
Keesokan harinya,dirumah dilan seluruh keluarga Alex dan Candra berkumpul untuk membahas tanggal pernikahan anak Mereka. Alex, Candra dan,Dewi sangat antusias dengan pernikahan Jennie dan dilan.berbeda dengan ketiga orang tersebut, Helena justru diam saja sambil memainkan kuku nya dan mengangkat satu kakinya, sedangakan dilan dan Jennie termenung sibuk dengan pikiran mereka masing masing , Jennie berat melepas hatinya, begitupun dilan sulit melepas perasaannya kepada luna,jujur dia masih kepikiran dengan Luna,tapi mau bagaimana lagi,jodoh ada ditangan orang tua mereka.
mereka kemudian sepakat untuk menikahkan dilan dan Jennie Minggu depan,semua persiapan nya akan dimulai sekarang,Jika ditanya,mengapa tidak bertunangan lebih dahulu, jawabannya ada pada candra,dia tak ingin menyeret waktu lebih lama lagi, untuk masalah pernikahan Jennie dan dilan.
setelah selesai mengurus semuanya,Alex dan Dewi kemudian berpamitan pada sang empunya rumah.helena mengangguk dan candra mengantar tamunya sampai depan rumah mereka.
keesokan harinya
Jennie sedang bersiap-siap sebentar lagi dia akan dijemput oleh dilan untuk membeli sebuah cincin dan gaun pernikahan.dia memoles wajahnya dengan sedikit make up.beberapa menit kemudian Jennie membuka pintu rumahnya karena seseorang mengetuk pintunya.jennie dan Dilan kemudian bergandengan menuju mobil dilan,dilan membukakan pintu mobil untuk Jennie.mereka kemudian melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati pemandangan kota.
tempat pertama yang mereka tuju adalah toko perhiasan.mereka masuk kedalam toko perhiasan masih bergandeng tangan.
"Lo,aja yang milih cincinnya Jen,gua Gatau selera Lo ntar salah lagi" kata dilan membuka suara
jennie menganggukan kepalanya kemudian memilih cincin yang pas menurut seleranya.
"lan, bagus gak?" tanya Jennie saat menemukan cincinnya
"bagus" singkat dilan
mereka kemudian membayar kedua pasang cincin tersebut,setelah selesai membayar jennie dan dilan,kemudian pergi ke toko gaun pengantin.jennie memilih gaun pengantin tanpa lengan berbentuk V,dan berwarna putih bersih.dilan mencoba jas yang dipilihkan pelayan toko.mereka tampak serasi dengan balutan baju pengantin.
setalah selesai mencoba baju pengantin mereka kemudian melanjutkan perjalanan,jennie dan dilan singgah direstoran untuk makan siang.
saat sedang makan Jennie permisi ke-toilet untuk buang air kecil.saat sedang dikamar mandi seseorang menghampiri jennie dan menjambak rambut panjang Jennie
"awhh" rintih jennie sambil memegangi rambutnya yang dijambak,jennie mendongakkan kepalanya menghadap orang yang menjambaknya jennie mengernyitkan dahinya karena dia tidak mengenal gadis yang menjambak rambutnya.gadis tersebut kemudian melepas jambakannya
"lo, yang namanya jennie kan??" tanya gadis tersebut menatap tajam Jennie
Jennie menganggukkan kepalanya
"maaf,mba siapa datang datang langsung main Jambak" balas Jennie sinis
"heh,dasar pelakor gak tau malu,gara gara Lo sama laki laki brengs*k itu sehabat gua masuk rumah sakit" kata gadis itu sambil melototkan matanya
Jennie kembali mengernyitkan dahinya,pasalnya dia tidak tau siapa yang dimaksud gadis itu,dan siapa gadis itu,setau dia,dia tak pernah bertemu bahkan berinteraksi dengan gadis bar bar didepannya.setengah menit Kemudian dia mengetahui bahwa yang dimaksud gadis itu adalah Luna,ya pasti Luna, siapa lagi kalau bukan Luna,batin Jennie
"yang mba maksud Luna?" tanya Jennie memastikan
Jennie menghela nafas panjang dan mengeluarkannya,dia kemudian tersenyum manis
"mba,kalau punya mulut dijaga,jangan asal ceplos kayak lambe lambe dijalan, seharusnya mba tanya dulu sama Luna,yang sebenarnya terjadi apa jangan asal ngomong,terus main tangan lagi, tampilannya berkelas tapi mulutnya gak disekolahin" kata Jennie Kemudian mulai melangkahkan kakinya sambil mengibaskan rambutnya sehingga mengenai wajah gadis tersebut,saat Jennie akan keluar pintu kamar mandi gadis itu kembali membuka suara
"inget yaa gw MAWAR CALANDRA,gak akan biarin siapapun buat sehabat gua nangis, termasuk lo, dasar murahan"balas gadis tersebut sambil tersenyum sinis
Jennie membalikkan tubuhnya menghadap gadis yang bernama mawar tersebut,dia membuka tas mini nya dan mengeluarkan kaca mata hitamnya,dia memakai kaca mata hitam tersebut sambil tersenyum meremehkan.
