JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
My heart hurts



Beberapa Hari Kemudian...


"maa, Jennie berangkat sekarang ya"kata jennie seraya turun dari tangga


"iya hati hati jangan ngebut bawa mobil"saut mami Jennie dari dapur


Jennie kemudian mengemudikan mobil sport nya kesebuah mall dipusat kota Jakarta


setelah sampai dimall,dia kemudian ke tempat tujuannya yaitu cafe xx. dia sudah berjanji dengan Michael akan bertemu dicafe itu.ia kemudian memasuki cafe tersebut,dan melihat lihat keberadaan Michael,dan matanya tertuju pada gadis dengan celana jeans panjang,sneaker warna navy,dan sweater Hoodie dengan warna navy juga,ya dia Adalah Michaelnya jennie.


Michael aleera,terlahir dari keluarga ke atas,namun dia terkesan tomboy,dia dan jennie sudah berteman lama,dan mengenal satu sama lain dengan baik.


"iicellll" teriak Jennie sambil melambaikan tangannya kearah Michael.


"Jane, sini" kata icel tak bersuara namun mulutnya seolah berkata demikian


Jennie mendekati Michael lalu duduk disamping Michael.


"ngapain cobak Lo teriak teriak kayak orang nyasar disitu,hih" kata Michael tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphone nya


"ye,aku kan tadi refleks teriak karna liat kamu,eh cel pesen yuk"kata Jennie


"kuyy lah gass, Lo yang traktir" kata Michael sambil tersenyum


"hmm yaudah deh gak papa,pesen apa cel?" tanya jennie


"samain aja deh" kata Michael yang sudah melepaskan matanya dari layar handphone


" ok tunggu bentar ya" kata jennie


"iya" sahut Michael


"mbak sini" teriak Jennie sambil melambaikan tangannya kearah pelayan restoran


"iya kak,mau pesan apa" kata pelayan tersebut tersenyum ramah


"saya mau pesan steak 2 ya,sama ocean drink 2" kata jennie membalas senyuman pelayanan itu


"ok, tunggu sebentar ya kak"


Jennie hanya mengangguk


pelayan tersebut kemudian kembali ke tempatnya


saat jennie sedang berbicara santai dengan Michael tiba tiba seorang gadis cantik tersandung dengan heelsnya karena menabrak kaki kursi tempat duduk jennie, Alhasil minuman yang dibawa gadis itu tumpah.


Jennie kemudian refleks bangun dari kursinya cepat,karena terkejut


"eh,kak gak apa apa kan?,ada yang sakit kak? " tanya Jennie


"mbak maaf ya, tadi saya bener bener gak sengaja nabrak kursi mbak" kata gadis itu menahan rasa sakitnya


"kak Ayuk bangun,sini duduk disebelah saya" Jennie kemudian memapah gadis itu dan mendudukkannya di sebelah kursinya


" kak bener ini gak ada yang sakit?" tanya Jennie kembali memastikan


"enggak kok,santai aja"kata gadis itu sambil tersenyum


"oh ya, bentar ya aku kekamar mandi dulu,kakaknya sini aja dulu sama temen saya"kata jennie seraya menunjuk Michael menggunakan dagunya


Michael hanya tersenyum kikuk,maklum Michael tidak mudah bergaul dengan orang-orang baru


"sekali lagi maaf ya baju kamu basah karena minuman saya" kata gadis itu


" iya mbak gak apa apa" kata jennie


"cel, tunggu bentar ya aku kekamar mandi dulu" kata jennie pada Michael


"iy jangan lama lama" kata Michael dengan wajah datar


Jennie kemudian kekamar mandi, dan membersihkan bajunya yang basah karena minuman tadi.


"huh untung tadi minumannya cuman es kelapa,jadi ga ada warnanya, walaupun agak lengket sih" kata Jennie bicara sendiri di depan cermin kamar mandi


setelah selesai dia kemudian berjalan keluar dari kamar mandi.


Namun, langkahnya terhenti saat melihat orang yang mengisi pikirannya selama belakangan ini. Dilan duduk tepat disebelah Michael.


Degg...Jennie sangat bahagia,dia berpikir kalau dilan datang untuk menjemputnya.


jennie kemudian kembali ke mejanya dengan senyum yang mengembang.


