JENNIE ALEXXANDRA

JENNIE ALEXXANDRA
Kehilangan



"Bagas" kata Jennie dengan suara tinggi


Jennie Kemudian melepaskan gandengan tangannya dia kemudian mengejar laki laki yang dia sebut bagas


jennie menarik tangan kaki laki tersebut dengan nafas yang terengah-engah.


laki laki tersebut hanya diam mematung membelakangi Jennie.


Jennie kemudian memegang bahu dan memutar tubuh laki laki itu.


DEGGGGGG


Jennie melompat masuk kepelukan pria itu sambil menangis


"Bagas gua kangen,Lo kemana aja,pake acara ngilang segala" kata Jennie dalam pelukan bagas


Bagas diam mematung dia menahan air matanya agar tidak turun, perlahan dia kemudian membalas pelukan erat Jennie


"maaf" kata bagas sambil memeluk Jennie erat


sedangkan Jennie menangis sesegukan dipelukan Bagas


bagas yang menyadari kalau jennie menangis memutar tubuh jennie agar menghadap wajahnya


"hei Jane,kenapa Lo nangis" kata Bagas sambil menghapus air mata Jennie


Jennie tidak menggubris perkataan bagas, dia malah masuk lagi kedalam pelukan hangat Bagas


"Jane aduhh udah besar masih aja main lari larian capek gua ngejar untung masih muda" kata Michael yang menghampiri Jennie dengan nafas tersenggal tanpa melihat pria yang bersama Jennie


Jennie kemudian melepas pelukannya dan menghapus air mata nya


"hehehe maaf, cel kenalin bagas orang yang Selalu bikin gua kangen" kata Jennie sambil tersenyum


Michael kemudian menatap kearah bagas, tatapan mereka bertemu, tatapan yang berbeda dari tatapan orang asing yang baru mengenal,tatapan mereka seperti tatapan yang sulit diartikan.


Michael kemudian mengalihkan pandangannya,dia kemudian membuka suara


"Jane,gua pulang duluan ya,nanti kalo Lo udah selesai sama b-bagas Lo bisa telpon gua ok?" kata Michael tergagap menyebut nama bagas


"Lo pulang aja Michael ntar gua yang anterin Jennie" kata Bagas sambil tersenyum kearah Michael


Jennie mengernyitkan dahinya bingung


"loh,Lo kok tau namanya icel itu,michael?" tanya jennie dengan tatapan curiga


Michael menatap tajam kearah Bagas,sedangkan Bagas gelagapan menjawab pertanyaan Jennie, untungnya bunyi ponsel Michael berhasil mencairkan suasana tersebut.


"bentar ya gua angkat telepon dulu" kata Michael sambil melambaikan tangannya pada Jennie yang menganggukkan kepalanya,Bagas menanyakan banyak hal pada Jennie, mulai dari kabar Jennie kemudian tentang kalung yang Bagas berikan, Sampai gombal gombalan ala ala orang kangen. beberapa menit kemudian Michael menghampiri mereka


"Jen,gua pulang dulu ya mama gua telepon barusan,gua disuruh pulang udah malem" kata Michael


Jennie tadinya ingin ikut,tapi dicegah oleh bagas, Jennie kemudian memutuskan untuk bersama bagas, Michael hanya mengiyakan dia kemudian berpamitan pada keduanya


Michael masuk kemobilnya,dia bersandar dikursi kemudi mobil,dia memejamkan matanya seperti orang putus asa


"Jane maafin gw,gw gak bisa jadi sehabat yang baik buat Lo,gua ingkar janji" kata Michael masih setia memejamkan matanya


Jennie dan Bagas


Jennie masih memeluk Bagas


"Jane Lo mau kan maafin gw" tanya bagas sambil mengelus rambut panjang Jennie


"gw sih bisa maafin Lo,asal Lo tetep disini,dan Tolong keluarin gw dari lubang perjodohan ini" kata Jennie dengan wajah memelas


bagas menghembuskan nafasnya kasar


"gua juga pengen kayak gitu tapi maaf gua gak bisa" kata Bagas dengan raut wajah murung


Jennie melepas pelukannya dan menatap bagas


"lah kenapa,janji Adalah hutang lo" kata Jennie


"gua kan gak dapet janji " kata Bagas dengan senyum jahilnya


"yaudah janji sekarang"kata Jennie memberikan jadi kelingkingnya


"ok,gua janji nanti pulang dari korea gua bakal jemput lo,gua bakal jadiin Lo Nyonya Abraham yang cantik jelita" kata bagas sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Jennie


"gua harus bujuk papa supaya ngebatalin perjodohan, pokoknya harus, semangat Jane"batin Jennie


"Lo bakal tinggal disini berapa lama?"tanya Jennie


"malam ini terakhir" kata bagas sambil tersenyum


"lah kok cepet banget" balas Jennie


"iya lah gua kan kerja" kata bagas


"wih kerja apa tuh"


"kerja jadi pengisi hati Lo" gombal Bagas


jennie pipinya sudah seperti tomat dia menyembunyikan senyumnya


"ya boleh lah"