"terserah,mba mau bilang apa yang penting saya bukan seperti yang mba katakan, dari saya kecil saya tidak pernah kekurangan uang,saya gak kayak lambe lambe dijalan yang menghabiskan banyak waktunya buat ngurusin hidup orang,yang padahal gak ada masalahnya sama dia,ckkk miris sekali" kata Jennie kemudian membuka Hoodie yang dia gunakan, sekarang dia hanya memakai tankop hitam dengan merek dari produk mahal Chan*l dan tentunya rok keluaran brand gucc* Jennie membalikkan badannya bersiap melangkah pergi
"dan sekali lagi,kalau mba masih main tangan bahkan mulut mba masih ngomong yang bukan bukan tentang saya,saya bakal ladenin. harga diri saya lebih mahal dari apapun,jangan habisin waktu mba buat jadi paparazi saya" kata jennie tanpa melihat lawan bicara,dia kemudian melangkahkan kembali kaki jenjang dan putih itu dengan gaya ala ala orang kaya..
sedangkan mawar diam seribu bahasa,dia menganggap Jennie sebagai orang lemah yang mudah ditindas tapi ternyata tidak semudah yang dia pikirkan,dia kalah telak oleh segala tindakan berkelas Jennie.
Jennie menghela nafasnya sambil mengabaikan tatapan mata orang orang disekitarnya dia kemudian memakai rompi pendek yang dia keluarkan dari tas mininya dengan logo brand terkenal yang berlokasi di italia.dia kemudian duduk dibangku yang tadi dia dan dilan duduki,tapi dia tidak melihat keberadaan dilan,dia kemudian memesan makanan 1 porsi dia berpikir jika dilan kembali dia akan memesan makanan kembali.saat sedang menyantap makanannya,ponsel Jennie berdering dia kemudian mengangkat ponsel berlogo apel tersebut
"ya halo" kata Jennie kepada orang diseberang sana
"Jen,maaf banget gua ninggalin Lo,Luna masuk rumah sakit, penyakitnya kambuh lagi"kata dilan dari sebrang telepon
Jennie memutar bola matanya malas,dia kemudian mematikan teleponnya dan kembali memakan makanannya tanpa mood
"ckkk, kebiasaan banget sih,si dilan sampe segitunya sama si Luna,gua ga terlalu egois kann?" batin Jennie sambil memperlihatkan wajah masam nya.
dia memutuskan untuk pulang, setelah selesai membayar makanannya, Jennie kemudian memesan taxi online dia memutuskan untuk berkunjung kerumah Michael,sudah lama dia tidak bertemu dengan Michael,dia membeli oleh oleh minuman Boba dan crepe cake, makanan kesukaan Michael,dia kemudian memberi alamat rumah Michael pada supir taxi.dimobil Jennie melamun,apakah yang tadi diperbuat oleh nya kelewatan batas??,atau itu memang cara yang benar untuk mengusir hama hama seperti mawar tadi.tapi jujur dalam hati kecil jennie dia merasa sedikit menyesal menggunakan harta kekayaannya sebagai alat untuk membuat lawannya ciut.
Buat readers :
Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring
*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*
See U Next Time
Dukung Author Selalu Ya....
Byee :)