
" Bukankah ini perlengkapan pentas? Kenapa dipakai sekarang? "
" Ini adalah kebiasaan kami memakai sebagian kostum pentas untuk berlatih "
" Aaa..... "
Dari belakang muncul Boudica-san dengan rambut bagian bawahnya diwarnai biru kehijauan lalu dengan kuku yang sudah diwarnai denga warna yang sama.
" Maaf ya, Yanagi-kun "
" Tidak masalah "
" Bou-chan!!! Emm.... Kamu selalu cantik "
Salah satu senpai langsung memeluk Boudica-san dengan gemas tapi Boudica-san tampak malu karena panggilannya didengar olehku. Setelah itu aku juga harus memakai lensa kontak warna merah dan mewarnai kuku menjadi merah. Sesudah itu aku memakai wig lalu latihan dimulai.
" Stella, aku akan selalu disampingmu setelah manusia dapat menerima ras-ku. Disaat itu juga ikutlah denganku ke daerah dekat pantai dan membangun rumah kecil untuk kita dan anak-anak kita kelak nanti "
" Pfffttt...... "
" Eehh?? "
" Boudica-chan, lagi-lagi kebiasanmu muncul lagi "
" Maaf, hanya saja aku sedikit aneh saja melihat orang yang benar-benar menghayatinya. Rasanya malah aku benar-benar dilamar. Yanagi-kun, kamu punya pacar banyak? Atau malah sudah punya anak? Pasti kamu sudah berpengalaman sampai bisa menghayati seperti ini "
" Aahh!? T-tidak... Sama sekali "
(Author: 50% bohong, udah punya anak tapi cuma punya cewek 1. Malah berhubungan badan sampai 1 tahun lebih)
" Benarkah? "
" Y--ya..... "
Setelah itu kami semua mengulangi latihan sampai paham dan hafal. Kami berlatih dari pukul 9 malam sampai 12 malam, sehabis latihan selesai sebagian tidur di kamar yang sudah disiapkan dan sebagian berkumpul di ruang tengah villa dan bercerita tentang cerita horor.
" Senpai-tachi, masih belum ingin tidur? "
" Tidak, jika ingin tidur silahkan "
" Ahh... Kurasa nanti, jika aku tertidur jam segini malah akan mendapatkan mimpi buruk "
" Mitos darimana itu? "
" Dari orang aneh "
Aku pun ikut mendengarkan ceritanya. Dimulai dari Eiko senpai. Semua lampu dimatikan lalu cerita dimulai.
" Jadi ini ada cerita dari kenalanku, Saat musim gugur dan pada sore hari. Kenalanku beserta temannya pulang dari kantor dan pergi menuju ke sebuah kafe yang biasa mereka datangi. Sesampainya disana kafe itu terlihat terbuka namun sangat sepi. Mereka pun masuk kafe itu lalu memesan beberapa minuman. Disana ada pelayan sekaligus pemilik kafe bernama Asakagi Miko. Dia adalah perempuan cantik yang disukai oleh kenalanku. Seperti biasa mereka berbincang-bincang agak lama, sampai Miko-san mengatakan agar mereka pulang karena kafe tutup lebih awal. Sebelum pulang, teman perempuan kenalanku mengajak mereka berfoto seperti biasanya. Miko-san saat itu juga ada didalam foto itu juga. Sesampainya dirumah kenalanku berniat berpacaran dengan Miko-san esok hari. Malamnya dia pun tertidur, ditengah malam dia merasakan kalau tidurnya tidak nyenyak. Lalu entah mengapa dia merasa kalau tempatnya itu pengap dan terdengar seperti suara langkah kaki dari tangga "
Entah kenapa saat mulai dipertengahan cerita terasa kalau disini menjadi sedikit mencekram kalau dilihat dari ekspresi yang lainnya. Aku tidak ambil pikir dan menikmati ceritanya.