"jam berapa?" tanya Jennie kembali


"pagi jane,jam 8 gua udah terbang, berarti Lo temuin gua jam 6 ok,biar kita bisa jalan jalan dulu" usul Bagas


Jennie menganggukan kepalanya kemudian kembali memeluk Bagas hangat


"inget janji lo tadi" kata jennie


"iya gua pasti inget"


Mereka memutuskan untuk pulang karena jam sudah menunjuk pukul sepuluh malam


diperjalanan kerumah jennie tidak ada percakapan karena Jennie tertidur dimobil


setelah menempuh perjalanan,bagas kemudian membangunkan Jennie karena mereka telah sampai


jennie mengangguk,dia kemudian mencium pipi Bagas dengan keadaan masih setengah sadar


Bagas melongo, dia memegang pipinya yang dicium oleh Jennie, sambil tersenyum


Jennie segera berlari masuk kedalam rumahnya sambil melambaikan tangannya


setelah Jennie menghilang dari pandangannya Bagas termenung menatap langit-langit mobilnya,dia seperti terlihat memikul beban yang sangat berat,Bagas menghembuskan nafasnya kemudian mulai melajukan mobilnya kembali


keesokan harinya


*krinngggggggg*


alarm Jennie berbunyi, Jennie kemudian mematikan alarmnya dia melirik angka alarm sekilas, Jennie duduk ditepi ranjang sambil mengumpulkan nyawanya,jika bukan karena ingin mengantar Bagas dia tidak akan bangun pagi pagi sekali,ini pertama kalinya bagi Jennie bangun jam 4.30


setelah 20 menit diam jennie kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi,di kamar mandi dia tidak langsung mandi tapi berdiam diri lagi.setelah dirasa cukup dia kemudian menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air segar tersebut


Jennie sangat Sangat heboh mempersiapkan dirinya dia tak mau kehilangan kesempatan bertemu dengan bagas bukan untuk terakhir kalinya,setelah waktu menunjukkan pukul setengah enam Jennie menelpon bagas untuk menanyakan dimana mereka akan bertemu,Bagas mengatakan untuk bertemu langsung dibandara Jennie mengiyakan dia kemudian menutup sambungan telepon


"ma Jennie pergi dulu ya" kata jennie sambil menghampiri Dewi yang membaca majalah dengan teh hangat disampingnya


"tumben jam segini udah rapi mau kemana" tanya Dewi tanpa mengalihkan perhatian nya dari majalah yang dia baca


"Jennie mau nganter Bagas kebandara,dia mau pulang kekorea" balas Jennie


"oh yaudah hati hati titip salam sama bagas" perintah Dewi


jennie mengangguk dan berlari menuju garasi dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil melihat kesibukan kota yang tiada henti


setelah menempuh perjalanan, Jennie sampai dibandara dia kemudian turun dari mobilnya dan menelepon Bagas menanyakan keberadaannya


Jennie kemudian berlari menuju


taman bandara,disana dia sedang melihat bagas dengan kopernya


" Bagas" kata Jennie sambil melambaikan tangannya kearah Bagas,dia kemudian menghampirinya dan memeluk bagas,Bagas pun membalas pelukan Jennie,dia berbincang sejenak dengan Bagas,mereka kemudian memilih berjalan jalan disekitar taman karena takut terlambat pesawat


Jennie dan bagas berjalan santai dibandara sambil bergandengan tangan


tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 Jennie dan bagas kemudian masuk kedalam bandara, Jennie memberi Hadiah perpisahan sebuah boneka Teddy mini dengan tulisan RubyJane


Bagas menerimanya dengan senyum mengembang, sedangkan Jennie seperti akan menangis, Bagas menenangkan Jennie dengan sebuah pelukan hangat


sebuah suara peringatan melepas pelukan Jennie dan bagas.mereka mendengarkan suara tersebut dengan seksama


suara tersebut memberitahu bahwa orang orang yang pergi kekorea dengan jam 08.00 untuk segera menaiki pesawat


Jennie menangis seperti anak kecil enggan melepas pelukannya


"Jane tadi kan kamu udah janji kalo kamu ikut gak boleh nangis" kata bagas lembut


Jennie diam tidak menggubrisnya Bagas kemudian menghela nafasnya


"tenang aja Jane aku gak bakal cari calon istri dikorea nanti calon istriku Cuman Jennie seorang,nanti aku janji kalo aku udah sukses aku bakal jemput kamu ok" rayu bagas


Jennie kemudian melepaskan pelukannya dia menggenggam tangan Bagas sesaat kemudian melepaskan nya lagi


"hati hati inget jangan cari calon istri,aku nunggu kamu disini" kata Jennie dengan air mata yang terus mengalir


Bagas mengangguk dia kemudian memeluk Jennie singkat sesaat sebelum tubuhnya hilang diantara kerumunan orang orang


Jennie memejamkan matanya sambil mendoakan agar Bagas selamat sampai tujuan, sepulang dari bandara dia harus membujuk papanya agar membatalkan perjodohan ini.


Jennie duduk dibangku bandara sendirian sambil termenung.sebuah suara membuat lamunannya menjadi buyar.


Buat readers :


Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring


*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*


See U Next Time


Dukung Author Selalu Ya....


Byee :)