
Kai termangu, yang ia lihat saat ini bukan sekedar mimpi.
Wanita yang berbaring di ranjangnya ini seolah mati. Bibirnya yang merah pun kini menjadi pucat seperti mayat.
Ia benar-benar merasa sangat bersalah saat ini, seharusnya ia tak meninggalkan Kyara begitu lama.
Andai saja ia tak meninggalkannya pasti keadaannya tak akan seperti ini.
Kedua kelopak mata Kyara pun bergerak perlahan, ia akan segera sadar saat ini.
Pemandangan yang ia lihat begitu membuka mata adalah Kai yang nampak khawatir. Lelaki itu langsung bersemangat menanyakan keadaannya begitu bangun.
Greppp
Kyara langsung bangun dari posisi tidurnya dan memeluk Kai dengan erat, tangisnya tumpah dalam dekapan hangat Kai.
"Maafkan aku..." Ucap Kai lemah.
"Kau kemana saja ? Mengapa kau melanggar janjimu ? Kau bilang akan melindungiku, aku takut Kai, aku mau pulang." Rengeknya.
Hatinya terluka mendengar rintahan Kyara, gadis ini kembali terluka karena dirinya. Namun ia tak akan pernah bisa melepas gadis ini.
Yang ia inginkan adalah mengurung gadis ini dalam sangkar.
"Maafkan aku karena datang terlambat Kyara, namun sekarang kau sudah aman, ada aku disini." Ucap Kai.
Di tepuknya punggung gadis itu dengan pelan.
Kyara pun sadar kini ia sudah tak merasakan sakit lagi dipunggungnya. Bahkan luka-luka yang ia dapat karena vampire wanita itu juga sudah menghilang tanpa bekas.
Ingatan akan kejadian saat Kai bertarung dengan vampire wanita itu kembali muncul.
Ada banyak hal yang ingin ia ketahui saat ini.
Kyara pun mengelus pelan pipi Kai yang terasa dingin itu. Sedang Kai sendiri justru memejamkan matanya karena perlakuan Kyara.
"Pangeran Kai Xavier kenapa kau tak jujur padaku ?" Tanya Kyara.
Deggg
Akhirnya perempuan ini tahu juga siapa dia sebenarnya, ini pasti karena Isabella.
Orang yang telah merenggut nyawa ibunya, andai saja ia telat sedetik saja, pasti ia tak bisa melihat Kyara lagi.
Kai pun mengambil nampan yang berada di meja, ada semangkuk bubur dan daging yang berada diatasnya.
"Makanlah, aku akan menceritakan semuanya." Ucap Kai.
Kai pun menghirup nafas panjang, ia sedikit bingung harus memulai darimana.
Dia memanglah seorang pangeran pertama kekaisaran utara. Namun dia bukanlah pangeran yang dihormati ataupun disegani oleh rakyatnya. Terutama oleh para bangsawan. Dan itu semua karena Isabella.
Vampire wanita yang ingin menghisap darah Kyara. Dia adalah ibu tiri Kai, dia jugalah yang berkuasa di kekaisaran utara saat ini.
Hubungannya dengan Isabella tak baik dan tak akan pernah bisa baik.
"Dia ingin membunuhmu juga ?" Tanya Kyara.
Kai mengangguk mengiyakan.
Sebuah kerajaan hanya bisa dipimpin oleh satu penguasa, jika orang itu merasa posisinya terancam pasti ia akan melakukan apapun untuk menyingkirkan pengganggu itu.
Kai sendiri juga mengatakan kalau ia pun sebenarnya tak berniat menduduki tahta sama sekali.
Karena tahta itulah ia kehilangan kedua orang tuanya, jadi untuk apa ia menginginkan tahta yang telah merengguat dua orang terkasihnya.
Dendam ? Tentu saja dia punya dendam.
Namun untuk apa dia membalasnya ? Ia sendiri sudah melakukan banyak kesalahan, kalau ia tak berhasil membalas dendam, kedua orang tuanya pasti akan semakin kecewa lagi.
Lagipula ia juga tak punya pendukung yang cukup.
"Kalau begitu bukankah nyawa kita semakin dalam bahaya ? Kau telah menyakiti ratu Isabella karenaku Kai." Ucap Kyara gelisah.
