
" Apa-apaan ini!? "
" I-ini.. "
" Mereka pasti sudah gila "
Saat ini, aku melihat kenyataan dari kebusukan para manusia di Lioner.
" Ini... "
" Mungkin kau masih belum tahu akan kekejaman para bangsawan. Sudah biasa para Bangsawan membunuh atau menyiksa para rakyat jelata hanya dengan alasan bodoh seperti iri, tersinggung atau karena mereka tidak patuh.
Tapi ini sudah berlebihan, ini pertama kalinya mereka melakukan ini secara terbuka "
" Ini... Eh? Yanagi!? "
Sekarang tubuhku bergerak dengan rasa amarah. Hari ini, aku tidak akan memaafkan apa yang diperbuat mereka. Sekarang aku bukan seorang Dewa yang harus menunjukkan kasih sayang pada para manusia karena aturan dari dewa kuno.
" Hahaha.... Lihat, sungguh hiasan alun-alun yang indah sekali "
" Benar, tak kusangka para sampah itu memiliki manfaat yang lain sebagai hiasan-- siapa dia? "
" Hei, kau berhenti! Orang luar harus mengikuti intruksi sebelum masuk ke arena dalam--"
" Intruksi? Apa kepalaku harus di pajang disana juga "
" Kau!-- "
Crraatt!!
Tanpa basa-basi aku menebas leher prajurit itu. Darahnya terus keluar dan sekarang aku tidak merasakan apapun setelah membunuh manusia, apa ini karena mereka sudah tidak bisa dianggap manusia.
" Hei... Bisa aku memajang ini? Kurasa, hiasannya kurang "
" P-prajurit!! "
Banyak prajurit yang bermunculan, tapi entah kenapa aku malah merasa senang sekali.
AUTHOR POV
" Gawat!! Semuanya, bantu Yanagi melepaskan diri dari kutukan disini!!"
" Kutukan, apa maksudmu Hasyim? "
" Ya, kutukan dari para rakyat yang mati karena ulah bangsawan. Arwahnya menciptakan kutukan agar mereka bisa merasuki seseorang yang memiliki amarah pada bangsawan, lalu membuat orang itu membunuh para bangsawan. Tapi pada akhirnya orang itu akan tenggelam pada rasa ingin membunuh dan menjadi pembunuh berdarah dingin.
Semuanya!! "
" Baik! "
Terlihat Yanagi telah membunuh banyak prajurit bayaran dan pasukan para bangsawan.
Dengan cepat Hasyim menahan Yanagi dan yang lain menghadang para pasukan.
" Yanagi! Dengarkan aku, jangan ikuti amarahmu! Kau hanya akan menciptakan benih-benih kebencian jika terus membunuh!! "
" Aakhh!! "
" Bagusnya Yanagi, bertahanlah!! Jika kau adalah penganut Dewa Yanagi maka kau pasti tahu apa prinsip dan ajarannya!! "
" Akhh..... "
YANAGI POV
Yanagi!!!
" Ahh... Ini? "
Setelah beberapa saat aku tersadar, bahwa pikiranku sedang dimasuki aura hitam yang pekat.
" Jadi ini, Hah... Kenapa aku bisa jadi ceroboh seperti ini? Kalau dipikir-pikir, aura ini sama dengan Dewa Undead.
Hoah!? Hoi.. Hoi... Ini bukan lagi sebuah aura tapi segumpal jiwa yang bersatu "
Sekarang didalam diriku terdapat segumpal jiwa berwarna hitam yang mengendalikan diriku.
" Ahh... Padahal aku baru saja sembuh, sekarang harus terluka lagi? Ini tidak lucu, tapi tidak ada pilihan lain "
Jleebbb!!
" Akkhh!!! "
" Yanagi!! "
Untuk mengeluarkan gumpalan arwah itu, aku menusuk perutku dengan pedangku agar bisa aku keluarkan.
