
" Ahahaha...... Baru saja kita sampai mereka sudah tertidur " Anna
" Tapi mereka tampak imut sekali, benarkan Virgea? " Virgo
" Benar, wajah tertidur mereka sangat imut sekali " Virgea
" Wajar, mungkin mereka lelah setelah belajar dari sekolah "
Disana aku dan yang lain sedang menyaksikan teater yang menceritakan keempat pahlawan legenda. Itu adalah kisahku bersama Zadeath dan yang lain, lalu cerita yang paling aku benci.
" Ohh... Zadeath-ku tercinta, maafkan aku.. maafkan aku!! Aku tidak bisa menyelamatkanmu, cintaku!! "
" !!!??? "
" Romantis sekali??? " Mizue
" Daripada romantis, bukankah tampak dilebih-lebihkan? " Mizuha
" AAARRRHHHH!!!! "
Aku benar-benar tidak tahu kenapa bisa pertemuan terakhirku dengan Zadeath malah jadi seperti ini, lagipula hanya hanya beberapa orang yang tahu kalau aku berpacaran dengan Zadeath. Lalu aku teringat sebuah nama.
" Rox... Ahahaha... Kalau dia hidup lagi dia akan aku hajar habis-habisan penyihir Playboy itu "
" Kau mengatakan sesuatu? " Mildea
" Bukan apa-apa kok!! "
Kami pun menonton cerita itu sampai habis. Setelah pemeranku menguburkan yang lain bersama dengan prajurit, dia melanjutkan adegannya dimana dia pergi kesebuah gunung bernama Atlas. Disana terdapat sebuah rumah, rumah yang berniat aku tinggali bersama Zadeath setelah pensiun nanti.
" Zadeath, di rumah ini kita akan hidup bersama tapi takdir berkata lain. Apa maknanya hidupku tanpa dirimu? Engkaulah cintaku, milikku yang paling berharga bagiku "
Sang pemeran mengambil sebuah pedang lalu menusukkan pedangnya padanya dan cerita berakhir.
" Ceritanya lumayan mengharukan ya " Ridia
" Mungkin "
Setelah sesaat teater selesai, tanah berguncang dengan keras. Semua orang panik dan berlarian karena guncangan itu. Aku menyuruh yang lain untuk pergi mengevakuasi para penduduk lalu Minho aku suruh agar menjaga para anak. Sedangkan aku pergi mencari tahu apa yang terjadi.
Setelah aku berputar-putar, aku menemukan sekumpulan monster yang sedang melafalkan mantra sihir elemen tanah. Aku pun dengan cepat menebas mereka menggunakan pedangku.
" Range Slash!! "
" Aaarrrgg!!! "
Monster itu pun mati dan ada monster lain yang muncul. Wujud tampak seperti manusia namun memiliki 3 mata lain di dada dan kedua pundaknya.
" Hohhooo...... Jadi ini Pahlawan yang tersisa, Yanag? "
" Memang ada apa? "
" Biar aku perkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku Elvanag selaku Jenderal 3 pasukan Iblis Raja Bemoc. Aku bertugas untuk menghancurkan kerajaan ini dan membunuhmu "
" Coba saja kalau kau bisa. Black Steel!! Neko Yaiba!! "
Kami pun bertarung dengan sengit. Selama aku menjadi manusia, dia adalah musuh tersulit yang pernah aku lawan.
" HELLIA GUNGNIR!! "
" Burst Drill!!! "
" PERCUMA!! SKILL ADALAH PEMBERIAN DARI RAJA BEMOC! SEMUA PERTAHANAN TIDAK AKAN BISA MENAHANNYA!! "
" AARRGGG!!!!! "
Karena serangan dari iblis itu aku terpental dan menabrak tembok rumah-rumah. Semua bangunan di kerajaan ini terbuat dari Ixida Stone yang lebih keras dari berlian manapun. Maka dari itu walaupun aku memiliki skill pertahanan tubuh tetap terasa sangat sakit saat menghantam tembok-tembok.
Seketika aku merasa bahwa banyak tulangku yang patah. Bahkan aku muntah darah dan tidak bisa berdiri dengan benar.
" Akhh!!! Sial, jika aku menghantam beberapa tembok lagi bisa dipastikan tubuhku hancur-- Aakkhh!!! "
" Hah!! Kukira kau adalah pahlawan yang kuat karena bisa memojokkan Raja Bemoc dulu tapi kau mengecewakanku. Tidak ada yang spesial dari dirimu, sebaiknya aku segera menyelesaikan tugasku dan menyiapkan kedatangan Raja Bemoc "
Iblis itu menebaskan pedangnya padaku tapi dengan cepat muncul Alexia dan Jeanne.
" Yanagi-sama!! "
" Anda baik-baik saja? "
" Kalian berdua!!? Kenapa datang kesini? "
" Mahkluk lemah lainnya? "
Sekejap aku sadar, iblis itu dengan cepat merubah sudut pedangnya dan berniat menebas leher Alexia dan. Jeanne. Aku yang sadar aku itu lalu memaksa tubuhku untuk bergerak dan mengunci pedangnya dengan kedua pedangku.
TTAAANGG
" Hooyaa.... Masih bisa bergerak? "
" Jeanne!! Alexia!! Kalian berdua pergilah dari sini!! Dia bukan lawan yang bisa kalian kalahkan! "
" Tapi Yanagi-sama!! "
" Kubilang--- "
Belum selesai aku berbicara, iblis itu menghantam ku dengan pukulannya dan membuatku terpental ketengah kota.
DUUAAARRR
" Aakkhh.... "
Kali ini tulang rusukku patah dan aku terus-terusan muntah darah. Penglihatanku mulai kabur dan tubuhku mati rasa.
