JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
Harus??



"Saya mau, setelah setengah tahun kamu nikah sama anak saya,kamu ceraikan dia,kalo kamu gak mau saya yang akan bertindak" tegas Helena


"dih,ni emak emak ambisi banget,dia kira nikah itu ajang permainan" Batin Jennie


"Kalo saya gak mau?" tanya jennie


"kalo kamu gak mau terpaksa saya yang akan turun tangan,kamu itu gak cocok sama anak saya,dasar gadis urakan" sinis helena


"eh Tante,Tante kira kalo saya gak dijodohin sama dilan saya bakal mau gitu??,ogah banget sama cowok arogan itu, lagian Tante punya masalah apa sih sama saya,sampe segitunya" kata Jennie dengan wajah datar


"kamu gak perlu tau,yang jelas saya gak akan pernah biarin nama kamu nyantol di hatinya dilan"


"maafin tante,karena kejadian itu Tante gak bisa Nerima kamu" batin helena


jennie diam sambil berpikir


"emang harus??,ah udahlah gua juga kan mau batalin"


"iya iya Tante tenang aja,kalo udah gak ada yang dibicarakan lagi,saya permisi mau pulang" kata Jennie mengiyakan


Helena hanya mengangguk tanpa melihat Jennie


Jennie kemudian bergegas keluar dari ruangan mengerikan itu,saat keluar dia melihat dilan duduk di kursi sambil melipat tangannya,dan menelungkupkan kepalanya dimeja tersebut


Jennie yang notebanenya orang peduli, berniat membangunkannya dilan,namun hatinya gengsi untuk membangunkannya


"ayolah Jen,bangunin dilan, walaupun Lo gak suka sama dilan,kasian dia pasti lama nungguin Lo tadi" batin Jennie


"gak usah dibangunin masak cuman gitu doang Lo bangunin,lebay kali" batin Jennie lagi


dia kemudian memutuskan untuk membangunnya dilan.


Jennie berjalan mendekati dilan dan membangunkannya perlahan


"di,bangun,bangun ya kalo mau tidur dirumah sambung tidurnya" kata Jennie sambil menggoyangkan badan dilan


dilan yang merasa tidurnya terganggu, kemudian mengerjapkan matanya sambil memandang Jennie


"eh udah selesai??" tanya dilan


"udah,yuk pulang,kalo mau tidur ntar dirumah sambung"


dilan hanya mengangguk kemudian menggandeng tangan Jennie kearah parkiran


Jennie ingin melepaskan tangannya,dia takut Bagas mengirim mata matanya untuknya,dan dia juga tidak mau jatuh cinta pada dilan karena sikap nya yang berubah,yang dulunya tidak peduli, Sekarang malah sebaliknya


dilan mengeratkan gandengan Tangannya


"ya elah Jen, cuman tangan doang,lagian juga nanti bakal sah" kata dilan sambil tersenyum jahil


"ndasmu nanti, Sampai kapanpun gua gak mau dan gak bakal nikah sama Lo,mimpi aja dulu,ntar dirumah kalo gua berhasil ngebatalin perjodohan ini gua bakal pesta besar hahahha,semoga Bagas gak ngirim mata mata,dinovel yang gua baca banyak yang ngirim mata mata,apa gua terlalu PD?" batin Jennie sambil memaksakan senyumnya pada dilan


mereka kemudian masuk kedalam mobil


"di,anterin gw ke bandara lagi ya,gw mau ambil mobil gw" kata Jennie sambil tersenyum memohon


"iya nanti gua suruh temen gua anterin mobil Lo kerumah Lo ok?" tanya dilan


sedangkan Jennie tersenyum curiga sambil menyipitkan matanya


"ya Tuhan jin apa yang sedang aku hadapi,kenapa dia jadi manis banget,eh gaboleh Jane inget ya jodoh Lo itu cuman Bagas cuman BAGAS" batin Jennie


"eh gausah di, ngerepotin" tolak jennie


"aku bukan mau nawar,ini perintah bukan pilihan" lembut dilan


Jennie segera menganggukkan kepalanya kemudian memalingkan wajahnya menghadap kaca mobil


dilan hanya tersenyum


"Gilak si dilan ngajak by one ni,kenapa manggilnya aku kamu sih,dia seharusnya gak usah ngasi harapan, tapi udah telat,dihati gua udah ada si bagas hahaha" Batin Jennie


