JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
Menyesal



Pagi hari dirumah keluarga Alex, seorang gadis cantik masih tertidur dengan lelapnya seperti seorang putri tidur.


"Jane"


"Jane"


"Jennie bangun Jane udah siang"


Dewi mengetuk pintu kamar anaknya yang masih tidur


Jennie yang mendengar teriakan ibunya, berangsur membuka pintu walaupun matanya masih berat


*ceklek*


"kenapa ma?" tanya Jennie sambil mengerjapkan matanya


"anak gadis,bangunnya kok jam segini,bangun cepet tadi ada Michael kesini nyariin kamu, terus mama bilang kamu masih tidur ya udah nanti katanya Michael mau kesini jemput kamu mau diajak keluar"


"Terus icel nya mana ma?" tanya Jennie


"udah pulang,mandi cepet habis itu sarapan mama mau keluar dulu ya, inget nanti sore icel mau kesini" kata Dewi


Jennie hanya mengangguk kan kepalanya,Dewi berlalu dari kamar Jennie, jennie kemudian menutup pintunya dan bergesas mandi.saat dia sudah selesai mandi dan merias diri didepan cermin dia teringat surat yang Bagas berikan,dalam hati dia sangat penasaran dengan surat itu,tak dapat dipungkiri kalau Jennie rindu dengan Bagas,pria yang Selalu mencairkan suasana,humoris,jail,dan penyabar,dia sangat sangat rindu akan hal itu.jennie tersenyum senyum sendiri seperti orang yang hilang akal.saat pertama bertemu dengan dilan,dia memang jatuh cinta pada dilan,namun hatinya lebih memilih Bagas pria hangat,yang mampu membuatnya nyaman.


Jennie membuka laci nya,mengambil surat dari Bagas,dan menghempaskan tubuhnya ke kasur


Hatinya DagDigDug tak karuan saat akan membuka surat dari Bagas.


dia melipat surat itu dan mulai membacanya


______________________________________________


From Your Beloved Bagas


To My Angel Jennie


Saat kamu membaca surat ini, mungkin aku udah pergi dari Indonesia...


Maaf Jen.....


seharusnya aku selalu ada disampingmu...


tapi percayalah ada hal yang sangat.... mendesakku untuk pergi...


jika nanti kita bertemu dan belum menemukan jodoh kita masing masing,aku akan langsung mempersuntingmu menjadikanmu ibu dari anakku...


namun bila nanti kita bertemu dengan status yang berbeda, mungkin jodoh kita hanya Sampai disitu....


walaupun pertemuan kita,hanya pertemuan singkat,dirimu selalu memberikan kesan nyaman dan hangat saat aku mengingat mu...


semoga kita bisa berjodoh kelak...


walaupun kita belum resmi menjadi sepasang kekasih, aku tau kau sudah nyaman saat berada di dekatku, begitupun aku,saat pertama bertemu denganmu aku mengclaim Jennie Alexxandra adalah milikku....


sekali lagi maaf dan terimakasih atas waktu mu sudah membaca tulisan tangan dariku...


Sekian...


-Bagas Belahan jiwamu


______________________________________________


jennie diam, jantungnya seakan berhenti saat membaca tulisan tangan dari Bagas, semenit diam,dia mulai meresapi setiap kalimat yang Bagas tulisakan.


Jennie menangis dalam diam,sambil membekap mulutnya agar tangisnya tidak pecah,bagi Jennie ini bahkan lebih sakit dibanding saat dilan bermesra mesraan. dengan Luna waktu itu,Jennie bahkan lupa meminta nomor telepon Bagas,dia juga tak tau kemana Bagas pergi.


hanya ada rasa penyesalan dalam dirinya.


Jennie memeluk surat itu sambil membayangkannya saat saatnya dengan bagas.saat dia ingin membaca surat itu untuk kedua kalinya dia membuka amplop kembali tersebut karena terdapat sedikit benjolan pada amplop tersebut, Jennie sedikit penasaran dan membukanya,dia ternganga sekaligus terkejut Bagas memberikannya sebuah kalung rose gold simple yang sangat pas untuk dipakai oleh Jennie,dia juga membuka surat yang dililit oleh kalung tersebut


______________________________________________


Udah Besar,Pakai Kalungnya Sendiri,Maaf aku Gak Bisa Makain Kalung kamu,Pakai Ya Jen,Sebagai Hadiah Perpisahan Dari bagas, Bagas Buat Itu Khusus Buat Jane.


