
Akhirnya pertanyaanku tentang gadis itu akan terjawab,karena aku dan keluargaku akan berkunjung ke rumahnya,jujur aku sangat tidak tertarik dengan perjodohan ini karena bagiku perjodohan ini adalah permainan yang akan ku lakukan dengan gadis itu,aku bahkan belum putus dengan pacarku,aku tidak rela pacarku diambil orang,nama pacarku sangat cantik secantik namanya,Aluna Zhibella itu namanya biasa dia dipanggil Luna,aku pacaran dengan dia sudah lama,namun papi tidak pernah merestuiku dengan Luna, alasannya pun aku tidak tau.Ingin rasanya aku bertanya kenapa papi lebih suka gadis itu dibanding Luna.
Aku masuk kerumah gadis itu,aku dan keluargaku disambut sangat hangat oleh si empunya rumah.rumahnya tidak terlalu mewah namun besar,tidak seperti rumahaku.namun aku yakini rumah ini sepertinya mengandung banyak sekali kenangan gadis itu dan keluarganya.
saat gadis itu turun aku mendengar Tante Dewi memanggil dia dengan sebutan Jennie,ya Jennie.
aku melihatnya dari atas sampai bawah,lumayan,namun tetap saja Luna tidak akan bergeser dihatiku.hanya dia satu satunya wanita yang aku cintai dengan teramat sayang,bagiku dia berbeda dengan gadis lain,dia tidak pernah merengek minta tas mewah,ataupun mobil,atau benda benda yang menguras dompet.kata Luna "aku hanya minta kau tetap bersamaku apapun yang terjadi" begitulah kata Luna waktu itu padaku.tapi sekarang aku bahkan tidak bisa memegang janjinya yang bagiku dulu sangat mudah
Aku hampir Prustasi waktu itu,aku kemudian menemui luna,ceritanya untuk meminta izin.karena bagaimana pun ia sangat menghormati ku,aku pun tak ingin mengecewakan walaupun akan ku lakukan.
aku dan Luna berjanji bertemu di cafe xx
saat aku sudah sampai di cafe xx aku mencari luna.aku melihat Luna duduk dengan manisnya sambil membaca buku menu.
aku tersenyum melihat Luna dari jauh.
saat melihat Luna entah kenapa hatiku menjadi damai,Luna yang dulu kukenal ternyata tidak berubah Dengan Luna yang sekarang.senyumnya yang manis dengan lesung pipi yang menghiasi wajahnya,kulit kuning langsat,rambut lurus bergelombang, tubuh tinggi semampai.itu terlihat sangat sempurna,aku jadi teringat saat pertama bertemu Luna
Flash Back On
saat aku berusia 14 tahun,aku bertemu dengan Luna di sebuah pameran, pameran itu seperti pasar malam.aku melihat gadis kecil sangat cantik juga imut,namun aku melihatnya seperti sedang menangis di situ tanpa ada seseorang didekatnya.aku pun menghampirinya.saat aku bertanya dimana keluarga mu ,dia menjawab dengan gelengan kepala.aku pun ikut bingung.aku dan Luna pun memutuskan untuk berkeliling mencari keluarga Luna,saat aku berbicara dengannya dia hanya menggelengkan kepalanya atau mengangguk.tiba tiba ada nenek nenek yang menghampiri Luna,nenek itu kemudian mengucapkan terima kasih padaku karena sudah menjaga cucunya tadi.nenek itu kemudian mengajak Luna pergi.namun saat dia hendak pergi,aku menahannya dan bertanya siapa namanya."Namaku Aluna Zhibella,kamu Boleh memanggil ku dengan Luna"begitulah kata kata nya yang bisa menyengat nadiku
kemudian dia dan neneknya pergi,aku hanya bisa tersenyum setidaknya aku sudah tau namanya. saat aku kelas 3 SMA,aku kedatangan adik adik kelas baru,dan yang membuatku terkejut sekaligus bahagia adalah Luna salah satunya,bulan berlalu bulan.saat itu aku melihat Luna duduk di taman sekolah sambil membaca buku.bagiku Luna termasuk tipe orang yang pendiam,aku tidak terlalu mempermasalahkannya.aku mendekati Luna,dia hanya tersenyum kepadaku,aku pikir dia masih mengenalku.aku hanya berbasa basi padanya,karena aku bukan orang yang pintar mencari topik.dan sejak hari itu aku dan Luna mulai dekat,kami tertawa bersama dan kami juga selalu lengket bak seorang pasangan kekasih.setelah 2 bulan pdkt'an,aku kemudian nembak Luna,dia tersenyum ke arah ku dan berlari, kemudian dia memelukku.aku bertanya sekali lagi padanya,dan dia menjawab pertanyaan ku dengan kata "ya" dia juga masih memelukku.aku sangat bahagia sekali,aku pun balik memeluknya.
