JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
Bertengkar



Sesaat kemudian Jennie mulai membuka suara


"Luna,oh Luna mau Lo apa sih,tinggal ngerelain dilan aja susah" kata jennie mulai jengkel dengan tingkah 2 sehabat itu (Luna dan mawar)


"aku mau kamu jauhin dilan,kalo kamu gak mau jauhin dilan terpaksa aku bakal ngerebut dia perlahan dari kamu,kamu itu cuman perempuan yang gak tau malu ngerebut pacar orang uhh dasar pelakor"balas Luna tak kalah sengit


"kalo mau Lo kayak gitu,Lo bisa bicarakan sama papa nya dilan,kalau bukan karena desakan gua juga ogah nikah sama dilan" kata Jennie,tak marah dikatakan pelakor dia malas meladeni Luna


"Jen,aku tau kamu baik, tolong bujuk papanya dilan supaya ngebatalin perjodohan kamu sama dilan,kamu tau kan kenangan aku sama dilan banyak banget,susah senang aku lalui bareng bareng sama dilan, dan itu bikin aku terikat sama dilan,aku gak bakal ngelepasin dilan,jadi tolong ngalah Jen" kata Luna kemudian turun dari ranjang nya perlahan,dia kemudian berjongkok di kaki Jennie, seolah dia merendahkan harga dirinya hanya demi dilan


dan tepat saat itu dilan membuka pintu ruangan tempat Luna dirawat, dilan terkejut saat melihat Luna bersujud dikaki Jennie sedangkan Jennie dengan santainya melipat tangan didepan dada nya, dilan melotot kan matanya dan berjalan perlahan kerah jennie


*plakkk*


dilan menampar pipi mulus Jennie dengan ringan, Jennie sontak melototkan matanya, sebelum dia membuka suaranya,dilan lebih dulu berbicara


"Jen,gua kira Lo gadis baik baik tapi apa yang gua liat Sekarang,gua kecewa sama Lo dengan mudahnya nyuruh orang buat bersujud dikaki Lo,Lo sadar gak sih Jen,Lo itu ngerendahin harga diri luna,Lo gak lebih dari perempuan picik,cara Lo terlalu murahan" kata dilan dengan suara tinggi


Luna Kemudian berdiri dan menundukkan kepalanya seolah dialah korbannya


"aduh aduh,miris banget sih,ehh mas gak usah songong,gak usah sok tau kalau gak tau apa yang terjadi, seharusnya mas tanya dulu yang terjadi apa,jangan asal main tampar,orang tua saya aja gak pernah main kasar sama saya,lah mas yang notebane nya bukan siapa" saya dengan tangan ringan malah nampar saya,ckk dasar pengecut beraninya main kasar,noh ada cctv liat disana Ampe berair mata mas liat cctv itu yang salah siapa yang disalahin siapa,dan Lo Luna playing Victim (main korban)Lo keren patut gua acungi jempol"balas jennie santai sambil mempertahankan tangan yang dia lipat didepan dadanya,dia kemudian berjalan perlahan meninggalkan 2 manusia berbeda jenis


"Jennie Lo apain luna" kata dilan kembali


Jennie tidak menggubris perkataan Dilan dia kembali meluruskan langkahnya


"ehh dasar lont* sini lo jangan beraninya Ama temen gua,sini berantem Ama gua"


Jennie yang tak terima dirinya disebut lont*


kemudian mencakar wajah mawar dengan kuku panjangnya,dia tidak mencakar wajah mawar seperti yang lainnya,dia mencakar wajah mawar dengan sangat perlahan mulai dari pipi bagian atas hingga bawah,dia mencakar nya perlahan,dia berhenti mencakar wajah mawar saat pipi mawar sudah mengeluarkan darah,dia kemudian menarik tangannya kembali, Jennie meniup tangannya yang dia gunakan untuk mencakar wajah mawar, dia meniupnya seolah ada noda ditangan putihnya,dia kemudian tersenyum sambil berkata


"cara ngelabraknya kurang berkelas" kata jennie dengan nada meremehkan


mawar terdiam sambil memegangi pipinya, nyalinya menciut saat melihat Jennie bagai sikopat gila,dilan menganga tak percaya dengan apa yang Jennie lakukan,dia kira Jennie akan menangis atau mungkin pergi tanpa melawan, sedangkan Luna menatap Jennie dengan tatapan benci bercampur kesal


Jennie berjalan perlahan keluar ruangan tersebut dengan senyum yang sulit diartikan


dilan kemudian merebahkan tubuh Luna kembali diranjang rumah sakit, sudah beberapa kali dilan bertanya kepada luna apa yang terjadi,namun Luna hanya diam, sedangkan mawar sedang membersihkan luka cakaran dipipinya sambil menggerutu sebal


beberapa menit kemudian dilan berpamitan pada Luna dia beralasan bahwa mamanya menelepon,Luna hanya mengiyakan saja tanpa berniat membuka suaranya.luna tak tau bahwa Dilan diam diam pergi keruangan khusus cctv rumah sakit,dia kemudian meminta izin kepada penjaga ruangan cctv tersebut, dilan sangat penasaran dengan apa yang sudah jennie perbuat sampai dia semarah itu saat dilan menghinannya


setelah melihat kejadian dari cctv tersebut dilan mengusap wajahnya kasar, tadinya dia pikir Jennie yang salah tapi ternyata justru Luna yang salah,dia benar benar menyesal,dilan berniat pergi kerumah jennie untuk meminta maaf tentang masalah barusan walaupun dia tau bahwa Jennie tak akan mudah untuk memaafkannya, terbukti dari cara Jennie berbicara tadi seakan dia dan Jennie bagai orang asing


Buat readers :


Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring


*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*