" Yanag sang Duke of Sword. Sepertinya julukan itu hanya isapan jempol saja "
" SIAL...... tubuhku benar-benar tidak bisa bergerak. Bahkan berbicara pun sudah sekali "
" Kuberitahu, Raja Bemoc akan datang tidak lama lagi. Dia akan menguasai dunia, bahkan Dewa tidak bisa menandinginya. Jadilah persembahan akan kepulangannya, Pahlawan Yanag "
Sebuah bola energi berwarna hitam membentuk sebuah pedang yang pedang dan melesat padaku. Saat itu aku pikir aku telah berakhir tapi....
" JEANNE!!??? "
Jeanne muncul didepanku dan melindungiku. Perutnya tertusuk oleh pedang itu dan darahnya bercucuran kemana-mana.
" Yanagi-sama........ "
Jeanne pun tumbang dan mati karena pedangnya sangat besar dan menghancurkan sebagian organ dalamnya.
" Hah.... Keadaan tidak akan berubah. Sungguh membingungkan sekali makhluk lemah ya "
Aku hanya bisa berteriak dalam hatiku karena tidak bisa bergerak. Tidak lama muncul Alexia dengan wujud beastmen-nya, dengan wajah yang marah dia melawan iblis itu dengan sekuat tenaga.
" Ras White Jaguar? Memang kecepatan yang hebat tapi.... "
Iblis itu menyekik Alexia sampai Alexia hampir kehabisan nafas. Saat itu aku langsung menggunakan sebagian kecil kekuatan dari para dewa yang aku pinjam dan kekuatanku sendiri.
"Burning Hammer!! "
Aku langsung mengeluarkan Skill elemenku dan menyerangnya. Aku berhasil menebas sampai putus tangannya dan menyelematkan Alexia. Tapi Neko Yaiba langsung hancur berkeping-keping karena tidak bisa menahan kekuatanku dan bentrokan mana dari iblis itu.
" Hebat sekali! Kau adalah orang pertama yang sanggup melukaiku. Hebat!! Aku tarik perkataan ku tadi, kau akan menjadi mangsaku untukku menjadi lebih kuat lagi!! "
" Alexia, kau pergi dari sini sekarang!! "
" Tapi...-- "
Karena Alexia masih tidak mau pergi aku pun sedikit tegas kepadanya supaya dia menurutku walau aku sebenarnya bukan orang yang bisa tegas.
" Alexia, sejak kapan kau belajar membantah majikanmu? "
" Yanagi-sama? "
" Ini perintah! Jangan kau anggap aku sedang memintamu tapi sekarang aku sedang menyuruhmu!! "
" B--baik... "
Alexia pun pergi dan aku pun kembali akan berduel dengan iblis ini lagi.
" Aku pastikan akan membalasmu atas yang kau perbuat kepada Jeanne!! "
Kali ini aku mengeluarkan sebagian kekuatan dewa dan itu berarti waktuku tidak cukup banyak karena kekuatan dewa ini membebani tubuhku.
" RED BUFFALO!! "
" GRAND REPULSOR!! "
Kami saling beradu pedang dan Skill. Dampak dari pertarungan kami membuat banyak bangunan rusak dan rubuh. Aku mencoba segera menyelesaikan pertarungan ini tapi kekuatannya semakin lama semakin menjadi-jadi.
" Walaupun kau seorang pahlawan, kau tidak bisa mengalahkanku dan dalam waktu beberapa menit Raja Bemoc akan segera tiba. Ini adalah akhir dari kalian para serangga!! "
" Kalau begitu Aku buat dia tertidur lagi untuk selamanya setelah dia tiba! Dan kau juga akan aku tidurkan untuk selamanya!! "
Aku pun mengeluarkan kekuatan dewa lebih banyak dan terfokus pada pedangku.
" DRAGON GRAND TRIDENT!!! "
" PERCUMA SAJA! HELLIA GUNGNIR!! "
Kami pun melesat dan melewati satu sama lain. Tangan kanan putus, tetapi aku berhasil menebas putus kepala iblis itu.
" Lumayan juga Yanag............... "
" Hah... Hah... Hah... Hah... "
Aku benar-benar lelah karena kekuatan dewa itu dan karena darahku yang terus mengalir. Aku pun menyobek sebagian bagian bawah celanaku dan mengikatkanya pada lukaku untuk mencegah darah terus keluar.
" Jeanne...... "
Aku menatap mayat dari Jeanne dan memanggil Oisus. Untung karena aku memiliki kekuatan dewa lagi aku bisa memanggilnya.
" Dewa Yanagi!! "
" Baguslah kau datang, bawa tubuh ini ke tempat Giomadera "
" Tapi luka--- "
" Jangan pedulikan aku, bawa saja tubuh ini kesana. Aku masih ada urusan "
Aku pun melihat langit, tampak cahaya berwarna merah, hijau, dan ungu membentuk spiral dan turun dari langit ke bumi. Tidak lama muncul gempa bumi yang dashyat, hujan badai, angin topan. Aku langsung mengetahuinya, Bemoc sudah bangkit dan ada di kerajaan ini. Aku pun bergegas pergi kesana.
Aku dapat melihat pusat kota menjadi hancur dan banyak prajurit yang tumbang. Dan aku dapat melihat wujud seperti bayangan hitam bersayap yang terbang.
" BEMOC!! "
Aku langsung meneriakinya dan dia menoleh ke arahku dan membalas sahutanku.
" Lama tak bertemu, Duke of Sword Yanag "
" Ya, lama tak bertemu. Dan sebentar lagi kita akan berpisah lagi karena aku akan membunuhmu! "
" Hahahahhaha...... Benar-benar lawakan yang bagus sekali. Dulu kau bahkan tidak bisa melukaiku sedikit pun dan sekarang mengancam? Ya mari kita lihat saja, sekarang kau masih hidup saja bagiku kau sudah hebat selanjutnya perlihatkan kekuatanmu! "
Aku langsung mengeluarkan semua kekuatan Dewa yang ada dalam diriku. Dan hanya ada satu kesempatan untuk mengeluarkan serangan pamungkas milikku. Bemoc mengeluarkan pedang miliknya yang bernama ' Ixxiel '. Aku juga memanggil 4 pedangku yang lain.