aku berencana mengajak Luna kerumahku
awalnya Luna menolak karena takut dengan dengan orang tua ku katanya begini
"maaf bukannya aku menolak tapi aku takut dengan orang tua mu,kita berbeda kasta,dan aku tidak mau mempermalukan keluarga mu nanti ketika kamu menikah denganku"katanya sambil menunduk,aku tersenyum dan menaikkan dagunya agar wajah nya sejajar dengan wajahku.aku memberikan penjelasan padanya bahwa ibuku tidak galak sama sekali dan ayahku sangat penyayang.luna akhirnya mau pergi ke rumah ku.
saat malam aku menjemput Luna kerumahnya dia hanya tinggal dengan ayahnya dan neneknya,aku sudah beberapa kali bertemu dengan ayah Luna ayahnya sangat baik padaku.aku meminta izin pada ayah Luna,untuk mengenalkan Luna pada keluarga ku,ayah nya hanya mengangguk dan dia menyuruhku agar tidak mempermalukan Luna di depan keluargaku.
saat Samapi di rumah
mamaku sangat menyambut Luna dengan baik,karena kata mamaku luna orang yang cantik baik dan sopan,aku tersenyum ke arah Luna, sedangakan Luna sedang duduk dengan adikku Selena.aku sangat bahagia karena keluargaku menerima Luna dengan baik,tapi ayahku hanya diam saja,kadang tersenyum kadang marah marah.aku tidak mempermasalahkan nya karena itu karena faktor usia bagiku.
saat aku habis mengantar Luna pulang kerumahnya,aku diajak oleh ayah keruang kerjanya.ayah mengatakan padaku,agar kerja terlebih dahulu jangan mementingkan menikah dahulu,aku hanya mengangguk
semakin lama hubunganku dengan Luna semakin serius.namun ayah tetap menolak Luna dengan alasan yang lain ,aku harus bekrja katanya,aku tidak boleh pacaran katanya padahal jelas jelas umurku waktu itu sudah 24 tahun.dan Sampai sekarang ayahku tetap menolak Luna secara tidak langsung.namun yang aku tak tega dengan Luna karena aku berjanji menikahinya namun hubungan ku dan Luna selalu ditentang ayahku,dan Luna tetap sabar menunggu ku.itulah alasan aku sangat menyayangi Luna lebih dari apapun.
saat melihat Luna dicafe aku menghampiri nya dan aku duduk tepat didepannya.aku pun langsung menjelaskan padanya apa yang selalu menjadi pikiranku beberapa hari ini.
dia sangat terkejut dan hampir menangis,aku kemudian memeluknya erat, aku menjelaskan panjang lebar padanya bahwa aku hanya menikah tanpa didasari atas cinta,dan untungnya Luna mengangguk dan kembali dia memelukku.
ok back to story.
Saat dia duduk disamping keluarganya aku melihatnya curi curi pandang padaku,terbukti saat dia menatapku,aku merasa ada yang menatap menoleh ke arah nya,dan benar saja,dia tertangkap basah sedang menatapku.dia kemudian memalingkan wajahnya dari diriku.aku hanya tersenyum kecut.