
"Bagas" kata Jennie dengan suara tinggi
Jennie Kemudian melepaskan gandengan tangannya dia kemudian mengejar laki laki yang dia sebut bagas
jennie menarik tangan kaki laki tersebut dengan nafas yang terengah-engah.
laki laki tersebut hanya diam mematung membelakangi Jennie.
Jennie kemudian memegang bahu dan memutar tubuh laki laki itu.
DEGGGGGG
Jennie melompat masuk kepelukan pria itu sambil menangis
"Bagas gua kangen,Lo kemana aja,pake acara ngilang segala" kata Jennie dalam pelukan bagas
Bagas diam mematung dia menahan air matanya agar tidak turun, perlahan dia kemudian membalas pelukan erat Jennie
"maaf" kata bagas sambil memeluk Jennie erat
sedangkan Jennie menangis sesegukan dipelukan Bagas
bagas yang menyadari kalau jennie menangis memutar tubuh jennie agar menghadap wajahnya
"hei Jane,kenapa Lo nangis" kata Bagas sambil menghapus air mata Jennie
Jennie tidak menggubris perkataan bagas, dia malah masuk lagi kedalam pelukan hangat Bagas
"Jane aduhh udah besar masih aja main lari larian capek gua ngejar untung masih muda" kata Michael yang menghampiri Jennie dengan nafas tersenggal tanpa melihat pria yang bersama Jennie
Jennie kemudian melepas pelukannya dan menghapus air mata nya
"hehehe maaf, cel kenalin bagas orang yang Selalu bikin gua kangen" kata Jennie sambil tersenyum
Michael kemudian menatap kearah bagas, tatapan mereka bertemu, tatapan yang berbeda dari tatapan orang asing yang baru mengenal,tatapan mereka seperti tatapan yang sulit diartikan.
Michael kemudian mengalihkan pandangannya,dia kemudian membuka suara
"Jane,gua pulang duluan ya,nanti kalo Lo udah selesai sama b-bagas Lo bisa telpon gua ok?" kata Michael tergagap menyebut nama bagas
"Lo pulang aja Michael ntar gua yang anterin Jennie" kata Bagas sambil tersenyum kearah Michael
Jennie mengernyitkan dahinya bingung
"loh,Lo kok tau namanya icel itu,michael?" tanya jennie dengan tatapan curiga
Michael menatap tajam kearah Bagas,sedangkan Bagas gelagapan menjawab pertanyaan Jennie, untungnya bunyi ponsel Michael berhasil mencairkan suasana tersebut.
"bentar ya gua angkat telepon dulu" kata Michael sambil melambaikan tangannya pada Jennie yang menganggukkan kepalanya,Bagas menanyakan banyak hal pada Jennie, mulai dari kabar Jennie kemudian tentang kalung yang Bagas berikan, Sampai gombal gombalan ala ala orang kangen. beberapa menit kemudian Michael menghampiri mereka
"Jen,gua pulang dulu ya mama gua telepon barusan,gua disuruh pulang udah malem" kata Michael
Jennie tadinya ingin ikut,tapi dicegah oleh bagas, Jennie kemudian memutuskan untuk bersama bagas, Michael hanya mengiyakan dia kemudian berpamitan pada keduanya
Michael masuk kemobilnya,dia bersandar dikursi kemudi mobil,dia memejamkan matanya seperti orang putus asa
"Jane maafin gw,gw gak bisa jadi sehabat yang baik buat Lo,gua ingkar janji" kata Michael masih setia memejamkan matanya
Jennie dan Bagas
Jennie masih memeluk Bagas
"Jane Lo mau kan maafin gw" tanya bagas sambil mengelus rambut panjang Jennie
"gw sih bisa maafin Lo,asal Lo tetep disini,dan Tolong keluarin gw dari lubang perjodohan ini" kata Jennie dengan wajah memelas
bagas menghembuskan nafasnya kasar
"gua juga pengen kayak gitu tapi maaf gua gak bisa" kata Bagas dengan raut wajah murung
Jennie melepas pelukannya dan menatap bagas
"lah kenapa,janji Adalah hutang lo" kata Jennie
"gua kan gak dapet janji " kata Bagas dengan senyum jahilnya
"yaudah janji sekarang"kata Jennie memberikan jadi kelingkingnya
"ok,gua janji nanti pulang dari korea gua bakal jemput lo,gua bakal jadiin Lo Nyonya Abraham yang cantik jelita" kata bagas sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Jennie
"gua harus bujuk papa supaya ngebatalin perjodohan, pokoknya harus, semangat Jane"batin Jennie
"Lo bakal tinggal disini berapa lama?"tanya Jennie
"malam ini terakhir" kata bagas sambil tersenyum
"lah kok cepet banget" balas Jennie
"iya lah gua kan kerja" kata bagas
"wih kerja apa tuh"
"kerja jadi pengisi hati Lo" gombal Bagas
jennie pipinya sudah seperti tomat dia menyembunyikan senyumnya
"ya boleh lah"
"jam berapa?" tanya Jennie kembali
"pagi jane,jam 8 gua udah terbang, berarti Lo temuin gua jam 6 ok,biar kita bisa jalan jalan dulu" usul Bagas
Jennie menganggukan kepalanya kemudian kembali memeluk Bagas hangat
"inget janji lo tadi" kata jennie
"iya gua pasti inget"
Mereka memutuskan untuk pulang karena jam sudah menunjuk pukul sepuluh malam
diperjalanan kerumah jennie tidak ada percakapan karena Jennie tertidur dimobil