" Mizu no Tsurugi! NobblesseGatana! Dragon Fang! Auros! "
" Heh.... "
Aku memperbaiki kuda-kudaku dan menggunakan skill pamungkasku.
" Calamier.... "
Muncul bayangan sebuah kuil dengan pondasi marmer dengan lambang Dewa Ksatria. Pedang-pedangku menancap di lantainya dan membentuk lambang bintang biru.
" GRAND LINE!! "
Lambang bintang itu berada di depanku dan menjadi sebuah diagram sihir.
" Menarik "
" TITAN BURST!! "
Aku langsung mengeluarkan semua kekuatan dewa pada skill ini. Karena sangat kuat serangan ini, tanah pijakanku sampai longsor dan serangan ini mengenai seperempat bulan. Karena skill ini bulan pun kehilangan seperempat bagiannya. Tubuh langsung lemah. Aku mulai muntah darah dan darah keluar dari mataku lalu tidak hanya itu, tanganku patah dan seluruh tubuh muncul luka seperti tersayat karena sebagian besar pembuluh darahku meledak.
" Hah... Hah... Hah... Hah.... "
" Lumayan hebat tapi apa sebegitu lemahnya kau saat ini? "
" !!!?????? "
Aku benar-benar terkejut akan hal ini, kekuatan yang sekuat puluhan bom nuklir tidak bisa melukai Bemoc.
" Hah... Benar-benar.. "
" Jangan bercanda!? Ada kekuatan 4 dewa dalam serangan tadi tapi dia tidak terluka sedikit pun!? "
Bemoc tiba-tiba menghilang dan muncul dihadapanku. Sekarang aku merasa seperti diriku yang dulu, lemah, tidak berdaya, dan rasa takut ini.
" D-dia ini apa-apaan!? "
Tubuhku membatu tidak bisa bergerak karena tekanan rasa takut ini.
" Jadi walau sudah berlalu sangat lama, aku masih saja lemah? "
Muncul rantai-rantai yang mengikat pada leher, kedua tangan, dan kedua kakiku.
" Aakkhh!!! "
" Emmm..... Sepertinya aku perlu hiburan "
Muncul beberapa bola hitam yang besar lalu terlihat para gadis tertangkap bahkan Aoi.
" KALIAN SEMUA!!?? "
" Aku masih tidak menyangka kalau kau adalah Dewa Ksatria, Yanag "
" APA YANG AKAN KAU LAKUKAN PADA MEREKA!!?? "
" Entahlah, mungkin aku akan membunuh mereka dan menyaksikan ekspresimu untuk hiburan "
" BEMOC!!!!!! "
Bemoc berjalan ke arah Mildea, Dia membawa pedangnya lalu mengarahkannya ke punggung Mildea.
" BEMOC!!!! HENTIKAN APA YANG AKAN KAU LAKUKAN!! "
" Yanagi, untuk semuanya terima kasih "
Terlihat Mildea tersenyum lalu tidak lama Bemoc menusukkan pedangnya dan Mildea mati.
" MILDEA!!!!! "
" * evil smil* "
Lalu dia berpindah ke arah Fidia.
" BEMOC!!! HENTIKAN INI!!! "
" Yanagi, terima kasih atas pertolonganmu dan mau menjadi Jack-ku "
" TIDAK!!!!! "
Bemoc lalu menusuknya dari belakan dan Fidia mati. Dia pun berpindah ke Ridia.
" Yanagi-sama, maaf saja tidak bisa melayani anda lebih lama "
Bemoc pun menusuknya dari belakang dan Ridia mati.
" RIDIA!!!!!!!! "
Bemoc semakin senang atas yang aku alami. Dia pun berpindah lagi ke Annalia. Terlihat bunga dimata tercongkel dan matanya mengeluarkan darah.
" BEMOC!! HENTIKAN!!! "
" Yanagi, Aku bersyukur bertemu denganmu "
Bemoc pun menusuk Annalia dan dia pun mati.
" ANNA!!!!! AAAHHH!!!!! "
Senyuman Bemoc semakin melebar. Dia sangat senang melihat ekspresimu. Dia pun melanjutkannya ke Aoi.
" HENTIKAN!!!!! "
Aku meronta-ronta tapi rantai ini sangat kuat dan kencang.
" Kakak, terima kasih telah mau menjadikan slime lemah menjadi adikmu "
Bemoc menusuk sampai hancur core milik Aku lalu dia mati.
" AOI!!!! "
Semakin senang Bemoc terhadap responku dia lalu berpindah ke Virgea dan Virgo.
" SIALAN KAU BEMOC!!! "
" Yanagi-san maaf..... "
Bemoc juga menusuk Virgea dan Virgo seperti yang lain. Aku benar-benar merasa kecewa pada diriku sendiri yang lemah ini. Tidak bisa melindungi Zadeath dan sekarang aku mengulangi hal yang sama lagi.
END OF YANAGI POV
....
....
....
AUTHOR POV
Yanagi mengalami tekanan mental yang sangat kuat dan membuatnya hampa dan tidak sadarkan diri.
