
Sebulan setelah berpisah dari Anna, Morette dan Giomadera mendatangiku untuk meminta bantuan. Di Daerah Selatan terdapat sebuah kerajaan monster bernama Acarion, Morette mengatakan kalau rajanya adalah salah satu dari Raja Iblis yang kejam. 1 tahun yang lalu 20.000 pasukan dari kerajaan lain dibantai dengan sadis oleh satu orang yang tidak lain adalah raja dari Acarion. Beast King of Acarion adalah julukannya karena memiliki pasukan monster kelas atas, dan menguasai hampir satu pulau Acaria. Para dewa tidak berani turun tangan karena takut sang raja akan menyerang mereka, disebabkan sang raja memiliki kekuatan setera dengan para dewa dan mungkin melebihi kekuatan beberapa dewa. Karena diriku sekarang manusia, Morette dan Giomadera memintaku agar berpura-pura sebagai penduduk dan mencoba untuk mengembalikan sang raja menjadi orang yang baik lagi. Awalnya aku kurang setuju, karena kekuatanku saja sudah tidak selevel dewa lagi. Tapi, karena mereka bilang ini juga permintaan khusus dari Aoi apa dayaku. Seorang teman, kakak dan adik meminta bantuan, akhirnya aku menyutujui permintaan mereka. Dan sudah 1 minggu aku telah menyamar sebagai penduduk.
" Paman, ini hasil menjaring hari ini"
" Seperti biasa, hasil tangkapanmu banyak sekali. Baru seminggu disini kau sudah menjadi nelayan terbaik disini"
" Bukan apa-apa paman"
" JANGAN!! TOLONG JANGAN BAWA ANAK KAMI!!! "
Saat sedang berbincang, terdengar kalau ada teriakan dari sebuah rumah dekat pantai. Terlihat 2 lizardman sedang merebut seorang gadis dari keluarganya.
" Ibu.. Ayah.. Biarkan aku dibawa, dengan begitu keluarga kita tidak anda tanggungan jiwa lagi"
" Tidak!! Lebih baik ibu yang dibawa, kau masih muda. Tolong biarkan aku yang menggantikan anakku"
" Hei, bisa lepaskan gadis ini sebentar"
" Hoi nak! Apa yang kau lakukan?"
" Heemm? "
" Bukankah kasihan melihat mereka sedih? Apa kau bisa lepaskan?"
" Ini adalah peraturan dari raja, semua rakyat disini harus mematuhi aturan"
" Nak sudahlah, lebih baik kita pergi. Berbahaya kalau berurusan dengan raja"
" Tenang paman. Ketentuannya, siapa saja boleh menggantikan orang yang akan dibawa jika masih berumur dibawah 18 tahun bukan? Aku sekarang berumur 14 tahun, jadi aku bisa menggantikan gadis ini kan"
" Kau ingin jadi pahlawan? Tapi baiklah, kau akan menggantikan gadis ini"
" Hoi nak!! "
" Tenang paman, aku akan kembali"
Para lizardman pun membawaku di alun-alun dekat istana, disana ada sekitar 200 orang yang rencananya akan dibunuh. Tidak lama, raja pun datang dan berdiri di balkon istana.
(lupa sama nama bagian istananya)
" Raja? Entah kenapa kalau aku lihat dia malah seperti perempuan"
" Dengarkan, hari ini kalian akan mempersembahkan nyawa kalian kepada kerajaan. Kuberi satu kesempatan untuk meminta permohonan asal kalian bisa mengalahkan salah satu pengikutku"
Tidak ada yang bersuara, mereka perpikir bawah sama saja dengan langsung dibunuh jika mengikuti duel itu. Para warga tidak ada yang memiliki kemampuan melebihi bahkan menyamai kemampuan para pengikut raja.
" Aku ingin mengajukan permohonan"
Semuanya langsung menatapku saat aku unjuk suara.
" Heeh.... Ternyata setelah 1 tahun lamanya, ada orang yang berani untuk unjuk suara. Sebutkan namamu"
" Yanagi"
" Yanagi? Seorang manusia sepertimu memakai nama seorang dewa? "
" Jadi Anda tahu tentang Dewa Yanagi? Kukira selama ini namanya telah menghilang dari peradaban manusia"
" Boleh juga, akan kulihat seberapa kuatnya kau sampai berani memakai nama salah satu dewa"
Aku pun maju ke arena, disana aku di perbolehkan memakai senjata apapun disana untuk duel.
