
Jennie melajukan mobilnya kencang kearah pantai,tujuannya saat ini adalah pantai karena pantai tempat ia meredakan segala sesuatu yang mengganjal hatinya...
Dia telah Sampai ditempat tujuannya,dia kemudian turun dari mobilnya dan berlari kearah pantai
c
Pantai Xx adalah pantai yang biasa dikunjungi oleh orang orang,karena keindahannya..
Jennie kemudian duduk di pasir putih,memainkan pasir tersebut...
dia melemparkan batu batu yang tidak terlalu besar kearah laut,,,bagi Jennie melempar batu ke laut adalah hal yang harus dilakukan ketika sedang berkunjung ke pantai
Jennie kembali melempar batu yang agak besar ke arah laut...
"awhhhh" teriak orang itu kemudian menengadahkan kepalanya sambil mencari-cari orang yang meleparinya batu.
matanya kemudian tertuju pada gadis yang belakangan ini mengisi hatinya, pikiran Jennie kalut karena sudah melempar batu ke kepala orang,sesaat dia melupakan kejadiannya dengan dilan.
"mas maafkan saya,saya tidak sengaja"kata Jennie setengah berteriak, dia masih belum mengenali pria yang lupa memberikan es kelapanya
"hmm aku apakan anak ini, mengerjainya sepertinya asik"kata Bagas,ya orang itu adalah Bagas,dia tadinya sedang menyelam namun sebuah batu besar melesat ke arahnya, untung dia sigap menghindar,kalau tidak bisa dipastikan kepala nya cedera karena ulah Jennie
Bagas kemudian berjalan ke tepian pantai,dia kemudian menghampiri Jennie
"masih ingat denganku hm??" kata bagass
" Bagas?" kata Jennie sambil mengernyitkan dahinya
"ingatanmu ternyata Bagus juga"
"maafkan aku gas,tadi aku tidak sengaja aku tidak tau tadi ada dirimu yang menyelam" kata. Jennie menundukkan kepalanya
"hm tidak semudah itu kau meminta maaf" balas Bagas menahan tawanya saat melihat wajah Jennie yang kalut
"jadi apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkan ku " kata Jennie kemudian mengangkat kepalanya perlahan
"bagaimana kalau kau temani aku dinner nanti malam" ajak bagas
"t-tapi aku..." kata Jennie mencari alasan yang pas untuk menolak ajakan Bagas secara halus
"tapi apa?"
"papaku sangat galak,kalau kau mengajakku makan malam pasti nanti kau dimarahi papaku,dia sangat galak kalau ada laki laki yang mengajakku pergi keluar rumah" bohong jennie dia sengaja membuat nyali pria di depannya menciut Kemudian tak jadi mengajaknya keluar
"rumahmu yang kemarin itu kan, baiklah nanti aku akan kesana" tantang Bagas dengan tegas
"hm masa sih,tapi aku tetep mau kesana,ayo kamu katanya mau tanggung jawab"
"-ta-tapi"
"udah lah ayok" Bagas kemudian Menarik tangan Jennie
Jennie pun akhirnya pasrah diajak Bagas
"kebetulan tadi gua kesini naik becak jadi gua gak bawa mobil,gua numpang di mobil Lo ya Jen " kata Bagas saat sudah sampai di parkiran pantai
"ok no problem" balas Jennie sambil tersenyum
"tunggu bentar gua mau ganti baju dulu"
"iya jangan lama lama" kata jennie setengah berteriak agar didengar oleh Bagas
Jennie Kemudian berjalan kearah pedagang siomay pinggir pantai
"pak siomaynya 2 ya" kata jennie ke pedagang siomay pinggir pantai itu
"pedes gak neng?"
"iya pak"
Sambil menunggu pesanannya dia kemudian duduk disebuah meja.
sebenarnya yang dia takutkan ketika pulang dengan Bagas, dia takut dikira punya hubungan spesial dengan Bagas,nanti dia dituduh yang bukan bukan,dan yang Paling mengerikan adalah ketika dia bertemu dengan ibu nya dilan,saat sedang dengan Bagas,bisa bisa dia dilabrak habis habisan,dia tau bahwa ibu nya dilan tidak suka dengannya,saat sedang dirumahnya Jennie,ibu nya Dilan selalu meliriknya sinis.
"neng ini siomay nya,10 ribu ya neng"kata bapak penjual siomay membuyarkan lamunan Jennie
"eh iya pak" kata jennie Kemudian menyerahkan uang 50 ribuan
"kembaliannya diambil aja pak"kata Jennie sambil tersenyum
"eh makasi ya. neng, semoga rejekinya dilancarkan"
"iya pak saya pamit dulu ya"kata Jennie
Jennie kemudian berjalan kearah mobilnya diparkirkan
Heii Jennie....
namun langkahnya terhenti saat mendengar suara orang yang tidak asing baginya
dia Kemudian membalikkan badannya berharap bukan orang yang dia takuti menyapa nya....