"hai di"kata Jennie sambil melambaikan tangannya


"eh Jennie"kata dilan dengan raut wajah malas namun ia sembunyikan


sedangkan Michael menatap heran dua orang didepannya


*flashback on*


saat Jennie kekamar mandi, gadis itu dan Michael sama sama diam canggung


"mbak,aku permisi dulu ya mau pesen makan"kata gadis itu


"hm" kata Michael dingin


saat akan berdiri tangan gadis itu dicekal oleh pria tampan tinggi semampai


"eh,Byy bentar dulu aku mau pesen makan, kamu duduk dulu disini jangan keluyuran lagi"kata gadis itu pada pria yang mencekal tangannya


Michael hanya menatap sinis pria itu entahlah yang pasti dia sangat ingin menatap sinis pria itu


"mbak mau nitip nggak?" kata gadis itu lagi


"enggak makasi" kata Michael


gadis itu kemudian kekasir entah apa yang dilakukan gadis itu,dia seperti mengobrol dengan gadis lainnya


*Flash Back off*


"eh cel,kenalin dia dilan calon...."


"eh mbak bajunya udah kering" kata gadis itu memotong pembicaraan Jennie


Jennie Kemudian menoleh kearah gadis itu" "udah kak" kata Jennie tersenyum


"oh ya kenalin nama saya Luna,ini pacar saya namanya dilan, nama mbak siapa?" kata Luna dengan senyuman tulus kemudian menggandeng lengan dilan


Degggg....


bagai tertusuk belati gaib


hati jennie tak karuan saat Luna mengatakan dilan adalah pacarnya,namun dia berusaha tetap tersenyum


sedangakan dilan menelan ludahnya saat Luna mengatakan itu didepan Jennie,dia takut Jennie akan mengadu pada papanya.


Michael yang tak mau ambil pusing pun menyedot minumannya tanpa berkomentar


"mbak,mbak kenapa" kata Luna heran saat Melihat Jennie diam tak bergerak


"eh iya nama saya Jennie,ini teman saya namanya Michael" kata jennie mencoba menahan tangisnya agar tidak keluar


Michael hanya tersenyum.


"oh ya Jane,tadi Lo kenapa tau namanya dia dilan" tanya michael


"oh itu ya dia emang...


"gw temennya Jennie"kata dilan memotong pembicaraan Jennie


jennie hanya diam menatap dilan dengan tatapan yang sulit diartikan


Luna pun hanya mengangguk


Michael mengerutkan keningnya dia merasa. ada yang tidak beres dia antara dilan dan jennie


dia merasa mereka membutuhkan ruang untuk bicara


Michael kemudian menggandeng tangan Luna


"lun, anterin gw beli ice cake yuk"kata Michael sambil tersenyum kearah Luna


Luna kemudian mengangguk tersenyum


"by,aku pergi sama Michael dulu ya mau beli ice cake"kata Luna


dilan hanya mengangguk


Michael dan Luna kemudian pergi


sedangkan dilan dan jennie sama sama diam


"Jen,gua minta tolong sama lo,tolong rahasiain hubungan kita dari Luna,dia punya penyakit ginjal nanti kalo kasi tau dia bisa bisa penyakitnya kambuh lagi,tolong jangan kasi tau ke papa kalo gua masih ada hubungan sama Luna,dan inget satu hal kita menikah cuman karena desakan orang tua jadi jangan harap Lo bisa dapetin cinta gua" kata dilan Kemudian berdiri dan berjalan pergi


Jennie hanya diam mematung,dia menatap punggung dilan yang sudah menjauh...


"udah deh Jen,gak usah nangis emang bener kok yang dikatain dilan tadi" kata Jennie menyemangati dirinya sendiri


Jennie kemudian menelepon Michael dan mengatakan akan pulang duluan,awalnya Michael menolak karena tau kondisi Jennie sedang tidak baik,namun karena desakan dari Jennie ia kemudian mengiyakan permintaan Jennie.dia pun penasaran masalah apa yang menimpa sehabatnya dia akan menanyakan perihal masalah ini pada jennie besok,sedangkan Luna dia sudah pulang bersama dilan tadi


Jennie Kemudian kekasir dan membayar tagihan makanan yang belum sempat dia sentuh.


Jennie menuju parkiran dan mengemudikan mobilnya ke sebuah tempat


dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi membiarkan air matanya turun


"My Heart Is Hurts"


kata Jennie setengah berteriak...


dia akan menuju sebuah tempat yang biasa dia kunjungi ketika sedang bersedih



Visual


Aluna Zhibella...


ok eps kali ini sampai disini dulu ya readers


maaf kalo bahasanya kurang pass,maklum author baru aja nulis novel....


see you readers *_*


byee".... -_-