
Jennie Sampai dirumahnya pukul 4 siang,dia kemudian merebahkan dirinya dikasur empuk miliknya,besok dia akan kembali kebandara untuk menanyakan tentang paspor milik bagas,tak lama Jennie pun tertidur.
Jennie kemudian bangun karena mendengar suara gaduh gaduh diluar,dia kemudian turun dengan hanya menggunakan baju kaos pendek yang membuat perutnya ter ekspos,dan celana pendek pula.jennie membuka pintu kamarnya.dia memincingkan matanya saat melihat dilan dan papanya berkunjung kerumah Jennie
"whatt ngapain buaya jantan itu kesini ganggu tidur gua aja" batin Jennie,saat akan kembali kekamarnya papa Jennie memanggil Jennie
"janeee,turun sini cepet calon suami kamu kesini" kata Alex nyaring
"iya pa" kata Jennie dari ujung tangga,dia lupa mengganti bajunya
dilan yang melihat Jennie memakai pakaian seperti itu menatap tajam kearah Jennie, sedangkan Jennie hanya mengacuhkan tatapan dilan
"om,gimana kabarnya" kata Jennie berbasa-basi sambil mencium punggung tangan candra
"baik Jen" timpal Candra
"jen,ganti baju sana cepet,kamu mau diajak dilan keluar" kata Dewi
Jennie mengernyitkan dahinya, beberapa detik kemudian dia mengangguk, Jennie naik keatas tangga sambil menggerutu.
dia memilih 1 baju asal
.
setelah selesai,Jennie turun kebawah.
dilan kemudian mengandeng tangan Jennie,sedangkan Jennie menahan senyumnya dalam hati dia merasa dag-dig-dug tidak karuan,namun pikiran itu dia tepis dengan kalimat yang dilan lontarkan waktu itu.
dilan kemudian berpamitan pada Dewi, Alex,dan Candra.
dia membukakan pintu mobilnya untuk Jennie.jennie hanya diam tanpa berniat untuk menanyakan kemana dia akan diajak oleh dilan.mobil dilan berhenti disebuah rumah, Jennie kembali mengernyitkan dahinya, dilan kemudian menggandeng tangan Jennie,masuk kedalam rumah tersebut.langkah Jennie terhenti saat melihat Luna ada didepannya,entahlah dia tak tau sifat Luna nanti ketika tau bahwa dia akan menikah dengan dilan,menurut Jennie sifat Luna pasti akan berubah 360°,mungkin Luna akan mencakar wajahnya,atau menjambak rambutnya, entahlah,untung dia sudah menyiapkan mental jika itu memang akan terjadi sekarang.
sedangkan Luna menatap heran kedua orang ini
"Jennie,kamu kok bisa barengan sama dilan" tanya Luna penuh selidik
"langsung aja lun,aku kisini mau kita putus,maaf Hubungan kita cuman bisa berjalan sampai disini" Potong dilan sambil menghela nafasnya,akhirnya kata kata yang sangat berat untuk dia katakan dulu kini meluncur.
Luna diam mencerna maksud dari kata kata Luna, lalu ekspresi yang tak terduga tampak dari wajahnya
"hahaha kamu ada ada aja ,kita udah pacaran lama banget,kamu pasti mau ngelamar aku kan?,kalo mau lamar jangan kayak gini dii,gak lucu" kata Luna tersenyum.jennie hanya bisa diam menyaksikan mereka berdua,dia tau dia tak berhak untuk ikut campur.
"aku serius lun,aku udah dijodohin sama Jennie,aku gak bisa nolak,ini keinginan orang tua aku" kata dilan penuh penekanan
Degg jantung luna serasa mau Copot
"gak, mungkin kalo ngomong yang bener dii" kata Luna menyangkal
"aku gak bohong lun,aku serius,aku udah dijodohin" kata dilan
"lagi lagi,karena orang tua kamu" balas Luna sambil tersenyum kecut, sambil menahan tangisnya
"maksud kamu apa lun?"