" Ahh.... Akhirnya pengaruh itu hilang"
" Yanagi, apa kau tidak apa-apa? "
" Ya, aku tidak apa-apa-- Tunggu! Mata Kananku? "
" Kenapa!? "
" Garis biru ini? "
" Garis biru!? Kau bisa melihat aliran sihir? "
" Hah? "
" Garis biru yang kalau lihat adalah aliran sihir "
" Hei, apa orang mati memiliki sihir? "
" Jika itu Undead, mungkin "
" Aku melihat aliran sihir dari kepala gadis itu, walau tampak pudar tapi tidak menghilang "
" Hah!? Jasnim! Ambil kepala itu! "
" Baik! "
" Dia masih hidup "
" Apa!? "
" Kepala saja!? Apa dullahan itu nyata? "
" Entahlah, tapi ada yang aneh dengannya "
" Kkyyaa!! "
" Mildea!! "
Saat sedang bingung dengan kepala gadis yang dipajang itu, Mildea di serang oleh Ksatria dengan sihir cahaya.
" Penjahat yang Nista, berani sekali memasuki wilayah kami "
" Sir Lefanor!! Kemenangan dipihak kita!! "
" Sekarang matilah "
TAANGG!!!
" Kau... "
" Jika mengaku seorang ksatria, carilah lawan yang sepadan "
Sekarang aku beradu pedang dengan Ksatria itu, tapi aku merasa kalau serangannya benar-benar sangat ringan. Bahkan tidak merasa tekanan dari ayunan pedangnya.
" Rage Slash..... "
" Ancient Dragon Hammer "
" Apa-apaan dengan mereka!? Ksatria itu memiliki Sihir yabg sangat kuat, tapi apa-apaan dengan kekuatan fisik Yanagi!? Hanya dengan sedikit mana dan kekuatan fisiknya, mampu menciptakan hempasan sekuat ini? "
" Ancient Thunder Sword "
Dengan sigap aku menghindar dari serangan dari belakang itu.
" Hah... 2 orang pengguna sihir kuno? Aww..... Ini benar-benar membuatku khawatir... "
" Virgo, kenapa kau disini? Bukankah pos penjagaanmu ada di sebelah utara"
" Bukan apa-apa, hanya penasaran saja. Kenapa Tuan Lucas sampai menyuruhku sesini. Rupanya kau sedang kesusahan karena orang ini "
" Jaga bicaramu, jika kau tidak ingin merasakan tajamnya pedangku "
" Lebih baik aku harus menyelesaikan ini, luka di perut benar-benar masalah. Apalagi Mana-ku tidak terlalu banyak.
Mungkin sekarang aku bisa, Wind Shoot "
Blaaasssshhh.....
Aku menggunakan Wind Shoot untuk membuat terbang langsung menuju kastil dengan memanfaatkan kekuatan anginnya.
DDDUUUAAAR!!!
" Huuhhh.... Sampai juga "
" K-kau!? Siapa! "
" Yanagi K. Nightwalr, apakah kau Bartholomea Lucas? Bisa beritahu dimana kamar Sang Raja "
"Virgo!! "
Blaarr!!
" Wooaahh!! "
" Hai lagi "
" Ahh.... Jadi seperti itu, dia bisa menggunakan petirnya sebagai alat berpindah tempat dengan cepat "
" Virgo, bunuh dia! "
" Ahh... Padahal aku tidak ingin melakukan ini, tapi apa boleh buat "
"Aaarrggg!!! Tanganku!! "
" Hah..... Satu masalah selesai "
" Aww...... Dimana ini? Hah kastil kerajaan? Bukankah aku harusnya sedang perjalanan ke Limes? "
" Yoo, Nona kau sebenarnya telah dikendalikan orang itu selama beberapa bulan ini termasuk pria yang tadi juga. Lefanor? "
" Apa? "
" Sial!! Absolute Swordsman!! "
" Hah... Rage Slash "
Sekali tebas, monster itu pun hancur.
" Hah.. T-tolong jangan bunuh aku! "
" Bisa kau urus dia? Aku ingin mencari sang raja "
" Eh? "
Dengan menggunakan mata kananku, aku mencari keberadaan raja melalui aliran sihirnya.
" Aahh... Disini? "
Aku pun membuka pintunya dan memberikan obatnya pada sang raja.
" Akhh.... Kau, siapa? "
" Yang mulia, perkenalkan namaku Yanagi K. Nightwalr. Ahli pedang yang kebetulan beristirahat di kerajaan ini "