JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
bertemu Helena



Jennie segera menghapus air matanya, dari suaranya yang menyebalkan dia tau kalau itu dilan,dia langsung menyambar tas nya dan berjalan melewati dilan.


dilan mencekal tangan Jennie dan menariknya paksa


"dilan apaan sih main tarik tarik sakit tau" kata Jennie berusaha melepaskan genggaman tangan dilan yang terlalu keras


"ikut gw" singkat dilan terus Menarik tangan Jennie


Sampai diparkiran dilan melepaskan genggamannya dan menahan Jennie


Jennie memutar bola matanya malas


" cepet mau ngomong apa,gua gak ada waktu" kata Jennie memalingkan wajahnya dari dilan


"Lo ketemu siapa tadi" tanya dilan


"calon suami gw" balas jennie


"jennn,Lo sadar gak sama apa yang Lo bilang"


"gw sadar' kata Jennie


"kalo Lo sadar seharusnya Lo minta izin sama gw buat nemuin dia terus Lo main peluk lagi,dan parahnya Lo nangisin pria brengs"k itu" kata dilan dengan suara tinggi


"dia bukan pria brengs*k" lawan Jennie tak kalah tinggi


"kalau bukan brengs*k apalagi,kalo dia sayang sama Lo, dia pasti gak akan pergi ninggalin Lo,dan kalo dia bener bener orang baik dia pasti gak bakal jadi orang ketiga" kata dilan dengan senyum mengejek


"Lo salah kalo ngatain dia.dia bukan pria brengsek, pria brengsek yang kenal itu Lo,Lo dilan Lo,katanya mantan tapi masih peduli,terus main tampar lagi sama calon istri nya tanpa tau penyebabnya,Lo pria brengsek Paling brengsek, lebih brengsek,dari pria brengsek lainnya, gua benci Lo,gua benciiii,dan yang seharusnya Lo bilang orang ketiga itu Luna,bukan bagas" kata Jennie mulai menangis


dilan kemudian membawa Jennie kepelukan nya sambil mengusap rambut panjang Jennie


"maaf" kata dilan


mereka kemudian memutuskan untuk pulang.


didalam mobil jennie membuka suaranya sambil memijat pelipisnya


"maaf di,gua mau bujuk papa buat ngebatalin perjodohan ini,gua gak mau terkurung dalam hubungan gak jelas ini, diluar sana masih ada cowo yang setia nunggu gw,gw juga minta tolong supaya Lo ikut andil dalam membatalkan perjodohan ini" kata Jennie tanpa melihat dilan


dilan segera menoleh ke arah Jennie,dia kemudian menepikan mobilnya


"Lo bilang apa jen" tanya dilan


"gw mau Lo batalin perjodohan ini"


"maaf gw gak bisa dan gak akan bisa" kata dilan datar


"apa karna cowo itu Lo jadi ngebatalin perjodohan ini Jen" batin dilan


"kenapa gak bisa,gua capek di,gua capek kalo cuman jadi pelampiasan lo, pipi gw aja masih merah gara gara Lo,dan Sekarang dengan egoisnya Lo gak mau ngebatalin perjodohan ini" kata Jennie tersenyum kecut


"maaf gw gak bisa" kata dilan kemudian melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi sangat tinggi hingga Jennie berteriak


"dilan gw gak mau mati muda,Gilak ya Lo ngajak cari maut"


dilan kembali menormalkan kecepatan mobilnya menjadi sedang,dia kemudian singgah disebuah restoran dilan segera menuju parkiran,dan memperkirakan mobilnya, sedangkan Jennie mengernyitkan dahinya bingung


"ayo turun" kata dilan


Jennie hanya mengiyakan dia kemudian turun dari mobilnya dilan


"eh ada si jennie sama siapa kesini,sama selingkuhannya ya", tanya Helena,Helena juga Ternyata ada direstoran itu


Jennie memutar bola matanya malas


"ma udah deh gak usah bikin ribut, katanya mami mau ngomong sama Jennie"


jennie sekarang paham ternyata dilan mencarinya hanya untuk menemui helena, mungkin kalo bukan Helena yang mau berbicara dengan Jennie,dilan pasti tidak akan menemui Jennie apalagi meminta Maaf.


"kalo nanti misalnya gua nikah sama dilan gua gak Boleh jatuh cinta sama nih playboy tengik,eh iya gua kan mau ngebatalin perjodohan ini hahaha" batin jennie kemudian tersenyum


"Jennie selain banyak punya selingkuhan ternyata agak sinting ya,gak ada hujan gak ada angin senyum senyum sendiri,hih ngeri deh mama"kata Helena dengan nada mengejek


lamunan Jennie buyar karena perkataan helena


"aduh Tante tante,saya kira beras ternyata terong,saya kira berkelas ternyata rempong" kata Jennie sambil tersenyum melipat kedua tangannya


"sini Lo Helena gua lawan juga ni emak emak,hahaha Untung nanti bukan gua yang bakal jadi menantunya" batin Jennie


helena bersiap siap menjambak rambut Jennie namun dilan melarangnya


"ma,kalo kayak gini kapan selesainya"


Helena kemudian menetralkan perasaannya dia kemudian membuka suara dengan aura sosialita kelas atas


"ikut saya" kata Helena


Jennie hanya mengiyakan


Jennie dan Helena kemudian duduk dibangku ujung tanpa adanya dilan.2 wanita beda generasi itu saling menatap dengan tatapan permusuhan


"Tante mau ngomong apa kalo bisa cepet ya Tan,saya ada urusan"


"ih pasti ketemu sama om om selingkuhannya ya, Tante kira beras ternyata pete,Tante kira berkelas ternyata lont*" kata helena membalas perkataan Jennie tadi dengan senyum kemenangan


Jennie dibuat melongo dengan perkataan helena yang ternyata bisa pantun pantunan


"udah ya Tan, terserah Tante mau bilang saya apa,saya mau pulang kalo gak ada yang mau dibicarain" kata Jennie beranjak pergi


"Jennie Tante belum selesai bicara gak sopan kamu ya" marah helena


"duduk" perintah Helena


Jennie kemudian menarik kursinya kembali dan duduk dengan mengangkat satu kakinya


Helena kemudian membuka suaranya...


Buat readers :


Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring


*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*


See U Next Time


Dukung Author Selalu Ya....


Byee :)