
Jennie Sampai ditaman kota,dia keluar dari mobilnya, setelah mengambil parkir,dia melepas sepatu hitamnya dan menentengnya,tak lupa dia mengambil tas mini dengan brand mewah itu.dia berjalan perlahan sambil menikmati angin sepoi Sepoi,rambutnya juga ikut bergerak seolah mereka sedang menari dengan angin.
Jennie tak menyadari,kalau dilan mengikutinya.dia duduk dibangku taman kota,sambil melihat anak anak yang sedang bermain bola bersama dipadang rumput, emosinya kembali stabil,saat melihat anak anak itu tertawa dan tersenyum seperti tidak ada beban Dihati mereka.Sedangkan dilan yang melihat Jennie tersenyum ikut tersenyum.entah kenapa akhir-akhir ini dia sering memikirkan gadis itu walaupun ego nya lebih besar untuk mengakui bahwa dia jatuh cinta pada jennie.saat dia mengatakan pada Jennie kemarin untuk jangan menemuinya,dia merasa seperti ada rasa kehilangan saat Jennie benar benar mengacuhkannya,di satu sisi dia juga masih cinta dengan luna.kadang kalau mengingat 2 wanita itu secara bersamaan,dia seakan menjadi pria terbrengs*k. dilan duduk dibelakang bangku Jennie yang terhalang tumbuh tumbuhan.
jennie tersenyum senyum kadang tertawa saat melihat tingkah bocah bocah tersebut.selang beberapa menit sebuah bola mendarat tepat didepan kaki Jennie, Jennie yang menyadari sebuah bola menyentuh kakinya,dia kemudian melirik bocah bocah tersebut,mereka menunduk seakan mereka berbuat salah yang sangat besar, jennie tersenyum dan mengambil bola itu, dia melemparnya ke arah bocah bocah tersebut sambil mengacungkan jempolnya dan memberikan senyum termanis nya.bocah bocah itu kembali bermain setelah bola mereka dikembalikan oleh Jennie.
didalam pikirannya Jennie kembali berperang.
"aku susul Bagas gak ya, tapi nanti kalo nyusul Bagas,Aku gak tau mau kemana kalo nanti udah sampai dikorea,aku juga gak tau nomor telepon nya Bagas,kalo misalnya aku tanya sama petugas dibandara tadi,mereka tau gak ya nomor telepon nya Bagas,secara Bagas kan waktu mengurus paspor pasti ada nomor telepon nya" pikir Jennie
Saat sedang memikirkan bagaimana cara nya menyusul Bagas,dia mendengar suara berisik dari belakang, Jennie spontan menoleh, hatinya kembali berdenyut saat melihat Luna yang menggandeng tangan dilan dengan senyumannya, dia tersenyum getir,Jennie bukannya tidak suka dengan Luna,dalam pikirannya justru dia lah penyebab kandasnya hubungan dilan dan Luna suatu hari nanti. dilan menoleh pada Jennie,benar saja Jennie menatapnya dengan raut wajah kecewa,namun bila dia mengejar Jennie dan meninggalkan Luna,tentu dia tidak tega,tapi jika dia tetap bersama Luna,dia tau hati Jennie sakit hati melihatnya,dalam hati dia ingin meninju dirinya sendiri.
Jennie yang sadar ditatap oleh dilan mengalihkan pandangannya dan mengambil barang barangnya Kemudian bergesas berjalan dengan santai kearah anak kecil yang sedang bermain bola,disaat saat pikirannya kalut,dia kembali dibuat kecewa dengan sikap dilan yang egois,andai Bagas masih ada diindonesia dia juga pasti akan bermanja manja dengan bagas.
"Ahh sialan" Batin Jennie Kemudian duduk dibangku yang kosong.
sedangkan dilan hanya bisa diam menatap kepergian Jennie.jika saja tidak ada Luna yang menghampirinya tadi dia pasti akan menyusul Jennie dan mengajaknya jalan jalan.dia juga tadi sempat bingung sedang apa Jennie dibandara sambil menangis, dia sudah menyuruh orang untuk mencari tau apa yang Jennie lakukan dibandara.
"Byy aku mau permen kapas,boleh gak?" tanya Luna, tangannya masih bergelayut manja dilengan dilan.
"Eh iya iya,yuk kita beli" dilan sadar dari lamunannya
dilan dan Luna kemudian membeli permen kapas, Jennie pura pura tidak melihat mereka dan bersikap seolah acuh tak acuh. padahal dalam hatinya dia ingin menampar pipi Dilan.
saat sedang duduk melamun suara yang sangat asing namun pernah dia dengar menyapanya.
