
Semua vampire tengah memperhatikan manusia yang tengah diikat ditengah-tengah ruangan. Darah yang tercium dari tubuh wanita itu sangat menggoda bagi mereka.
Namun kini mereka berada di hadapan sang ratu, Isabella.
"Yang Mulia Ratu, dia pasti wanita yang memasuki hutan terlarang." Ucap salah seorang vampire.
Isabella pun menaikan salah satu alisnya, ia terlihat sangat tertarik saat ini. Ia teringat dengan hasil pencarian manusia itu.
Para binatang mengatakan tak pernah memangsa ataupun menyakitinya, namun dia dinyatakan mati dan menghilang.
Bahkan para vampire tak ada yang pernah menemukannya padahal ia memiliki darah semanis ini.
Tapi ternyata manusia yang sudah dinyatakan mati di tempatnya berasal itu kini masih hidup di kekaisaran utara.
"Bangunkan dia." Titah Isabella.
Salah seorang pelayannya pun menyiram seember air yang sudah disiapkan sebelumnya ke arah Kyara.
Darah yang tadinya sudah mengering, perlahan ikut larut dengan air yang jatuh dari tubuhnya.
Kyara yang terkejut akhirnya membuka matanya. Samar-samar ia melihat banyak orang yang tengah memperhatikannya.
Pada awalnya ia bingung mengapa ia diperhatikan seperti ini dan mengapa tubuhnya terikat. Setelah kesadarannya itu mulai kembali sepenuhnya.
Akhirnya ia mengingat semuanya dengan jelas, saat ia tengah membaca di kamar mendiang ibu Kai, tiba-tiba saja ada seorang vampire wanita yang entah datang darimana menyerangnya.
Dan kini ia mengetahui kalau orang-orang yang didepannya ini adalah vampire.
Mereka menatapnya dengan penuh kebencian, ia sangat ketakutan saat ini.
Dia sudahlah membayangkan sebentar lagi pasti darahnya akan dihisap tanpa sisa dan tubuhnya itu akan dicabik-cabik dengan kejamnya.
"Lihatlah manusia hina ini, dia berusaha menyelinap ke kediaman milik pangeran Kai. Dia bahkan juga berani menggunakan sihir pengubah penampilan agar mirip seperti mendiang ratu." Teriak salah seorang wanita.
Kyara tampak berpikir sejenak. Ia tak salah dengar bukan ?.
Pangeran Kai ? Jadi Kai adalah seorang pangeran vampire. Kalau ia orang yang punya status tinggi, seharusnya ia berada disini bukan ?.
Namun mengapa dia tak muncul dan menyelamatkannya ? Dan apa maksudnya ia menggunakan sihir pengubah penampilan agar mirip mendiang ratu ?.
Apa mendiang ratu itu ibu Kai ? Kalau begitu selama ini Kai memperlakukannya dengan baik karena ia berparas seperti ibunya.
Dan Kai marah soal makanan mungkin karena masakannya pun mirip seperti yang dibuat oleh mendiang ibunya.
Kini ia mulai mengerti.
"Karena wanita ini jugalah kita difitnah oleh kekaisaran timur. Manusia ini benar-benar kejam Yang Mulia Isabella." Ucap wanita yang berteriak tadi.
Kini pun Kyara mengenali siapa pemilik suara itu, ia adalah orang yang sama, orang yang menyakitinya di kastil Kai.
Kyara terlihat semakin ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.
Seorang vampire wanita lainnya terbang ke arahnya, dia mencengkram leher Kyara dengan kuat dan tertawa terbahak-bahak.
Lalu ia melepas cengkramannya itu dan mengelus lembut pipi Kyara yang kembali basah karena air matanya.
"Darahmu sangat manis."
"Namamu Kyara Agatha Malvi bukan ?" Tanya wanita itu.
Kyara pun hanya bisa mengangguk ketakutan, wanita itu kembali tertawa.
"Kau bangsawan dengan status tinggi. Seharusnya kau cantik, tapi kenapa kau justru menggunakan sihir agar memiliki tampang ini ?" Tanya wanita itu.
Tatapannya sangat tajam ketika menanyakan hal itu.
"Jawab aku manusia!" Teriaknya.
"A-aku tak pernah menggunakan si-sihir"
Plakkkk...