" Cih.... Sudah selesai ya. Padahal aku mengharapkan dia mengeluarkan emosi yang menarik lagi. Maa.... Lebih baik aku bunuh yang tersisa dan menguasai dunia "
" IBLIS SIALAN!!! Beraninya kau membunuh mereka!! "
" Gadis kecil "
" Aku tidak akan memaafkanmu! Terutama yang kau lakukan pada ayah! "
" Ayah? Jadi... "
" Ya! Namaku Minho K. Nightwalr! Anak dari Yanagi K. Nightwalr!! "
Tangan Minho bersinar dan rantai yang mengikatnya pun terputus. Dia langsung melesatkan tinjunya ke arah Bemoc, tapi Bemoc terlalu cepat baginya.
Sambil terus menghindar, Bemoc mengajak Minho berbincang.
" Gadis kecil, apa kau tidak malu memiliki ayah yang lemah? "
" Kau ingin memprovokasi ku? Asal kau tahu saja, aku tidak pernah malu malah aku sangat beruntung memiliki ayah seperti dia! Dialah yang menyelamatkan diriku dari gelapnya neraka itu! "
" Gadis kecil-- "
" Tutup mulutmu dan rasakan! FURY KNUCKLE!! "
Pada tangan kanan Minho muncul Mana yang membentuk kepala harimau bertaring pedang. Bemoc bisa menghindarinya dan pukulan Minho meleset. Tapi dampak dari pukulan Minho membuat tanah hancur dan angin bertiup kencang.
" Menarik, Aku akan mencobamu "
Minho memegangi tangan kanannya. Rupanya tangan kanannya terluka karena mengerahkan mana yang melebihi kapasitasnya saat memutuskan rantai milik Bemoc.
" Maaf saja, aku sudah lumayan lelah. Kenapa kau tidak melawan mereka saja? "
Dari belakang muncul 7 orang yang melesat dengan cepat.
" SAN JUU GO JUOU!! "
Mereka adalah para dewa dan sahabat dari Yanagi. Mouness yang pertama mengeluarkan serangannya dan membuat Bemoc terpental mundur.
" Dewa?? "
Tidak lama muncul 2 orang lagi. Mereka adalah Tsukius dan Gehenra.
" Shin no yami, Kuroi no Kagami "
" Yoru no hikari, Ten no Giri "
Bemoc kembali terpental mundur dan muncul lagi seseorang yang menyerang Bemoc.
" Flame Horizon!! "
Morette mengeluarkan serangan api biru yang dashyat, sampai membuat Bemoc terbang ke angkasa.
" Kenapa kalian ada disini!? "
" Tentu saja untuk membalasmu Bemoc! NEKOMATA NO YAI "
Maneko dengan tanpa ampun menghajar Bemoc. Setelah itu dia mundur dan muncul serangan berupa es yang sangat besar, bahkan ukurannya 5 kali lipat dari besar kota.
" Chalin... "
" ICE MOUNTAIN IMPACT!! "
Karena dampak serangan para dewa, zirah Bemoc rusak sebagian.
" Aahh...... Kalian benar-benar membuatku marah! "
" Paman Mouness! "
" Minho, serahkan Bemoc pada kami! "
" Baik "
Minho pun mundur lalu menghancurkan rantai milik Alexia dan Edna. Mereka lalu membawa Yanagi yang dalam posisi tidak sadarkan diri mundur.
" Yanagi!! "
" Yanagi-sama!! "
" Ayah!! "
Yanagi yang dalam keadaan tidak sadarkan diri mulai makin parah. Tubuhnya bercahaya dan mulai memudar.
" Gawat!! Jika seperti ini terus maka Yanagi akan mati!! "
Anne datang dia menaruhkan tangannya pada dada Yanagi lalu menyalur mana-nya pada Yanagi dan membuat tubuh Yanagi tidak semakin memudar.
" Kau... "
Disisi lain para dewa sibuk dengan Bemoc.
" Ketujuh dewa menyerangku secara bersamaan, bukankah ini tidak adil? "
" Tidak ada rasa adil bagimu yang menjadi kejahatan di dunia ini!! "
Tangan Mouness menjadi seperti tangan naga besi berwarna putih.
Para dewa terus menerus bertarung melawan Bemoc. Tapi walaupun dengan kekuatan 6 dewa tetap saja para dewa kewalahan melawan Bemoc. Mereka berusaha agar Bemoc tidak turun di daratan agar mereka bisa leluasa mengeluarkan kekuatan mereka tanpa khawatir akan menghancurkan bumi.
" Menyebalkan!! "
Bemoc lalu mengeluarkan sebagian kekuatannya lagi lalu menghajar satu persatu para dewa. Dia berniat membunuh mereka, dimulai dari Yanagi yang sedang tidak sadarkan diri.
Bemoc bergerak dengan sangat cepat bahkan melebihi kecepatan para dewa lalu menyerang mereka. Setelah itu dia melesat daratan lalu menyerang Yanagi menggunakan skill-nya.
" Death Axe!!!! "
Serangan itu melaju kearah Yanagi dan yang lain.
" Matilah kalian!!! "
Kapak hitam melesat kearah Minho dan yang lain dengan cepat lalu.....
" Aakkhh..... "
" Aakkhh..... "
" Alexia!!!! Edna-sensei!!!! "
" Edna.... "
Yanagi mulai sadar dan melihat apa yang terjadi. Edna melindunginya dari dengan memeluknya dan membiarkan dirinya terkena kapak hitam itu.
" Ya....nagi..... Sudah kuduga.... sangat terasa ha..... ngat saat memelukmu dan...... rasanya sangat nyaman "
Edna pun tumbang tidak lama setelah itu. Disisi lain Alexia melindungi Minho dan Anne dengan cara yang sama.
" Alexia!!! "
" Minho-sama..... Senang sekali sudah bisa ada disampingmu. Anda sudah saya anggap seperti anak saya sendiri "
" Alexia... "
" Entah kenapa malah rasanya saya yang melahirkan anda dan Anne. Jangan menangis, anda harus kuat. Maaf, sepertinya saya sedikit mengantuk--- "
Alexia pun juga ikut tumbang. Minho menangis dengan begitu keras dan Anne tampak seperti sedih walau dia tidak memiliki wajah tapi untuk pertama kalinya suaranya terdengar dan dia meneteskan air matanya.