"dan satu lagi manggilnya jangan pakek dilan atau di atau lan lah panggilnya sayang atau hubby ok?" tanya dilan


Jennie kembali mengernyitkan dahinya


"kalo gua gak mau?" tanya Jennie


"dilan tampak berpikir diam berpikir"Jane ayolah turutin kemauan gua,ngalah dong"


"diantara kita yang selalu ngalah itu gua di gua,lagian maksa ngotot lagi" Batin Jennie


Jennie hanya mengangguk kepalanya.


setelah menempuh perjalanan mereka akhirnya sampai dirumah Jennie


Jennie berjalan mendahului dilan


"makasi ya udah mau nganterin gw" kata Jennie


dilan hanya mengangguk kemudian


"ada tuh mobilnya aja ada"


dilan Kemudian main nyelonong masuk


"eh mau kemana"


teriak jennie sambil mengejar dilan


"om Alex" teriak dilan kemudian berjalan dan menyalami tangan alex


"lah tumben banget main kesini sama siapa" tanya Alex


"sama aku pa" kata Jennie


"oh sering sering main kesini ya,papa sama Mama kamu sehat?" tanya Alex sambil melepaskan kaca mata minus nya


"sehat om" kata dilan


Jennie kemudian berpamitan kekamarnya,dia berjalan menaiki tangga


"om saya mau numpang tidur ya,tadi ngantuk Banget" kata dilan


"oh mau tidur kamu kekamarnya Jennie aja,bentar lagi kan juga sah" balas Alex


dilan menganggukan kepalanya dan menyusul Jennie kekamarnya


Dikamar Jennie sedang menonton tv dia menonton drama favoritnya sambil mengenakan daster dan rambut Cepol


saat ditv sedang adegan tegang tegangnya tiba tiba


*brakkkk*


dilan membuka pintu dengan keras


"Aaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak Jennie melemparkan bantal guling nya kearah Dilan sambil menutup matanya


"Weh, santai dong Jen, kamu kira aku genderuwo?" tanya dilan agak sewot dan mengambil bantal Jennie yang dilempar kearahnya


"makanya kalo mau masuk kamar ketuk pintu dulu kan bisa" kata Jennie ala emak emak


"iya iya maaf" balas dilan


"mau ngapain kesini,kalo mau pamit kan bisa titip salam sama papa gw"


"mau numpang tidur" kata Dilan santai kemudian melemparkan badannya kekasur Jennie


"dibawah ada kamar tamu, gua bersihin dulu ya?" kata Jennie


"eh gak usah jen,aku tidurnya Disini aja"


Jennie hanya mengangguk kepalanya malas berdebat dengan dilan,dia kemudian melanjutkan menonton tv nya, sambil berbincang ringan dengan dilan


tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, Jennie melihat dilan tertidur dengan memeluk guling kasurnya


"ngantuk sih tapi masak tidur 1 kasur"


"ahh bodo Amat lah tidur ya tinggal tidur"


Jennie kemudian ikut merebahkan tubuhnya dikasur empuk disampingnya dilan


beberapa menit kemudian jennie membuka matanya saat mendengar dilan berbicara


"iya iya sekarang aku kesana ya lun" kata dilan dari seberang Telepon


Jennie kembali menutup matanya saat Dilan memperhatikan, beberapa saat kemudian dilan mengecup kening Jennie,dia kemudian berjalan kearah pintu kamar Jennie dan menghilang dibaliknya


Jennie tersenyum kecut dia kemudian melihat Dilan dari balkon rumahnya


dilan yang melihat ada orang Yang memperhatikan menoleh kearah balkon kamar Jennie


DEGGGGGG


hatinya DagDigDug tidak karuan saat Jennie menatapnya dengan tajam,seolah mengatakan jangan pernah berhubungan lagi denganku


Jennie terus memperhatikan tingkah dilan dari balkon rumahnya


"seperti diberi harapan,namun tidak diprioritaskan"kata jennie mengecilkan volume nya


Buat readers :


Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring


*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*


See U Next Time


Dukung Author Selalu Ya....


Byee :)