Kai pun tersenyum sinis, "Bagaimanapun juga aku tetap seorang pangeran bukan ? Tak akan mudah membunuhku."
Kyara pun semakin gelisah, tentu saja Kai bisa berkata begitu, ia seorang pangeran vampire namun dia dibuang.
"Kau takut bukan ?" Tanya Kai.
Kai tersenyum kecut, ia tahu kalau Kyara meremehkannya. Kyara sendiri hanya terdiam.
Dia pun meletakkan mangkuk bubur yang sudah kosong. Kedua tangannya kini menggenggam tangan Kai.
"Ya, aku sangat takut Kai. Kau meninggalkanku, lalu kau tak bisa melindungiku dengan benar. Apa kontrak kita itu masih bisa berlaku kalau seperti ini ? Aku rasa tidak Kai." Ucap Kyara.
Kai pun menjadi semakin kesal mendengarnya.
Kai pun menunjukan taringnya dan menggigit pergelangan tangannya sendiri.
Kali ini Kyara merasakan sakit di pergelangan tangannya.
Ya, kini pergelangan tangannya terluka dan meninggalkan bekas gigitan.
Ia kebingungan, Kai lah yang menggigit pergelangan tangannya sendiri, namun keadaan tangannya baik-baik saja, dan ia yang terluka.
"K-kenapa bisa ?" Tanya Kyara penasaran.
Kyara tak suka dengan tatapan Kai saat ini, tatapan merendahkan dirinya yang tak tahu apapun.
"Itu adalah tanda bukti kontrak kita masih berlaku. Aku bisa saja memindahkan rasa sakit dan luka yang ku terima padamu karena ada kontrak diantara kita. Namun aku tak pernah melakukannya, karena aku tak selemah itu." Ucap Kai.
"Aku bukan majikan yang tak berperasaan Kyara." Lanjutnya lagi.
Kyara pun merasa kesal, bisa-bisanya Kai mengatakan kalau ia adalah orang yang berperasaan.
Dia telah membuat dirinya menjadi seorang pelayan vampire. Dan lelaki itu mengurungnya selama ini.
Namun tiba-tiba saja keduanya saling tersenyum dan tertawa kecil seolah tak terjadi hal mengerikan apapun.
Kyara sendiri seolah tak menyimpan dendam mendalam pada Kai yang telah membuatnya terluka saat berada di kastil seribu bunga.
"Seharusnya tak ada orang yang bisa keluar masuk sembarangan di kastil ku. Bagaimana bisa kau tertangkap oleh Isabella ?" Tanya Kai penasaran.
Kyara pun menceritakan semuanya pada Kai.
Kai sendiri terkejut karena tahu siapa yang telah membawa Kyara kehadapan Isabella.
"Selena." Ucap Kai.
"Kau mengenalnya dengan baik ?" Tanya Kyara.
Kai pun mengangguk, tentu saja dia mengenalnya.
Selena adalah orang yang mendukungnya, begitu juga dengan keluarganya. Ada sedikit keraguan dalam diri Kai saat mendengar cerita Kyara.
Tak mungkin Selena melakukan hal yang akan membuat dirinya terluka dan kecewa.
Kyara sendiri juga tahu akan gelagat Kai, memang sangat sulit mempercayai hal seperti itu.
"Mungkin saja kita salah orang. Nanti kalau kita bertemu dengan orang itu pasti aku akan langsung memberitahumu." Ucap Kyara menenangkan.
Kai pun mengangguk.
"Sebentar lagi kita akan kembali ke kastil, aku tak suka berada disini terlalu lama." Ucap Kai.
Tokk...tokk..tokk.
"Ini aku Kai, kita harus berbicara sekarang." Ucap seseorang diluar.
"Masuklah." Ucap Kai.
Mereka pada akhirnya bertemu lagi, nampak sekali tatapan kebencian yang ditujukan orang itu pada Kyara.
Kyara sendiri pun menggoyangkan tangan Kai yang tengah berdiri menyambut kedatangan wanita vampire itu.
"Ada apa ?" Tanya Kyara.
"Dialah orangnya." Ucap Kyara.
Mata Kai pun menatap tajam ke arah Selena. Selena sendiri paham apa yang dimaksud oleh Kyara barusan.
"Aku ingin bicara berdua." Ucap Selena.