Yanagi yang dalam kondisi mental yang tidak stabil, emosinya meledak-ledak dan membuatnya mengeluarkan angin yang sangat dashyat sekali. Saking dashyatnya, burung-burung yang mencoba melewati angin itu tersayat-sayat sampai menjadi potongan yang sangat kecil.
" AAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!! "
Tubuh Yanagi diselimuti oleh api merah yang pekat dan Yanagi menjadi sosok yang menakutkan.

Para dewa yang menyaksikan perubahan Yanagi tampak tercengang dan berkeringat dingin.
" AAAAAAAAAA!!!!!!!! "
Yanagi langsung melesat kearah Bemoc lalu menyerangnya membabi buta. Dia melempar Bemoc ke tanah dan menyebabkan Gempa yang kuat, bahkan gunung menjadi longsor karena guncangannya. Bemoc tidak sempat mengeluarkan skill-nya karena Yanagi yang dengan cepat selalu menyerangnya bagaikan mahkluk buas. Bemoc mencoba kabur dan terbang, tapi Yanagi membuka mulutnya dengan lebar lalu menembakkan laser merah yang langsung mengenai Bemoc dan bulan.
" Kita harus menghentikan Yanagi!! Jika dia terus-terusan seperti ini maka bumi akan hancur bahkan bisa-bisa menyebabkan kekacauan yang melebihi Bemoc "
" Sebenarnya Yanagi itu apa!? "
Tsukius yang masih belum tahu sepenuhnya tentang Yanagi terkejut bahwa Yanagi bukanlah Dewa Ksatria saja namun membawa 1 lambang lain sebagai Dewa Kehancuran.
Para dewa mencoba berusaha menahan Yanagi untuk menyadarkannya dan sebagian melawan Bemoc. Pada saat itu Bemoc suka terluka parah karena serangan terakhir Yanagi, tapi dia masih sanggup membuat para dewa kewalahan.
Mouness, Giomadera, dan Morette mencoba menyadarkan Yanagi. Namun usaha mereka gagal, malah Yanagi menyerang mereka karena sudah tidak bisa membedakan teman atau lawan hanya akan menyerang dan menghancurkan apa yang dilihatnya.
Mereka diserang oleh Yanagi dan membuat mereka terpental sangat jauh sampai ke planet lain. Yanagi memukul Mouness sampai ke planet Matrix, Morette di tembakkan laser oleh Yanagi sampai masuk ke perut bumi, sedang Giomadera yang sudah terluka duluan karena melawan Bemoc saat menculik Aoi terpental karena hantaman ekor Yanagi sampai ke laut paling dalam.
Dalam sekejap 3 dewa kalah melawan Yanagi mereka juga terkena kutukan yang sangat korosif untuk dewa. Dewa yang lain sekarang berhadapan dengan 2 mahkluk yang menakutkan. Akhirnya mereka juga kalah melawan Bemoc dan sekarang 2 induk dari kehancuran kembali bertarung. Tentu Yanagi jauh lebih unggul saat itu. Bahkan alam mengiringinya, gunung-gunung meletus, tanah membelah, hutan-hutan mengering.
Sampai pada akhirnya Yanagi dapat mencekik Bemoc lalu mengakarnya dari bawah sampai atas, membuat topeng Bemoc terbelah menjadi dua.
" Yanagi "
Yanagi terdiam karena melihat sosok dibalik topeng itu. Wajah yang familiar baginya, ya itu adalah Zadeath. Bemoc menggunakan tubuh Zadeath agar bisa hidup kembali dan mendapatkan kekuatan Zadeath. Yanagi masih terdiam, disaat itulah Bemoc menusuk badan Yanagi dengan 2 tombak lalu melemparkannya ke bumi. Yanagi langsung tak berdaya karena lukanya. Bemoc dengan cepat langsung memakan tubuh Yanagi mulai dari tangan kanan lalu kepinggangnya.
Yanagi diambang Kematian. Sekarang dirinya dalam kondisi antara hidup dan mati. Bemoc yang memakan sebagian tubuh Yanagi mendapatkan kekuatan yang dashyat, Namun tubuhnya juga mengalami efek sampingnya, yaitu rasa terbakar yang amat sakit.
Bemoc mencoba menahan rasa sakit itu lalu terbang ke langit dan menciptakan bola hitam yang besar.
" HAHAHAHAHA!!!! DENGAN KEKUATAN INI AKU AKAN MEMBANGUN DUNIAKU! AKU AKAN MECIPTAKAN KERAJAAANKU DAN MENGHANCURKAN DUNIA PARA DEWA--- "
Tapi dia merasakan rasa sakit yang terus-terus seperti membakar dirinya.
Para dewa mencoba menahan Bemoc dengan rantai-rantai surgawi.
END OF AUTHOR POV
....
....
....
YANAGI POV
" Dimana aku? "
Aku melihat hamparan bunga yang luas dengan angin yang sejuk.
" Kau ada di terminal kematian, Yanagi "
Aku terkejut oleh satu suara lalu menoleh ke belakang. Air mataku menetes dan spontan aku lari lalu memeluk sosok dari suara itu
" Zadeath!! Aku merindukanmu! "
Ya, sosok dari suara itu adalah gadis tercintaku Zadeath.