"Hai"
Jennie menolehkan kepalanya dan tatapannya berhenti pada sipemilik suara
"Ah sialan kenapa Luna harus menghampiriku sih,atau jangan jangan dia udah tau siapa aku"batin Jennie
"Oh,hai Luna,dan dilan" balas Jennie sambil menekan kata dilan
dilan yang hanya menundukkan kepalanya,dia sebenarnya sudah melarang Luna untuk menemui Jennie.tadi,Luna yang akan membeli permen kapas langkahnya terhenti dan kembali memincingkan matanya kembali memastikan bahwa orang yang sedang duduk dibangku taman itu adalah Jennie,dia meminta ijin pada dilan untuk menemui Jennie,awalnya dilan menolak,tapi karena Luna terus mendesaknya,dia hanya mengiyakan dan tak dapat dipungkiri hatinya merasa takut berhadapan kembali dengan Jennie.
",Kamu sama siapa kesini" tanya Luna
"sendiri"
Luna hanya ber oh ria
mereka Kemudian berbincang ringan,tidak bukan mereka tapi hanya Jennie dan Luna, perbincangan mereka terhenti tat kala Ponsel milik Luna berbunyi,Luna menekan tombol hijau diponselnya.
"Ok,aku Sekarang kesana ya Tante, tunggu Luna"
kata Luna dengan orang diseberang telepon
"Jennie,maaf ya Sampai disini dulu tanteku barusan telpon aku katanya aku ada jadwal pemeriksaan hari ini,nanti kalo kita ketemu lagi kita lanjutin ya" kata Luna dengan sambil tersenyum
"Iya gak apa apa lun"balas Jennie membalas senyuman luna
dilan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Luna kemudian berlari, kerah parkiran
dan sekarang hanya tersisa 2 orang yang sama sama menyedihkan
Jennie(....
dilan (....
saat Jennie akan berlalu dari hadapan Dilan, dilan menahannya dan menarik tangan Jennie, Jennie menoleh dan menepis tangan dilan
"emm,Jen maafin gua" kata dilan membuka suara
"ngapain minta maaf,Lo kan gak ada salah" balas Jennie hendak pergi, namun lagi lagi tangan dilan menghalanginya.
"gua belum mutusin Luna,kasi gua waktu"kata dilan
"Lo gak salah,gua yang salah naruh hati sama naruh kepercayaan sama Lo"
"Jen, bukan gitu maksud gua"
"udah gak usah ngeles kali,tenang aja gua masih inget sama perjanjian kita dan gua gak bakal ngingkarin perjanjian bodoh yang Lo buat" kata jennie mencoba untuk menahan emosinya dengan wajah santainya
"gua mau ngebatalin pernjanjan kita" kata dilan
"mau Lo apa sih??,disatu sisi Lo seolah ngasi harapan buat gua, sedangkan disisi lain Lo selalu aja bersifat lain saat Luna Dateng, kalo emang Lo masih cinta dan sayang sama Luna,gak usah ngasih gua harapan kalo ujung ujungnya Lo bakal ngecewain gua lagi, tapi kalo Lo bener bener serius sama perjodohan ini putusin Luna secepatnya,gua gak mau dicap jadi pelakor, walaupun setengahnya gua ngerasa kalo jadi pelakor, putusin sekarang jangan cuman jadi pria brengsek yang lari dari masalah" kata Jennie dengan nafas tersenggal
sedangkan dilan hanya diam,dia tidak menyangka ternyata jennie punya sisi lain yang lumayan menyeramkan.
"hahaha,gua aja kali ya, yang emang terlalu berharap sama Lo,sampe sampe gua nyuruh Lo mutusin Hubungan Lo sama Luna, dari sini gua semakin yakin kalo sebenernya Lo bener bener gak serius sama perjodohan ini,ok mulai sekarang gua bakal inget Kembali kata kata lo, bersikap seolah kita tidak mengenal,dan gua gak boleh naruh perasaan sama Lo" kata Jennie menghempaskan tangannya dan berlari menuju parkiran, sambil menutup mulutnya dengan tangannya sepatunya dia biarkan tertinggal dibangku,dia hanya membawa tas mininya, akhirnya setelah sekian lama di Pendam dia mengeluarkan unek unek hatinya,dia masuk kemobilnya dan menenggelamkan kepalanya dilutut dengan tangan terlipat memeluk tubuhnya"dia menangis dalam diam dia sudah mengambil keputusan untuk bersikap acuh pada dilan,masa bodoh tentang perjodohan itu,dia akan terus mencari keberadaan Bagas dan menyusulnya nanti.
dilan mematung dengan kalimat yang Jennie lontarkan,dia kemudian menetralkan kembali perasaanya yang masih merasa bersalah dengan Jennie, dia masuk kemobilnya dan memutuskan pulang kerumahnya,dia lelah dengan segala tuntutan orang tua nya.
______________________________________________
Buat readers :
Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring
*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*
See U Next Time
Dukung Author Selalu Ya....
Byee :)