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi kanan Kyara, darah segar pun sampai mengalir dari sudut bibirnya.
Dia melepas ikatan Kyara dan menjambak rambut Kyara dengan sangat kuat.
"Dasar penyihir, beraninya kau menipuku!!!" Teriak Isabella.
Kyara hanya bisa berteriak ketakutan. Ia tak paham mengapa wanita itu terlihat sangat marah karena wajahnya.
"Katakan sihir apa yang kau gunakan ?!" Tanyanya lagi.
Isabella masih tak percaya, tak mungkin wajah mereka bisa semirip ini tanpa sebuah sihir.
Masa bodoh, sejak tadi ia sudah menahan hasratnya untuk menghisap darah Kyara.
Di tempat lain Kai yang sadar sudah meninggalkan Kyara terlalu lama pun segera kembali ke kastil dengan membawa beberapa buah-buahan.
Sayangnya saat ia kembali ia tak menemukan keberadaan Kyara sama sekali.
"Tak mungkin dia bisa keluar." Gumam Kai.
Kai pun menemukan lantai kamar ibunya sedikit hancur, Kyara tak mungkin bisa melakukan hal seperti ini dengan tubuh sehat, apalagi tubuhnya saat ini masih terluka, sudah jelas sekali ini bukan perbuatannya.
Kai pun dengan segera pergi ke istana kekaisaran utara. Ia sangat yakin ini pasti perbuatan Isabella.
Ia sangat takut saat ini, seolah-olah jantungnya yang mati itu kembali berdetak dengan kencang.
Begitu tiba di istana banyak sekali vampire berkumpul. Ia juga bisa mencium aroma darah milik Kyara.
Dengan matanya sendiri kini ia melihat Isabella sudah menunjukan kedua taring busuknya itu dan berniat untuk menghisap darah milik Kyara.
*Wushhh...
Brakkk*....
Kai melesat dengan celat dan melayangkan tinjuan pada Isabella. Tubuh Isabella pun terpental cukup jauh.
Seolah tak ingin memberi kesempatan, Kai langsung melayangkan sebuah pukulan lagi.
Bughhh...bughhh
Para pengikut setia Isabella pun berusaha menyingkirkan Kai dan melindungi ratu mereka.
Isabella sendiri juga tak bisa menghindari serangan itu. Sampai pada akhirnya Kai berhenti memukulinya karena teriakan dari Kyara.
"Kai." Teriak Kyara.
Kai pun langsung melepas cengkramannya dan menoleh ke arah Kyara.
Wanita itu berlinang air mata saat ini, Kai pun segera mendekat ke arahnya.
Di rengkuhnya tubuh Kyara dalam pelukannya dengan erat.
"K-kau kemana saja ?" Tanyanya sebelum kehilangan kesadaran.
"Maafkan aku Kyara." Bisik Kai lembut.
Pemandangan ini tentunya kembali membuat semua vampire terkejut.
"Kai apa kau akan menghisap darah manusia itu ?" Tanya Selena.
Kai pun menggeleng, ia tak akan melakukan hal itu.
Matanya kini kembali menatap tajam ke arah Isabella dan para penjilatnya itu, "Kalian semua akan kuhukum."
"Kau menjalin hubungan terlarang dengan manusia Kai ?" Tanya Isabella.
"Lalu kenapa ?" Tanya Kai balik.
Semua pun kembali terkejut mendengar jawaban Kai.
"Kai, kau memukul ratu Isabella karena ingin melindungi wanita itu ?" Tanya Selena tak percaya.
Para bangsawan pun semakin tak habis pikir dengan tingkah Kai, termasuk para bangsawan yang mendukungnya.
Awalnya mereka senang karena Kai berniat menyingkirkan Isabella, namun kini justru Kai mengatakan menjalin hubungan dengan manusia.
Ia tak terselamatkan.
"Pantas saja selama ini manusia hina itu tak pernah ditemukan keberadaannya. Ternyata kau menyembunyikannya di kastil seribu bunga. Kau semakin menambah dosamu Kai!!" Teriak Isabella.
Para vampire pun ikut menghina Kai karena ucapan Isabella itu.
"Dia benar-benar aib kekaisaran."
"*Bagaimana bisa dia menjalin hubungan dengan manusia hina* ?"
"Karena perbuatannya itu, kita dihina terus-menerus oleh para manusia."