
"Ih minggir minggir,ngawur aja ngomong nya"
kata Jennie kemudian mendorong tubuh dilan agar menjauh dari nya
"kalem neng" balas dilan
"ndasmu kalem" gumam Jennie
dilan menghabiskan waktunya dirumah jennie tepatnya dikamar jennie
"Jane berapa hari lagi kita nikah aku lupa" tanya dilan
"empat hari lagi"
"dan gua pastiin sehari sebelum acara nikah gua dimulai gua udah di Korea "
batin Jennie dengan senyum khas nya
"Jane jangan coba coba kabur ya,kalo kamu kabur aku pastiin kawinin kamu ditempat nanti Aku nemuin kamu" kata dilan
"ckk apa sih,siapa juga yang mau kabur" balas Jennie
saat sore menjelang tiba dilan berpamitan untuk pulang
"yaudah pulang aja sana" kata Jennie
dilan menganggukan kepalanya kemudian berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobilnya dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
*keesokan harinya*
Jennie sedang berada di supermarket dia ditugaskan mamanya untuk membeli sayur, sebagai persiapan istri yang baik
"Jennie" kata seorang pria blesteran menepuk pundak Jennie
"eh ayam kaget" kata Jennie kaget sambil membalikkan badannya
"loh kevin" kata Jennie kemudian menoyor kepala pria yang Jennie sebut Kevin
"dari mana aja,hadeh habis tamat SMA udah gak ada kabar" tanya jennie
"hehehe biasalah gua kan udah bilang kuliah di luar negeri, belanda" kata Kevin
jennie dan Kevin melanjutkan perbincangan mereka hingga bunyi ponsel menganggu pembicaraan kedua sehabat itu
"bentar Vin" kata Jennie
Kevin mengangguk kan kepalanya
Jennie berjalan menuju sudut super market
"apa sih di" teriak Jennie dengan orang diseberang telepon yang ternyata adalah dilan
"kamu dimana?" tanya dilan dari
"disupermarket"
"ngapain?"
"dangdutan" balas Jennie malas
"Jane aku nanya jawab nya yang bener dong" kata dilan mulai kesal
"ya kamu kira aku ngapain disuper market selain belanja, sinting deh ni orang" balas Jennie jengkel
"kamu disupermarket mana?" tanya dilan
"supermarket XX"
"oh tunggu aku sekarang kesana"
Jennie mematikan teleponnya sambil memutar bola matanya
dia kemudian berjalan kembali mendekati kevin
"iya gak apa apa" balas Kevin
Jennie kemudian melanjutkan pembicaraan nya dengan Kevin,mulai dari membicarakan tentang teman alumni mereka hingga nostalgia waktu SMA
pembicaraan mereka terhenti saat dilan tiba tiba datang dan menghampiri Jennie
"Jennie kamu ngapain disini" kata dilan tiba tiba kemudian mencium bibir Jennie sekilas
"dilan kamu ngapain disini" tanya Jennie gugup
"si dilan main nya nyosor mulu ngeri gua malah ada Kevin lagi haduhhh"
batin Jennie
"pulang yuk Jane " ajak dilan
"dia siapa kamu jane" tanya Kevin
"saya suaminya Jennie" kilat dilan
"eh" gumam Jennie
"bener jane?" tanya Kevin memastikan
"eh iya iya" kata Jennie tersenyum pahit
Jennie dan dilan kemudian berpamitan pada kevin
"kamu naik apa kesini" tanya dilan
"dianter papa" balas Jennie
"oh yaudah bareng aku aja" ajak dilan
Jennie menganggukan kepalanya
*dimobil*
"Jane aku gak suka ya kamu deket deket sama cowo itu" kata dilan saat sedang mengemudikan mobilnya
"apa sih dia temen gua wajar lah gua sapa dia,Lo juga boleh kok deket deket sama luna" kata Jennie siap memulai perdebatan
"Jane aku udah putus sama luna," kata dilan mulai naik darah
"alah bilangnya putus sama luna tapi masih peduli,ntar di telpon Luna aja mau"
"aku harus apa lagi biar kamu percaya sama aku,aku gak main main jane"
"bukti" jawab Jennie singkat
"bener mau bukti?" tanya dilan
Jennie menganggukan kepalanya
"ini kamu yang minta bukti yaa" kata dilan kemudian melajukan mobilnya dengan kencang
Jennie hanya memejamkan matanya siap menerima takdir....
Buat readers :
Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring
*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*
See U Next Time
Dukung Author Selalu Ya....
Byee :)