Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru

Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru
Mizuha Nedes



Setelah menghentikan mereka bertiga, akhirnya aku bisa membuat mereka saling berbicara.


" Manusia, siapa namamu? Kau sangat luar biasa bisa menahan serangan kami"


" Sangat terhormat dipuji oleh Supreme Dragon"


" Tentu saja, belum ada manusia selain pahlawan terdahulu yang bisa menahan serangan kami"


" Yanagi, Yanagi K. Nightwalr"


" Yanagi? Apa kau punya hubungan dengan dewa para ksatria Yanagi? "


" Aahhh...... Aku hanya penganut ajaran Dewa Yanagi"


" Perkenalkan aku adalah Orcus Nedes dan dia adikku Nea Nedes"


" Cepat, tidak usah basa basi. Jika kalian ingin menghentikanku maaf saja--"


" Bukan begitu, Mizuha kawanku. Kami pergi bukan karena tidak peduli dengan apa yang terjadi dulu"


" LALU APA!! Kalian meninggalkan kami diketerpurukan, bahkan tidak membalaskan dendam teman kita"


" Manusia tidak sepenuhnya salah. Memang benar yang membunuh teman-teman kita adalah manusia tapi bukan berarti kita bisa menyalahkan manusia lain"


" Yang dikatakan Aniki benar. Kami juga marah dan sedih tapi dari pada membalas dendam, kami mencari sebuah Skill kuno untuk membangkitkan orang mati"


" Tanpa kalian katakan, aku sudah tahu. Maka aku membutuhkan 30.000 nyawa untuk bayarannya"


" Skill yang kami dapat tidak perlu mengorbankannya nyawa tapi hanya bisa menghidupkan orang selama 5 jam saja"


" Hah! Skill yang tidak berguna"


" Bagaimana kalau kita memakai itu untuk menghidupkan Hina dan bertanya apa dia mau dihidupkan kembali"


" Omong kosong, lebih baik kalian pergi jika tidak ingin membantu--"


" Kurasa patut dicoba"


" Manusia... Kau... Baiklah, jika Hina berkata ingin membalas dendam maka nyawa kalian akan aku gunakan juga"


Kami pun menuju ke sebuah pondok kecil, didalamnya terdapat tubuh Lamia yang dikelilingi oleh kabut dingin.


" Heal Of Tree Life"


Orcus menggunakan skill-nya dan tubuh lamia yang pucat itu menyegar lalu terbangun.


" Hoah.... Emm? Kenapa aku ada disini? "


" Hina... "


Mizuha pun memeluk Hina dengan erat.


" M-mizuha-sama!? "


" Hina, aku sangat merindukanmu"


" Benar juga, aku sudah mati. Tapi kenapa aku hidup lagi"


" Itu karena Skill milik mereka berdua"


" Orcus-sama? Nea-sama? Lalu anda?"


" Yanagi"


" Hina, kau hanya punya waktu 5 jam sebelum kembali mati. Apakah kau mau dihidupkan kembali? "


" Tentu saja tidak"


Jawaban dari Hina yang cepat mengejutkan semua orang disini.


" Hina!! Apa kau tidak marah dengan manusia atas mereka perbuat"


" Tentu saja aku marah sekali. Bukan hanya aku tapi yang lain juga dibunuh"


" Lalu kenapa!? "


" Habis, anda ingin menghidupkan kami dengan nyawa orang lain. Tentu saja aku menolak, mereka adalah orang yang tidak berdosa"


" K-kau... Kau bukan Hina, Orcus pasti kau telah merencanakan ini--"


Hina memeluk Mizuha dengan lembut dan berkata.


" Ini saya, jika tidak percaya anda bisa memastikannya"


" Saint of Wisdom"


" 100% dia adalah Hina, tidak ditemukan rekayasa dalam skill"


" Mana mungkin! "


" Kakak, ada pasukan yang telah memasuki Acarion!! "


" Hah... Kalian berbincanglah disini, ada urusan yang aku harus bereskan"


" Yanagi, Urusan apa? "


" Yang pasti berurusan dengan 2.000 orang"


AUTHOR POV


Dengan Memegang Neko Yaiba dia maju ke depan pasukan yang yang sudah memasuki wilayah Acarion.