" Terdengar juga sayup-sayup suara perempuan menangis. Kenalanku mengira kalau itu adalah kakak perempuannya yang baru pulang bekerja juga. Karena dia penasaran kenapa kakaknya menangis dia pun keluar dari kamar lalu dia melihat kalau tidak ada siapa-siapa dirumahnya selain dia dan semua lampu mati entah kenapa dan suasana agak mencengkram. Dia berpikir kalau dia berhalusinasi karena film horor yang kemarin dia tonton. Saat masuk kedalam kamar, suara tangisan itu lagi mulai terdengar. Dia pun mengecek lagi dan tidak ada siapa-siapa. Dia pun merasa sedikit merinding karena hal ini dan memilih untuk keluar ke kedai ramen. Disana dia memesan 1 ramen ukuran besar dan mendapatkan bonus topping karena pemilik kedai dan kenalanku cukup akrab "
" Entah kenapa mendengar kata ramen aku jadi sedikit lapar "
" Disana dia juga melihat pemilik ramen tampak sedih. Karena penasaran dia pun bertanya dan pemilik kedai itu menjawab ' Saya mendapatkan pesan kalau Miko-san meninggal saat sore hari ini dikarenakan tertabrak oleh truk "
(Kalau lain cerita, tabrak truk auto ke Isekai)
" Kenalanku pun merinding mendengar hal itu, padahal dia dan teman-temannya baru saja ke kafe dan bertemu dengan Miko-san. Dia mencoba melihat foto-foto tadi dan terlihat hanya ada dia dan teman-temannya tanpa Miko-san lalu kafe dalam keadaan belum dirapikan dan lampu mati. Sekarang tebak, siapa yang mereka temui? lalu suara siapa yang kenalanku dengar? apakah suara Miko-san yang mati? "
Semuanya pun bercerita secara bergantian. Cerita mereka sangat seru dan menarik bagiku. Ada yang berkisah tentang kelas berhantu, guru misterius, bahkan ekspedisi kelas berhantu yang berujung hal menakutkan. Sampai pukul 1 lebih 15 kami merasa lapar.
" Di dapur ada banyak ramen cup, kalian bisa memakannya kalau mau "
" Bou-chan arigatou! "
Mereka pun ke dapur dan sekarang hanya aku dengan Boudica-san.
" Yanagi-kun, kamu tidak lapar? "
" Sebenarnya lumayan lapar "
" Kenapa tidak ikut ke dapur dan membuat ramen cup? "
" Ya, bagaimana ya........ Aku tipe orang yang akan makan sangat banyak kalau memakan makanan favoritku "
" Kalau begitu tidak apa-apa, lagian cukup banyak yang tersedia "
" Ya, rasanya sedikit tidak enak kalau menghabiskan makan yang banyak dirumah orang lain apalagi yang baru saja dikenal-- "
" Tidak masalah, tidak apa-apa kok "
Saat itu gelang milikku sedikit bersinar, karena itu aku beralasan keluar sebentar untuk menelpon.
" Ayah!!! "
" Kalian!? Kenapa menghubungi ayah jam segini? "
" Kami mau makan sushi!! "
" Sekarang ayah sedang sibuk. Jika ayah sudah pulang akan ayah ajak makan sushi "
" Janji!!! "
" Iya, ayah berjanji "
" Yayy.... Kami sayang ayah! "
Setelah itu gelangku kembali normal.
" Mereka ini padahal sudah dewasa tapi masih saja bertingkah seperti anak kecil. Maa.... Aku yang nyuruh mereka lebih manja karena mereka saat kecil belum pernah dimanjakan oleh Zadeath dan aku "
Aku pun kembali ke ruang tengah dan melihat para senpai sudah kembali dan Boudica-san tidak terlihat disana. Hagure senpai mengatakan kalau Boudica senpai sudah tidak ada disini saat mereka kembali. Karena aku lapar aku pun ke dapur untuk membuat satu ramen cup walau bagiku itu tidak mengenyangkan. Saat perjalanan entah kenapa aku baru ingat kalau aku tidak tahu jalan ke dapur, aku juga lupa jalan menuju ruang tengah karena banyak lorong dan villa ini sangat luas. Bahkan ada beberapa tempat yang harus melewati sebuah taman seperti labirin.
" Aree....... Sekarang aku dimana ya? "
" Hantu itu tidak ada... Hantu itu tidak ada... Hantu itu tidak ada... "
Saat bingung tiba-tiba aku mendengar suara seseorang yang tidak terlalu jelas. Aku pun segera menuju arah suara lalu melihat kalau ada Boudica-san. Aku pun menepuk pundaknya dan memanggilnya.
" Boudi--- "
" KYYYAAAA!!!!! "
Boudica-san lalu kaget dan terjatuh sambil menghadap ke arahku. Aku bisa melihat kalau bahkan dia menangis saking ketakutannya.
" Boudica-san maaf kalau menakutimu. Biar aku bantu berdiri-- "
Saat aku mencoba membantu berdiri Boudica-san, kakiku terasa hangat dan basah saat aku melihat kebawah ternyata.....