" Yanagi!! Sakit!! Kau memelukku terlalu erat!! "
" Aaahh!! Maaf "
" Senang bisa melihatmu lagi Yanagi "
" Aku juga "
" Lalu bagaimana kau bisa kesini? "
" Itu--- Benar!!! Bemoc, dia!! "
" Jadi begitu rupanya. Jadi apa yang aku lihat sebelum mati ternyata benar "
" Apa maksudmu? "
" Yanagi, Bemoc mencuri tubuhku untuk dia hidup kembali "
" !!!??? "
" Kau tahu dia memiliki skill untuk mencuri tubuh orang lain agar mendapatkan kekuatan terus menerus "
" Bagaimana ini?? Jika terus seperti ini , rencananya akan berhasil. Apa kau tahu cara mengeluarkannya dari tubuhmu? "
" Bunuh jiwa dan tubuhku "
" Hah!!?? Apa yang kau maksud!! "
" Kau tahu upacara sakral Cuihatte "
Aku mencoba mencerna apa yang aku dengar dengan perasaan kesal.
" Maaf, aku sudah tidur bersama dengan Bemoc saat itu "
Dugaanku benar, aku benar-benar tidak tahu harus menunjukkan mimik wajah seperti apa.
" Sekarang tubuh dan jiwaku menyatu dengan Bemoc. Hanya ini saja cara untuk mengalahkannya "
" Lalu kau mau bilang apa!!! Kau mau bilang rela terhapuskan dari dunia ini setelah itu!!! Yang benar saja! Aku sudah menunggu ribuan tahun untuk menunggu ajalku supaya bisa bersamamu lagi tapi aku ini Dewa!!! Umurku jauh lebih panjang dari manusia!! Aku hampa tanpamu "
" Aku tahu "
" Kau melarangku bunuh diri "
" Karena aku mencintaimu "
" Kau melarangku sengaja kalah dalam pertempuran "
" Karena aku mencintaimu "
" Kau melarangku mabuk "
" Karena aku mencintaimu "
" Kau melarangku pulang malam "
" Karena aku mencintaimu "
" Kau melarangku lupa tidur dan makan "
" Karena aku mencintaimu "
Aku tidak bisa menghentikan air mata ini. Aku mencoba tetap tegar namun tidak bisa. Zadeath pun membenamkan wajahku ke dadanya dan memelukku sambil mengelus-elus kepalaku.
" Yanagi, kau adalah orang yang sangat aku cintai dan paling berharga. Jika aku terhapuskan dari dunia ini untuk menyelamatkan dunia aku tidak keberatan jika kau yang menghapusku "
" Zadeath, hentikan apa yang kau katakan. Sampai kapan pun aku tidak akan melakukannya "
" Yanagi...... , Kalau begitu mari kita habiskan waktu kita yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan dulu. Waktu disini jauh lebih cepat daripada di dunia nyata. Ayo kita lakukan hal-hal layaknya sepasang suami istri, supaya kau bisa melepaskanku "
" Zadeath aku...... "
" Kumohon, lepaskan aku agar dunia terselamatkan "
Setelah itu aku mendorong Zadeath di hamparan bunga-bunga, kami pun berbaring disana. Aku pun dengan pelan melepas sehelai kain putih yang menutupi tubuh Zadeath dan diriku. Lalu kami saling bercumbu. Aku menciumnya lalu mencium leher, pinggang, dan perut Zadeath sampai meninggalkan bekas.
" Ahhh~ "
Suara dari desahannya terdengar sangat imut. Lalu mulai memasukkan milikku ke dalam Zadeath.
" Yanagi~ "
" Aku akan melakukannya dengan pelan, jika sakit katakan saja "
Pada saat itu kami melakukan malam pertama. Tubuhnya sangat mulus dan putih, bahkan aku bisa mencium aroma bunga Niximoon dari tubuhnya. Aku meraba dan menjalari tubuhnya.
Waktu terus berlalu, entah berapa lama aku menyetubuhi Zadeath. Tapi aku yakin sudah berlalu lebih dari 1 tahun.
" Yanagi~ tung..gu... Biarkan aku beristirahat "
" Jika kau ingin aku melepaskanmu, lebih baik kau menurutimu "
" Yanagi kau nakal "
Aku hanya tersenyum dengan balasan dan mimik wajah yang dia tujukan. Aku melanjutkannya lagi.
" Aku sudah tidak tahan lagi "
" Kau benar-benar mesum. Sudah berapa kali kau melakukannya "
" Entahlah, aku tidak menghitungnya karena menikmati ekspresi dan suara lucumu "
Wajah Zadeath memerah. Lalu aku melakukannya terakhir kali. Zadeath tampak lelah dan berkeringat. Aku mencoba menggodanya dengan menjilatinya.
" Kkyyaaaa!! Yanagi! "
" Ada apa? "
" Kau...... "
Setelah beberapa bulan Zadeath melahirkan anak pertama kami. Lalu tidak lama kemudian dia hamil lagi dan melahirkan anak kembar. Kami sangat senang dengan kedatangan ketiga anak kami. Kami membesarkan mereka sampai umur 2 tahun.
" Sudah waktunya "
" Apa maksudmu? "
" Saatnya kita menghentikan kehancuran dunia. Aku akan naruh anak-anak kita di dunia nyata pada waktu yang berbeda "
" Tunggu!! Kenapa kau lakukan itu? "
" Jika tidak, maka alur masa lalu akan berubah "
" Maksudmu? "
" Kau memang tidak peka ya "
" ???? "
" Theness, Anne, dan Minho adalah anak-anak kita "
" Hah!? "
" Mereka adalah bayi-bayi kecil kita "
" Tunggu, berarti Dewi menyebalkan itu anakku!? "
" Yanagi kau jahat, bisa-bisanya kau mengatakan anakmu sendiri menyebalkan! "
" Y--ya.... Dia selalu saja membuatku kesal "
" Dia itu mencari perhatian! Dasar ayah tidak peka! "
" Y--ya.... Mana aku tahu kalau dia anak kita sedangkan aku baru tahu sekarang "
" Alasan "
" M--maaf..... "
Lalu setelah suasana yang sedikit bercanda sekarang suasananya serius. Ini saatnya aku harus menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan.