setelah menempuh perjalanan,bagas kemudian membangunkan Jennie karena mereka telah sampai
jennie mengangguk,dia kemudian mencium pipi Bagas dengan keadaan masih setengah sadar
Bagas melongo, dia memegang pipinya yang dicium oleh Jennie, sambil tersenyum
Jennie segera berlari masuk kedalam rumahnya sambil melambaikan tangannya
setelah Jennie menghilang dari pandangannya Bagas termenung menatap langit-langit mobilnya,dia seperti terlihat memikul beban yang sangat berat,Bagas menghembuskan nafasnya kemudian mulai melajukan mobilnya kembali
keesokan harinya
*krinngggggggg*
alarm Jennie berbunyi, Jennie kemudian mematikan alarmnya dia melirik angka alarm sekilas, Jennie duduk ditepi ranjang sambil mengumpulkan nyawanya,jika bukan karena ingin mengantar Bagas dia tidak akan bangun pagi pagi sekali,ini pertama kalinya bagi Jennie bangun jam 4.30
setelah 20 menit diam jennie kemudian berdiri dan berjalan menuju kamar mandi,di kamar mandi dia tidak langsung mandi tapi berdiam diri lagi.setelah dirasa cukup dia kemudian menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya dengan air segar tersebut
Jennie sangat Sangat heboh mempersiapkan dirinya dia tak mau kehilangan kesempatan bertemu dengan bagas bukan untuk terakhir kalinya,setelah waktu menunjukkan pukul setengah enam Jennie menelpon bagas untuk menanyakan dimana mereka akan bertemu,Bagas mengatakan untuk bertemu langsung dibandara Jennie mengiyakan dia kemudian menutup sambungan telepon
"ma Jennie pergi dulu ya" kata jennie sambil menghampiri Dewi yang membaca majalah dengan teh hangat disampingnya
"tumben jam segini udah rapi mau kemana" tanya Dewi tanpa mengalihkan perhatian nya dari majalah yang dia baca
"Jennie mau nganter Bagas kebandara,dia mau pulang kekorea" balas Jennie
"oh yaudah hati hati titip salam sama bagas" perintah Dewi
jennie mengangguk dan berlari menuju garasi dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil melihat kesibukan kota yang tiada henti
setelah menempuh perjalanan, Jennie sampai dibandara dia kemudian turun dari mobilnya dan menelepon Bagas menanyakan keberadaannya
Jennie kemudian berlari menuju
taman bandara,disana dia sedang melihat bagas dengan kopernya
" Bagas" kata Jennie sambil melambaikan tangannya kearah Bagas,dia kemudian menghampirinya dan memeluk bagas,Bagas pun membalas pelukan Jennie,dia berbincang sejenak dengan Bagas,mereka kemudian memilih berjalan jalan disekitar taman karena takut terlambat pesawat
Jennie dan bagas berjalan santai dibandara sambil bergandengan tangan
tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 Jennie dan bagas kemudian masuk kedalam bandara, Jennie memberi Hadiah perpisahan sebuah boneka Teddy mini dengan tulisan RubyJane
Bagas menerimanya dengan senyum mengembang, sedangkan Jennie seperti akan menangis, Bagas menenangkan Jennie dengan sebuah pelukan hangat
sebuah suara peringatan melepas pelukan Jennie dan bagas.mereka mendengarkan suara tersebut dengan seksama
suara tersebut memberitahu bahwa orang orang yang pergi kekorea dengan jam 08.00 untuk segera menaiki pesawat
Jennie menangis seperti anak kecil enggan melepas pelukannya
"Jane tadi kan kamu udah janji kalo kamu ikut gak boleh nangis" kata bagas lembut
Jennie diam tidak menggubrisnya Bagas kemudian menghela nafasnya
"tenang aja Jane aku gak bakal cari calon istri dikorea nanti calon istriku Cuman Jennie seorang,nanti aku janji kalo aku udah sukses aku bakal jemput kamu ok" rayu bagas
Jennie kemudian melepaskan pelukannya dia menggenggam tangan Bagas sesaat kemudian melepaskan nya lagi
"hati hati inget jangan cari calon istri,aku nunggu kamu disini" kata Jennie dengan air mata yang terus mengalir
Bagas mengangguk dia kemudian memeluk Jennie singkat sesaat sebelum tubuhnya hilang diantara kerumunan orang orang
Jennie memejamkan matanya sambil mendoakan agar Bagas selamat sampai tujuan, sepulang dari bandara dia harus membujuk papanya agar membatalkan perjodohan ini.
Jennie duduk dibangku bandara sendirian sambil termenung.sebuah suara membuat lamunannya menjadi buyar.
Buat readers :
Maaf ya kalo karya author banyak yang salah,maklumin author baru nulis novel,kalo ada masukan kasi tau dikomen ya nanti pasti author balas,maaf juga kalo author update nya gak nentu,author sibuk daring
*Dukung Author Selalu Ya Readers,Jangan Lupa Like Nya Like Dari Kalian Sangat Berarti Buat Author*
See U Next Time
Dukung Author Selalu Ya....
Byee :)