JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
Berawal dari sini



Jennie atau sering disapa jj


Menangis dibalkon rumahnya karena ia akan dijodohkan oleh kedua orangtuanya kepada keluarga Agatha


"Akkkkhhhh semua tega sama aku,punya dosa apa aku sebelumnya kenapa mama sama papa mau jodohin aku sama dilan Agatha mereka enggak tau keluarga Agatha atau gimana sihhh akkkhhhhh gak gunaaaa"


teriak JJ sambil melempar vas bunga yang dibuat dari kaca itu


**Pranggggg*"


begitulah suara yang timbulkan vas bunga itu hingga membuat orang dibawah berlari mencari sumber suara itu


"Jen,Jenn buka pintunya sayang,kamu jangan buat hal yang macem macem,jenn, buka cepet,Jennie,Jennie Alexxandra bukak atau mamah sama mang Kardi dobrak" kata Bu Dewi mamah Jennie dengan nada panik dari seberang pintu


Jennie kemudian berjalan membuka pintu kamar nya


**Ceklek**


"mau apa lagi mamah,mamah mau aku apa lagi mahh,aku capekk,aku manusia bukan boneka yang bisa nurutin semua kemauan mamah sama papah"kata Jennie dengan nada frustasi


Dewi melayangkan tangannya ke pipi jennie


*Plakkkk*


"jaga mulut kamu dimana sopan santun yang selalu mamah kasi kekamu dimana hah,mamah sama papah ngelakuin ini buat kebaikan kamu Jennie"kata mama Jennie tak kalah sengit


"hah kebaikan buat perusahaan ya, kebaikan apanya awalnya aja udah kayak gini" balas Jennie menantang


"cukup Jennie" teriak Alex papa Jennie


"papah sama mamah minta kamu buat nikah sama keluarga Agatha bukan buat perusahaan saja,tapi demi masa depan kamu Jennie,kalau kamu nikah sama dilan agatha, setidaknya masa depan kamu terjamin dan cerah,papa gak mau kamu salah bergaul,apalagi ngeliat anak jaman sekarang yang sering bikin war sana sini,jadi tolong ngertiin perasaan mamah sama papah nak"


" kenapa ngebandingin aku sama anak yang lain,aku beda pah,aku anak baik baik,aku gak kayak mereka"


"kalau kamu emang anak baik tunjukin ke papah,jangan ngebantah mamah sama papah turutin tolong turutin satu aja permintaan mama sama papah,nikah sama keluarga agatha,, cuman itu yang papa pengen nak cuman itu" kata Alex kepada putrinya dengan wajah yang sudah berlinang air mata


Jennie paling tidak bisa melihat kedua orangtuanya menangis bagaimana pun juga Mereka adalah orang tuanya


"papah,pah gak usah nangis Jennie bakal turutin permintaan papah, tapi Tolong jangan nangis"kata Jennie akhirnya mengalah padahal dalam dirinya dia mencaci maki kedua orangtuanya


"bener kan apa yang kamu bilang tadi Jennie,kamu janji sama mamah sama papah"? kini giliran bu Dewi yang berbicara


"hm iya"kata jennie singkat sambil memalingkan mukanya menatap kearah jalan raya dari balkon rumahnya


Alex dan Dewi akhirnya tersenyum melihat putri nya mau menikah dengan dilan


"yaudah kalau gitu kamu siap siap ya nanti keluarga Agatha mau kesini buat makan malam ok,satu lagi jangan malu maluin dan nentang kata mamah nanti"


"hmm iya iya mah"kata Jennie sedikit risih


"mah ayo keluar biar Jennie istirahat"kata Alex


"iya pah" kata Dewi yang menyusul Alex keluar kamar Jennie


Jennie membanting pintu kamarnya kemudian dia melempar dirinya diatas kasur king size nya


"hah rasanya kayak mimpi kalau nanti beneran nikah sama keluarga Agatha"


kata Jennie pada dirinya sendiri


"kira kira nanti aku bakal bahagia gak ya nikah sama dilan,ah semoga aja bahagia,tapi aku juga belum pernah liat dilan"


"mending telpon icel aja kali ya biar aku ga kesepian"


Jennie kemudian mengambil hpnya dan menelepon Michael


ia mencurahkan semua isi hatinya pada Michael,karena Michael adalah sehabat jennie dari dulu,susah senang mereka lewati bersama.