" Ahaha.... Rupanya ada manusia lagi yang terselamatkan, cepat pergi dari sini. Tempat ini akan menjadi medan perang"


" Kalau boleh tahu siapa yang akan kalian lawan"


" Tentu saja Raja dari Acarion. Hanya seekor monster berani sekali membantai manusia, KITALAH PARA MANUSIA YANG PANTAS MEMBANTAI MEREKA!!


Mereka adalah ciptaan dewa yang bertujuan untuk dibunuh manusia! "


Wajah Yanagi menjadi masam karena apa yang dikatakan oleh prajurit itu.


" Sebaiknya kalian pergi dari sini"


" Hah? Tenang saja kami sudah cukup untuk mengalahkan dia"


" Bukan...."


" Kalau tidak ingin kuhabisi, pergilah"


" Kau!! Salah satu pengikutnya?"


" Bukan, disini aku hanyalah seorang nelayan"


MIZUHA POV


Aku mencoba mengikuti Yanagi saat dia pergi. Orcus, Nea dan Hina bersamaku, kami mencoba melihat apa yang terjadi. Berani sekali dia pergi tanpa ijin dariku.


" Sepertinya kita sudah sampai. Aniki lihat! Terdapat 2.000 pasukan"


" Aku tahu, lalu mereka memiliki kekuatan setingkat dengan monster kelas A dan keempat pemimpinnya S"


" Apa yang kita tunggu! Ayo bantu dia"


" Tunggu, kita lihat dulu. Aku penasaran dengan kemampuan dari orang yang bisa menahan serangan kita"


Peperangan pun dimulai, Manusia itu melawan 2.000 pasukan sendiri. Terlihat dia dikerubungi oleh pasukan yang kuat.


" Hah! memang lemah, hanya melawan sekumpulan hama saja dia kewalahan"


" Mizuha-sama, tentu saja dia kewalahan. Aku melihat kalau ada tulang ditangannya yang patah, pasti dia tidak bisa menahan hentakan pedang yang kuat"


" Lalu kau bilang kewalahan? Temanku Mizuha lihatlah! Wajahnya dia sama sekali tidak menunjukkan wajah yang gentar dan lihat juga kakinya, dia sama sekali tidak melangkah seinci pun"


Walau aku membenci hal itu tapi benar, dia sama sekali tidak bergerak seinci pun dan gentar. Siapa manusia ini.


" Mizuha-sama, lihat wajahnya. Dia sangat menikmati pertarungannya, dia sama seperti anda dulu"


" Hah? "


" Mizuha-sama, Anda selalu tersenyum walau sedang bertarung. Itulah yang membuat kami selalu ingin disamping anda selamanya, Saya, Taroumaru, Ouzen, Souma, dan Suna. Jadi aku mohon lepaskan saya dan yang lain lalu kembalilah tersenyum seperti dulu, kembalilah menjadi Mizuha-sama yang kami cintai. Tuan kami Mizuha Nedes"


YANAGI POV


" Apa kalian Kalah dengan seorang Nelayan? "


" SEMUANYA!! BUNUH ORANG ITU!! "


" Apa aku terlalu berlebihan? Biarkan saja, akan lebih bagus cepat selesai. Tanganku ini hampir diambang batas"


Tiba-tiba muncul ledakan disebelah kiri.


" BEAST KING MIZUHA ADA DISINI!!!"


Terlihat Mizuha melesat sambil menyerang musuh. Hanya beberapa saat dia menghabisi banyak orang dan sampai disisiku.


" Heee... Tidak memakai sihirmu? "


" Hah! Hanya melawan para manusia lemah cukup pedangku ini lagipula aku merasa kasihan dengan mereka jika langsung mati"


" Kau.... Kalau begitu ayo kita bertanding, siapa yang paling banyak mengalahkan pasukan"


" Menarik"


" Kalau begitu ayo "


" Saint of Wisdom"