalu menyebutkan tentang dewa Aelius.
"Dewa Aelius adalah dewa iblis ??.." Gumam Kyara.
Sebenarnya dewa Aelius adalah dewa yang disembah ditempatnya berasal, dia adalah dewa yang melindungi kekaisaran timur. Dan keluarganya adalah pengikut setia ajarannya.
Namun bagaimana bisa dewa ini menjadi dewa pelindung dan pencipta kekaisaran utara ? Mana mungkin dewa yang suci itu menjadi orang tua dari para monster.
Selama ini yang ia tahu adalah seorang dewa hanyalah melindungi dan merangkul yang baik saja. Monster, penyihir, iblis atau apapun itu harus dihancurkan.
Namun di buku ini dikatakan yang berbeda, semua adalah sama, hanya yang benar-benar jahat dan tak mau berubah sajalah yang boleh dihancurkan.
Kyara nampak kebingungan sekali, manakah cerita yang benar ?.
Kalau buku ini yang benar, maka semua kekaisaran melakukan hal keji terhadap kekaisaran utara.
Namun kalau buku ini salah, seharusnya buku ini tak terlihat sangat meyakinkan.
Kyara pun berpikir dalam-dalam. Padahal ia sangat suka membaca buku, namun baru kali ini ia membaca buku menjadi sangat pusing.
"Arghhh....entahlah mana yang benar!!." Teriak Kyara.
Kyara pun kembali membaca buku, dan entah sudah berapa lama waktu yang ia habiskan untuk membaca buku.
Dari yang awalnya tak percaya dan mengelak semuanya, kini Kyara tersenyum.
Dia pun menutup dan membereskan semua buku-buku yang ia baca. Setelah itu ia meletakan kembali buku-buku itu pada tempatnya.
"Aku tak tahu dengan pasti mana yang benar dan salah yang kudapat ini salah. Namun semoga saja kali ini jawabanku tak salah." Ucap Kyara.
Ya, Kyara memilih untuk percaya bahwa dewa Aelius adalah pencipta dan pelindung dari kekaisaran utara.
Dewa Aelius selalu mengajarkan untuk membantu dan menolong semua orang.
Dengan adanya buku-buku ini sudah pasti Kai adalah pengikut dewa Aelius yang taat, pasti anak itu akan segera melepaskannya.
Dan seharusnya Kai sudahlah tahu dari saat ia memberikan kalung. Dewa Aelius adalah dewa matahari dan yang menyembahnya pasti tahu maksud dari ukiran matahari di dalam kalung itu.
Sebenarnya ada sebuah rahasia umum milik keluarga Malvi.
Dari dulu leluhur keluarga Malvi adalah pengikut setia dewa Aelius. Di saat semua orang berpaling menyembah dewa iblis untuk mendapat kenikmatan instan namun sesaat.
Keluarga Malvi tetap setia dengan pilihannya, karena sangat senang dengan kesetiaan keluarga Malvi, dewa Aelius memberikan sebuah hadiah yang disampaikan melalui pendeta besar saat itu.
"Aku yakin kau akan mengabulkan doaku." Ucap Kyara dengan sangat senang.
Kyara pun pergi meninggalkan kamar itu dan langsung melakukan pekerjaannya sebelum Kai kembali ke kastil. Bahkan ia akan menyiapkan hidangan mewah untuk merayu Kai.
Saat ini Kyara benar-benar percaya diri bahwa semua harapannya tadi akan menjadi kenyataan.
Dengan harapan setinggi itu tanpa diketahui sebenarnya Kyara sudah melakukan kesalahan besar yang akan membuat Kai sangat marah.
Dan semua angan-angan kebebasannya akan menjadi sia-sia.