" Yanagi, waktunya "
" Aku tahu "
Zadeath lalu memberikan sebilah belati kepadaku. Walaupun begitu, aku masih berat melepaskannya.
" Yanagi "
" ??? "
" Fight!! "
" Pfft... "
Aku jadi teringat bahwa dia selalu mengatakan kata itu dengan gaya dan suara yang lucu saat kami masih menjadi ksatria.
" Yanagi, gunakan kristal ini untuk kembali ke dunia nyata "
" Baiklah "
Aku menerima kristal itu lalu menguatkan diri dan menusuk Zadeath dengan belati itu.
" Yanagi, aku mencintaimu "
" Aku jauh lebih mencintaimu "
Tubuh Zadeath bercahaya lalu menjadi cahaya-cahaya kecil yang berterbangan dan kini di hamparan lapangan bunga hanya tinggal aku saja.
" Hah.... Kali ini aku tidak akan bisa bertemu Zadeath lagi. AYO YANAGI SEMANGAT!!! Sekarang aku bukanlah Yanagi yang dulu, semuanya tunggu aku "
END OF YANAGI POV
....
....
....
AUTHOR POV
Sudah berlalu 15 menit para dewa menahan Bemoc dan sudah beberapa menit Dewi Theness datang dan membantu untuk mengalahkan Bemoc. Walau sudah dirantai Bemoc masih bisa bergerak dan melawan Dewi Theness.
" Theness! Kami tidak kuat lagi-- Aaakkhh!! "
Para dewa terlempar dan Bemoc lepas lalu melesat dan menebaskan pedangnya pada Theness. Theness karena tidak siap terkejut dan hanya bisa menutup mata.
" ??? "
" Lama tak jumpa Theness "
Theness membuka matanya dan terkejut melihat Yanagi ada di depannya dan menahan pedang Bemoc dengan tangannya.
" YANAGI!!?? "
" Hooo!!!! "
Yanagi lalu menggunakan skillnya untuk melempar mundur Bemoc.

" Wahh... Jadi ini rasanya kalau mendengar anakku tidak memanggilku ayah atau papa "
" Tunggu!!?? Kau sudah tahu!!?? "
" Maaf membuatmu menungguku, Theness "
" Papa no Baka! "
Yanagi tersenyum lalu mengelus kepala Theness.
" Theness, suruh para dewa menciptakan tempat untukku bertarung di langit agar bumi tidak terkena dampak dari seranganku dan Bemoc "
" Tapi luka papa!! "
" Tenang saja, aku baik-baik saja "
" Baik "
Theness lalu menuju para dewa dan Yanagimenyeret Bemoc ke langit. Sesampainya di langit terlihat para dewa menciptakan sebuah es yang luas dan Yanagi melempar Bemoc ke bawah sana.
BBBBLAAAARRRR!!!!
" Yanagi...-- "
" Diamlah Bemoc, caramu itu tidak akan bekerja lagi olehku "
" Ciihh.... "
" Kali ini aku akan membunuhmu "
" Dasar dewa lemah yang sombong! "
Yanagi dan Bemoc bertarung satu sama lain. Yanagi hanya bisa bertarung tangan kosong. Mereka bertarung seri sampai mereka terpental karena serangan mereka sendiri.
" Itu saja? Aku ini tak terkalahkan! "
" Kau terlalu memuji dirimu sendiri. Aku belum mengeluarkan semua kekuatanku "
" Apa!? "
Karena kesal Bemoc melesat dan menghunuskan pedangnya pada Yanagi namun dihentikan dengan kedua pukulan Yanagi yang menghimpit pedang Bemoc.
" Sekarang aku bukanlah diriku yang dulu. Aku sekarang paham apa yang aku miliki setelah bisa menghabiskan waktu dengannya. Benar, sekarang aku bisa menerima diriku ini. Cahaya maupun kegelapan "


"
Aku adalah Dewa para Pejuang dan Pahlawan, Yanagi! "

" AURORA BLASTER!!! "
Cahaya dengan berbagai warna menyelimuti tubuh Yanagi lalu menghasilkan ledakan yang kuat sampai mementaskan Bemoc.
" Datanglah Exmung!! "
Pedang dengan warna putih dan hiasan warna langit malam datang dari sebuah cahaya gemerlap.
" Terimalah Serangan dari para pahlawan, Heroic Cosmic Beam!!!! "
Dari ayunan pedang itu Muncul cahaya langit malam dengan didalamnya terdapat serangan para pahlawan terdahulu.
" AAAAKKKHHHH!!!!!! "
Lalu serang itu menembus dada Bemoc.
" Aarrgg.... Kekuatan yang hebat!! Aku sudah menyerapnya sekarang aku akan membalasmu--- Aakkhh!!! Kenapa terasa sakit!! "
" Bemoc, kau sudah menghabiskan 2 nyawamu. Sekarang matilah dan hilanglah dari muka bumi "
" Mana Mungkin!? Bagaimana bisa!! Nyawaku yang satu--- Jangan-jangan kau!!!!--- "
Bemoc langsung jatuh terkapar dan mati. Selagi dalam wujud itu, Yanagi mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memperbaiki semuanya yang telah hancur karena pertempuran tadi.
Tidak lama kemudian, wujud Yanagi kembali berubah karena dia kehabisan tenaga.

" Wujudku mengurai? Sepertinya wujud tadi membuatku mengerahkan semua yang aku miliki, termasuk nyawaku "
Es yang dibuat para dewa juga hancur karena para dewa sudah kehabisan tenaga setelah bertarung dengan Bemoc.
Yanagi dan para dewa turun ke bumi. Para manusia menyambut mereka dan memberikan hormat.
