JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
Perjanjian



2 keluarga itu pun berbincang-bincang mengenai tanggal yang pas untuk menikahkan dilan dan jennie.helena dan dilan


hanya diam saja,Selena sibuk dengan hp nya,


Jennie pun demikian hanya diam,padahal dalam hatinya dia menjerit karena cinta pada pandangan pertama dengan dilan,dia bersyukur dilan ternyata tidak seperti yang dipikirkannya,pria buncit dengan banyak bulu dikulitnya.ternyata calon suaminya ketampanannya melebihi dewa yunani.dalam hati ia bertanya apakah dilan adalah jodohnya atau tidak.jennie juga sempat curi curi pandang kepada dilan,namun ia tertangkap basah sedang menatap dilan,dia kemudian memalingkan wajahnya dari dilan,sedangkan dilan menatapnya tajam.


"ok jadi kita sepakat akan menikahkan mereka 2 minggu lagi" kata Candra


"hm kalau aku terserah anak anak"balas Alex


"tapi pa aku dan jennie belum mengenal satu sama lain,aku mau kami menikah 1 bulan lagi


kata dilan menimpali.


Jennie yang tadi disebut namanya oleh dilan kembali berbunga-bunga namun ia sembunyikan dalam hatinya.


"baiklah kalau begitu waktu kalian mengenal hanya 1 bulan,dan jika salah satu dari kalian berdua punya pacar putuskan hubungan kalian dengan pacar kalian" tegas candra


dilan dan jennie hanya mengangguk


"baiklah kalau begitu kami pamit dulu" kata Candra


"hm baiklah kalau begitu" Alex menimpali


2 keluarga itu pun akhirnya berpisah


Jennie yang sedang duduk dibalkon rumahnya senyum senyum sendiri mengingat wajah dilan yang sulit dia lupakan,dia berharap pernikahan nya dengan dilan kelak berlangsung bahagia selamanya.


yang dulunya dia pikir dia dijodohkan dengan laki laki tua dengan perut buncit dan kepala plontos sirna seketika,saat melihat wajah dilan yang tampan bagai dewa Yunani


saat tengah duduk termenung,tiba tiba hp nya berbunyi.jennie memeriksa hp nya,dia melihat nomor tidak dikenal mengirim pesan


*ini aku dilan, nanti malam bersiap siaplah aku akan menjemputmu,kita akan pergi ke cafe sambil membahas perjodohan ini*


jennie membacanya sambil tersenyum sambil memikirkan dari mana dia dapat no teleponnya. Jennie melompat lompat di kasurnya sambil tertawa.tak lupa dia juga menyanyikan lagu kesukaan nya yaitu Terus Melangkah yang dinyanyikan Oleh Bcl Dan Noah.


dia kemudian memilih dress yang akan dia pakai nanti.


pilihannya jatuh pada dress warna putih tanpa lengan



dia kemudian memeluk dressnya


sambil terus tersenyum.


*dirumah dilan*


"dilan gimana menurut kamu,jennie cantik kan?" kata Candra saat sedang duduk di sofa


"biasa aja sih,Luna lebih cantik" kata dilan acuh tak acuh


"papa udah bilang lupain gadis itu,kamu belum putus sama gadis itu?" tanya Candra pada anaknya


"namanya Luna pa,aku udah putus,tapi aku juga butuh waktu buat ngelupain dia,gak semudah itu aku lupain luna" bohong dilan


"hm baguslah" kata Candra


"tapi aku lebih suka Luna sih pa,daripada anak itu, siapa itu tadi namanya?" lanjut Helena


"Jennie ma, dia itu gadis baik,sopan lagi"


kata Candra


"tapi pa,kak Luna kurang apa sih,dia juga baik cantik sopan lagi,ya kan ma,kak" Selena ikut menimpali


dilan hanya diam,sedangkan Helena hanya manggut-manggut


"udah deh mending kalian diam jangan ada yang bicara lagi papa pusing,pokoknya keputusan papa gak bisa diganggu gugat titik". kata Candra kemudian beranjak pergi dari sofa tempat keluarganya berkumpul


*sore menjelang malam*


"mami lagi ada arisan sama temen temennya mungkin nanti malem baru Dateng,kamu mau kemana rapi begitu?"