______________________________________________


Jennie kembali menangis sambil menggenggam kalung dari Dia sungguh menyesal menyia-nyiakan pria baik seperti Bagas,dia bahkan selalu cuek terhadap Bagas, walaupun Mereka bertemu hanya dua kali,tak dapat dipungkiri Bagas sudah menjadi penghuni hatinya.kehangatan Bagas selalu menjadi ciri khas saat dia mengingat Bagas.


setelah jennie sudah bisa mengendalikan diri dia kemudian berjalan kearah cermin sambil menggenggam kalung dari bagas.dia kemudian memakai nya sambil tersenyum,matanya juga sembab,dia memakainya sendiri,karena memang mudah untuk dipakai.dia melihat pantulan dirinya di cermin sambil tersenyum berharap ada Bagas disini



"aku berjanji tidak akan pernah melepas kalung yang telah kau berikan,selagi aku bisa"


batin Jennie


jennie meliriknya jam ternyata masih jam 9 pagi dia kemudian mencuci wajahnya dan,dia memakai dress hitam selutut dan sepatu senada dengan dressnya.setelah dirasa cukup Jennie mengambil dompet dan tas mini brand terkenal, Jennie bergegas keluar dari kamarnya, turun dari tangga rumahnya Kemudian pergi ke garasi mobil, dia mendudukkannya bokongnya dikursi mobil kemudian bergegas pergi sambil menyetir dengan kecepatan tinggi.


Jennie turun dari mobilnya kemudian bergegas kekantor bandara, Jennie pergi ke bandara untuk melihat riwayat penerbangan Bagas,dia pun sebenarnya bimbang,namun dia menyakinkan hatinya,nanti bila saatnya tiba dia akan menyusul Bagas.



setelah sampai di kantornya dia bergegas kekantor riwayat penerbangan.dia menujukkan sebuah kartu yang berisi identitasnya.karena dia anak dari orang berpengaruh dikotanya Jennie dengan mudah diperbolehkan mencari riwayat penerbangan Bagas.saat ditanya siapa nama yang akan dicarinya dia sempat lupa dan berpikir sejenak.


"Namanya Bagas Abraham,mas"kata Jennie saat sudah mengingat nama Bagas.tak berapa lama petugas itu Kemudian membuka suaranya kembali


"jadwal penerbangannya kemarin sekitar jam satu malam, kemudian tujuan penerbangannya yaitu keSeoul Korea Selatan" kata petugas tersebut masih menatap kearah komputer,dia tak menyadari bulir bulir air mata keluar dari wajah jennie, Jennie menghapus air matanya dan bergesas pergi tak lupa dia mengucapkan terimakasih pada petugas tersebut.jennie duduk disebuah bangku bandara, pikirannya kosong, ingin sekali dia menyusul Bagas kekorea namun karena dia terikat dengan perjodohan sialan itu,apa boleh buat.lama dia termenung menatap kearah depan, hidupnya kembali tak berwarna lagi.tanpa disuruh bulir air mata yang tadi sudah ditahan kembali jatuh,dia kembali teringat tentang perjodohannya, dari segi manapun Jennie bisa melihat,kelak pernikahannya dengan dilan tak akan mulus dan lancar seperti yang orang orang pikirkan.


saat sedang termenung jennie tak menyadari seorang pria,duduk disebelahnya, Jennie kemudian mendongakkan kepalanya kearah pria tersebut, Jennie kembali menatap arah depan saat tau siapa pria itu,dia seakan acuh tak acuh terhadap dilan,ya pria itu Dilan,dia datang untuk menemui Jennie,ntah apa yang ada didalam pikiran dilan hanya tuhan author dan dilan yang tau.


"Lo, ngapain disini Jen, nangis lagi,habis nganterin orang ya?" tanya dilan sok akrab


"bukan urusan Lo"kata Jennie, dengan wajah sembabnya,Kemudian mengambil tasnya dan berdiri berjalan keluar bandara


"tumben si Jennie kayak gitu ke gua,biasanya juga ngejar ngejar gua" batin dilan


"Jen, tunggu jen"teriak dilan sambil mengejar Jennie


Jennie yang sudah sampai diparkiran tidak menghiraukan teriakan dilan,dia Kemudian melajukan mobilnya kencang sangat sangat kencang seperti pembalap.dilan sampai melongo tak percaya bahwa itu adalah Jennie,dia Kemudian membuntuti Jennie menggunakan smartphone nya,dia dapat melacak ponsel Jennie, sehingga mudah bagi dilan untuk menyusul Jennie, walaupun dilan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.dia juga sempat melihat kalung yang dipakai Jennie,setau dia itu adalah kalung keluaran brand dari Prancis dan kalung itu diperuntukkan untuk pasangan kekasih,namun dia segera menepis hal itu dan fokus mengejar Jennie.


Buat readers :


Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring


*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*


See U Next Time


Dukung Author Selalu Ya....


Byee


-_-|*_*(:......