" Heh? Tidak ada pedang? Tuanku, apakah tidak ada pedang disini? "
" Pedang adalah senjata yang rapuh, disana terdapat senjata yang lebih kuat kau boleh memakainya"
" Apakah pedang milik anda bisa saya pilih"
" Ppfftt.... Hahahahhaha... Manusia, pedang ini tidak akan bisa diangkat olehmu. Bahkan pengikut terkuatku tidak bisa memakainya, hanya aku seorang yang bisa memakainya"
" Bukankah kita tidak tahu sebelum mencobanya"
" Baiklah, ambil pedangku. Jika kau tidak bisa mengangkatnya kau akan langsung dieksekusi"
" Hoi.. Hoi... Apa-apaan dengan berat pedang ini"
Walau aku memegang pedang ini dengan kedua tanganku dengan tenaga yang lumayan besar, tapi berat pedang ini mungkin lebih berat dari patung emas milik Mouness di kerajaan yang berada sebelah Timur.
" Hooo... Kupuji kau bisa mengangkat pedangku. Kubigiri majulah! "
" Hahah... Walau tidak dengan sengaja mengeluarkan auranya, auranya masih sangat terasa"
" Duel dimulai sekarang! "
" Aku tidak bisa mengangkat pedang ini terlalu lama, selain beratnya dia juga menyerap mana-ku selama aku memegangnya.
Baiklah, satu serangan mematikan ini akan selesai. Cross Air Slash, aku tidak bisa memakainya tapi bentuk awalnya Rage Slash. Dengan posisi yang tepat, memanfaatkan berat pedang dan Sedikit ledakan mana pasti cukup.
Rage Slash!! "
Satu tebasan memotong pedang dan orc itu menjadi 2. Setelah selesai aku langsung menjatuhkan pedang itu karena tiba-tiba menyerap mana-ku sehabis menggunakan jurus itu.
" Luar biasa!! Manusia, kau adalah orang pertama yang bisa mengalahkan pengikutku.
Akan aku turuti satu permohonanmu dan maukah kau menjadi pengikutku? "
" Kalau begitu apa anda bisa berhenti mengorbankan nyawa orang lain lagi?"
" Apa? "
Muncul aura yang sangat besar di sekitarnya, bahkan aku benar-benar merasa kalau dia masih bisa menang melawan 3 dewa sekaligus.
" Lupakan itu dan masuklah ke pasukanku kalau kau tidak ingin mati"
" Maaf, aku adalah orang yang lumayan keras kepala"
"....."
"Mizu no Tsurugi!! "
TAANG!!!
" Untunglah aku membawa satu pedangku, tapi yang benar saja. Kecepatan dari tebasannya sangat cepat, kalau bukan aku pasti orang itu sudah terpotong"
" Aku memberimu sebuah anugrah tapi kau menolaknya?"
" Maaf saja, aku sangat menentangmu mengorbankan nyawa manusia"
" Kau--"
" Rrooaaar!!! "
" Kalian lagi?"
" Hentikan perbuatanmu Mizuha!! "
" Mizuha!? Apa dia dari jepang juga? "
" Apa kalian mau begitu saja membiarkan apa yang manusia perbuat!!"
" Tapi mereka bukan manusia seperti orang-orang itu"
" Aku tidak bisa memaafkan apa yang mereka lakukan pada yang lain dan Hina!! "
Dia pun melawan 2 Supreme Dragon itu. Benturan kekuatan mereka membuat angin bertiup kencang seperi badai. Supreme Dragon adalah ras naga terkuat didunia mereka adalah keberadaan yang menyamai Mouness.
" Kalau seperti ini, orang-orang disini bisa terluka. Ayolah, aku kupertaruhkan semua manaku untuk menahan serangan mereka"
Aku melesat maju dan menyalurkan seluruh mana-ku ke tanganku.
" Arrg... Kedua tanganku sepertinya patah.
Berhentilah kalian dan bicara baik-baik"