"aku mau ngajak Jennie jalan" kata dilan


"oh baguslah kamu ajak aja Jennie jalan, nanti papa bilang ke mami kamu,inget nanti jangan kamu apa apain anak orang" Candra menimpali


"iya pa,aku pergi dulu pa" kata dilan kemudian berjalan keluar dari rumahnya


dia kemudian mengemudikan mobil sportnya membelah jalan raya.


*dirumah Jennie*


"ma,aku udah cantik kan,ini mana yang cocok ya,pake heels yang ini, atau yang itu"?kata jennie


"pakai aja mana yang nyaman,anak mami pasti dong udah cantik"


"papi mana mi"? tanya Jennie sambil memakai heels nya


"lagi diruang kerjanya"


"nanti bilang sama papi ya aku mau jalan sama dilan"


"iya,nanti kalo udah selesai langsung pulang ya"


"iya mi"


saat sedang berbincang-bincang dengan maminya


salah satu pelayan datang


"maaf mengganggu non,tapi didepan ada tamu katanya nyariin non jennie"kata pelayan tersebut sambil membungkuk


"eh iya bi,mi aku pergi dulu ya"


"iya inget hati hati ya".


"iya"


"udah lama nunggu nya"kata Jennie mengawali pembicaraan


"gak juga sih,yaudah ayuk" ajak dilan


Jennie duduk disebelah dilan


mereka kemudian berjalan memecah kebisingan kota yang tiada henti


Mereka kemudian sampai disebuah cafe yang sangat nyaman untuk ditempati


Jennie dan dilan kemudian duduk dibangku paling pojok


"langsung aja keintinya,aku mau kita nikah kontrak,kamu tau kan aku nikah karena paksaan papi ku jadi aku minta maaf,kalau nanti aku gak bisa membalas perasaan ku ke kamu,dan asal kamu tau aku udah punya pacar,aku rencananya bakal ngelamar pacar aku tahun depan,tapi karena aku udah dijodohin sama papi aku minta maaf pernikahan ini hanya berlangsung sebentar karena aku sangat mencintai pacarku" kata dilan penuh penekanan


Jennie terkejut,ia sakit hati, ternyata dilan sudah punya pacar,ia menahan tangisnya agar tidak keluar,karena yang ia inginkan hanya menikah sekali seumur hidup.


"baiklah tak apa aku bisa memakluminya" kata Jennie berusaha agar tangisnya tidak pecah


"baguslah,jadi nanti kita hanya akan menikah selama 6 bulan saja "


Jennie hanya mengangguk sambil tersenyum


setelah selesai membicarakan semuanya mereka kemudian meninggalkan cafe.


saat akan mengantar Jennie pulang,Jennie menolak dengan alasan dia ada janji dengan temannya,dilan hanya mengiyakan permintaan Jennie,dia kemudian meninggalkan Jennie sendirian di cafe itu.


saat dilan sudah pergi, air mata yang sudah tak mampu dia bendung, kemudian dia keluarkan,dia menangis dalam diam, dia tak siap bila nanti harus berpisah dengan dilan, dia terus menangis sambil berjalan tak tentu arah.


Jennie kemudian berhenti,karena dia merasa kakinya sudah tak sanggup untuk berjalan,dia kemudian duduk di sebuah halte sambil menunggu kendaraan lewat.


hampir sejam dia menunggu tapi tidak taxi atau bus yang lewat, saat sedang memijat kakinya karena sakit.sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat didepan Jennie, seseorang kemudian keluar dari mobil tersebut...