"kalau aja orang tua kamu dulu ngijinin kamu buat ngelamar aku,pasti gak akan ada hal kayak sekarang,kalau mereka dulu ngijinin kamu buat ngelamar aku,pasti aku udah jadi istri kamu,udah bahagia sama anak anak kita,tapi semua nya hancur" kata Luna dengan tangisnya
"kamu nyalahin orang tua aku?" tanya dilan dengan nada mulai meninggi
"aku gak nyalahin mereka,aku cuman heran sama mereka,kenapa gak bisa Nerima aku buat jadi menantu mereka, kenapa apa karena aku cuman dari golongan bawahh?" Luna kembali dengan nada tinggi pula
dilan hanya diam
"luna aku minta maaf,bukan maksudku buat ngerebut dilan dari kamu,kalau aku gak dijodohin sama dilan,aku juga gak bakal nikah sama dia" kata Jennie yang mulai bicara dengan nada lembut
Luna menatap Jennie dengan tatapan yang sulit diartikan
Jennie ikut bersimpuh,dan membantu Luna duduk disofa.
"maaf Luna" kata Jennie
"keluar,keluar kalo kalian cuman mau bilang hal yang menyakitkan" kata Luna dengan nada tinggi
dilan hanya diam dia kemudian ikut bersimpuh,dan memeluk Luna sambil menangis
"sekali lagi maaf aku sudah mengecewakanmu" kata dilan dalam pelukan Luna
Luna semakin menangis dengan kencang saat dilan memeluknya
dilan kemudian melepaskan pelukannya
setelah Luna agak tenang dilan dan jennie kemudian pamit pulang
Luna hanya mengangguk,saat akan Melangkahkan kakinya keluar,suara Luna membuat mereka berhenti
"apa yang aku Inginkan akan kudapatkan" kata Luna dengan nada serius
Jennie dan dilan kembali berjalan percuma bagi mereka membujuk Luna untuk memaafkannya.
dimobil Jennie hanya diam saja sambil memijit pelipisnya,dilan mengamatinya
"Lo kenapa Jen?" tanya dilan
"gak apa apa" elak Jennie
tak ada percakapan sepanjang jalan.saat sampai dirumah Jennie,tangan Jennie ditahan oleh dilan
"karena gua udah putus sama Luna hargai gua sebagai calon suami Lo" kata dilan
Jennie hanya berdehem,saat akan Melangkah kakinya,sebuah tangan melingkar diperutnya, sipemilik tangan menenggelamkan kepalanya dipunggung Jennie.jennie hanya diam,dalam hati dia bersyukur kalau dilan mau menghargainya kelak ketika dia menjadi istrinya namun sisi lain dia bimbang untuk masalah perjodohan ini,karena ada hati yang harus dia jaga.
dilan dan jennie sama sama bimbang dengan perasaan mereka masing masing.
beberapa menit Kemudian Jennie melerai tangan dilan yang masih melingkar diperutnya.
"maafin gw,karena gw Lo jadi putus sama luna" kata Jennie
"bukan salah Lo" balas dilan
mereka berdua kemudian berjalan beriringan masuk ke dalam rumah Jennie.
"jane,tadi kamu dicari sama Michael" kata Dewi yang melihat anaknya pulang
"iya aku tau tadi dia udah SMS aku" kata jennie
"om saya masuk dulu ya, ngantuk udah malem,saya duluan om" kata Jennie sambil membungkuk
Candra hanya mengangguk sambil tersenyum
Jennie kemudian berjalan masuk kekamarnya.dia merebahkan dirinya dikasur,tadi hanya akal akalannya saja agar bisa lepas dari obrolan Candra yang sudah pasti akan membahas tentang perjodohan nya dengan dilan.dia kemudian menonton drama Korea favoritnya, Jennie menonton drama Korea sambil tersenyum kadang tertawa namun kadang juga menangis
Buat readers :
Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring
*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*
See U Next Time
Dukung Author Selalu Ya....
Byee :)