" Ayah!! "
" Papa!! "
Anne, Theness, dan Minho langsung melompat dan memeluk Yanagi.
" Oowwaahh.... Kalian, hati-hati "
" Hormat kami kepada para dewa! "
Semua orang menundukkan badannya. Bahkan para guru kelas atas di akademi Exton dan para ksatria elite sekaligus para Sage yang ada.
" Kalian angkat kepala kalian "
Yanagi menyuruh mereka untuk berdiri. Lalu Yanagi sambil menyembunyikan keadaannya dia dengan tersenyum sambil berkata.
" Kenapa kalian tampak kaku sekali? Tenang saja, Dewa-dewa itu tidak akan menggigit kalian "
" Yanagi, jangan samakan kami dengan anjing dan kau itu juga dewa "
Tidak lama muncul anak kecil yang berdiri lalu bertanya.
" Apakah kamu yang mengalahkan Raja Iblis Bemoc "
" Hei!! "
Lalu ibunya tiba-tiba membungkamnya dan meminta maaf.
" Maafkan anak saya yang telah tidak sopan didepan anda! "
" Tenang saja, lagipula apa salahnya bertanya "
Yanagi lalu mendekati anak itu dan memangkulnya di pundaknya.
" Kau ingin tahu aku mengalahkannya atau tidak? "
Anak itu mengangguk.
" Tentu saja! "
" Hebat!! Bagaimana bisa menjadi sekuat dirimu? "
" Heii--- "
" Tenang saja. Pertanyaan yang bagus. Kau bisa menjadi orang kuat jika kau memiliki tekad, hati yang kuat, dan rasa ingin melindungi "
" Kalau begitu butuh waktu berapa banyak supaya aku bisa menjadi kuat? "
" Itu perlu waktu yang cukup lama. Tapi aku yakin kau bisa menjadi kuat jika didalam hatimu terdapat jiwa ksatria "
" Kalau begitu aku ingin menjadi ksatria! "
" Hohoho.... Tekad yang bagus! Bagaimana jika kita mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan tekad semangat anak muda ini "
Semuanya masih tampak diam dan bingung. Lalu muncul Elmoine dari belakang dan mencairkan suasana disana. Malam harinya diadakan pesta dadakan dan para dewa juga ikut didalamnya. Mereka mencoba berbaur dengan para rakyat. Memang bagi 2 belah pihak sedikit aneh tapi lama-kelamaan mereka akhirnya berbaur. Pesta meriah sampai tengah malam. Lalu pada esok harinya Yanagi dan para dewa beserta Minho dan Anne menuju ke gunung Ermontel dimana matahari terbit.
Mereka kesana karena mendapatkan pesan dari Dewa kuno. Sesampainya disana terdapat Golem yang menunggu mereka dan Golem itu adalah perantara mereka dan Dewa Kuno.
" Akhirnya kalian sampai juga "
" Apa yang membuat anda menyuruh kami kesini? "
" Aku ingin mengatakan kalau Yanagi bisa kembali ke dunianya "
" Benarkah!? Tapi bukankah sudah berlalu ribuan tahun. Pasti semua orang yang aku kenal telah tiada "
" Tidak, di duniamu masih berlalu 4 bulan sejak saat itu "
" Hah!? "
" Aku memperlambat waktu di duniamu "
" Kenapa anda melakukan itu? "
" Karena ini adalah hadiah untukmu yang telah menyelamatkan dunia ini dan tidak seharusnya kau disini terkekang menjadi dewa tanpa keinginanmu "
" Dewa Kuno..... "
" Bersiaplah, Gerbangnya akan terbuka saat matahari terbit "
" Bisakah aku berpamitan dengan semuanya? "
Dewa Kuno mengangguk. Aku meminta Elmoine memanggil semua orang yang kukenal dan sejak aku melepas jabatanku.
Kesedihan meliputi diri mereka, para gadis itu telah tiada. Mereka sangat sedih namun mereka mencoba tidak tenggelam dalam kesedihan itu. Yanagi pun berpamitan dan mulai menuju depan gerbang.
Gerbang pun terbuka dan siap untuk dilewati.
" Anne, Theness, Minho, maukah kalian ke duniaku? Dunia dimana ayah dulu tinggal? "
" Bukankah akan repot jika mereka ikut? "
" Maksudmu apa, Mouness? "
" Ya seperti ini, mungkin kau sudah berumur ribuan tahun disini namun di duniamu kau masih remaja. Mana ada remaja memiliki anak kandung yang lebih tua dari mereka "
" Benar juga "
" Kalau itu tenang saja, aku telah membawa barang cocok "
Dewa Kuno memberikan sebuah gelang dengan simbol Ksatria.
" Saat di duniamu mereka bisa masuk ke gelang itu dan aku sudah membuatnya agar umur mereka mundur beberapa tahun dan menghentikan umur mereka sampai umurmu pas untuk menjadi ayah mereka setelah mereka masuk nanti. Tapi jika mereka menggunakan wujud nyata mereka hanya akan memiliki tubuh sebesar peri daun dan mereka juga bisa menggunakan wujud asli mereka namun hanya bisa bertahan selama 45 menit. Mereka bisa terlepas dari mantra itu jika sudah waktunya. Bagaimana mana? "
" Aku tidak ingin berpisah dengan ayah lagi "
" Aku juga "
Anne mengangguk.
" Tapi bukankah akan itu akan membuat 2 kursi dewa kosong? "
" Tenang saja, sudah ada penggantinya. Aku juga akan mengurus ingatan mereka tentang susunan dewa "
" Kalau begitu kami akan pergi. Ayo Theness, Minho, Anne "
Mereka berempat pun melewati gerbang tersebut dan kembali dunianya dan kisah Yanagi menjadi legenda di dunia ini.