
" Aku sudah berjanji akan melindungi dunia ini dan jika nyawaku taruhannya. Aku tetap bersedia, ini adalah janji sekaligus dosa yang akan aku bawa selamanya "
" Yanagi... Kami paham tapi sebaiknya sebelum itu kamu luangkan waktu pada gadis-gadis itu. Mereka itu mencintaimu tahu? "
" Tapi bagiku mereka hanyalah gadis-gadis, aku ini juga seorang dewa. Sudah banyak aku melihat orang-orang yang mirip dengan mereka-- "
" Kamu hanya berbicara seperti itu karena kamu masih terikat dengan Zadeath bukan "
" ........ "
" Setidaknya kamu harus membiarkan mereka kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya "
Aku membungkukkan kepalaku dan aku merasa kalau tidak perlu aku dengar perasaan mereka karena aku sudah tahu apa yang mereka rasakan.
Lalu bukankah ini tidak penting, lagipula aku tidak yakin bisa selamat setelah peperangan yang akan datang.
Aku pun meninggalkan tempat ini lalu kembali ke penginapan setelah itu. Aku pun mandi lalu membaca buku diary milik Zadeath.
" Zadeath... Dulu aku pasti akan dimarahimu kalau aku membaca diary milikmu. Tapi sekarang kau sudah tidak ada di dunia ini lagi, aku rindu saat dirimu memarahiku "
Aku pun membaca diary itu,
Hari Xia, Bulan Taenling, Tahun XXXX
Hari ini aku bertemu dengan orang aneh, dia memakai pakai aneh Abad Lalu. Terlihat muda tapi tampak sedikit dewasa.
Hari Huio, Bulan Horem, Tahun XXXX
Hari ini adalah hari ke-3 aku setelah bertemu dengannya. Namanya adalah Yanagi, Walau baru 3 hari tapi aku merasa dia adalah sahabat terbaikku.
Hari Tenno, Bulan Jemmil, Tahun XXXX
Sudah 2 bulan aku berpetualang bersama Yanagi, dan sudah 1 bulan ini aku memendam rasa ini. Aku selalu merasa tidak karuan jika terlalu dengan dirinya. Apa aku menyatakannya saja?
Aku membaca setiap halaman dalam buku itu lalu sampailah pada 2 catatan yang paling panjang dan sering aku baca.
Hari Gu, Bulan Micket, Tahun XXXX
10 tahun berlalu sudah, sekarang aku dan Yanagi adalah seorang pahlawan yang dipilih untuk mengalahkan Raja Iblis. Bukan kami saja masih ada Victorius dan Novario yang 2 tahun lalu juga dipilih menjadi pahlawan. Kami selalu bersama dimanapun dan selalu saling membantu.
Hari May, Bulan Micket, Tahun XXXX
Hari ini akhirnya aku bisa mengungkapkan isi hatiku, Yanagi pun juga memiliki rasa terhadapku. Sekarang aku sangat senang sekali, bahkan karena terlalu senang aku mengatakan kalau aku siap menjadi istrinya. Yanagi hanya terus tersenyum melihatku, senyuman itu yang selalu membuatku nyaman. Ooh.. hari ini juga aku akan berkencan untuk pertama kalinya dengan Yanagi.
Aku selalu merasa tidak percaya diri, aku yang seorang gadis tua bersama anak muda akan berkencan. Orang-orang pasti menganggapku perempuan murahan. Tapi itu memang konsekuensi dari tindakanku. Aku berharap bisa disampingnya selalu.
Setiap membaca 2 catatan terakhir aku selalu merasa kalau Zadeath terlalu merendahkan dirinya. Bagiku walau dia sudah mulai sedikit keriput dan menua tapi dia selalu sangat cantik. Bahkan jika aku tidak menahan diri dulu aku bisa memangsanya dan membawa dirinya untuk menjadi selirku di alam dewa.
" Bagian ini tampak mulai rusak-- "
Aku menemukan halaman tersembunyi di diary Zadeath yang ada di tengah cover buku. Dalam sesaat juga aku merasa ini adalah isi hati Zadeath yang sebenarnya dan catatan yang kubaca memang untuk sesuai dengan yang dialami Zadeath tapi masih belum semua karena dia tahu kalau aku akan membaca ini sesuatu saat. Didalam catatan ini tertulis tulisan,
AKU TAKUT!!! KENAPA AKU HARUS MENJADI PAHLAWAN!! AKU TIDAK MAU MATI!! KENAPA HIDUPKU TIDAK ADIL!!!! SEJAK KECIL MENJADI BUDAK **** LALU SEKARANG HARUS MENJADI PAHLAWAN DEMI MELINDUNGI ORANG-ORANG BRENGSEK ITU!? KENAPA DEWA TIDAK PERNAH MENDENGAR DOA DAN TANGISANKU!! APA KARENA AKU ANAK DARI SEORANG PELACUR DAN MONSTER!! KENAPA!!!
Aku benar-benar merasakan apa yang dirasakan Zadeath karena hidupku di duniaku yang lama juga tidak adil, selalu menjadi yang tertindas dan tidak bisa apa-apa selain dihajar.
Aku tahu kalau Zadeath adalah anak dari seorang pelacur dan monster, tapi aku baru tahu kalau dia adalah budak **** semenjak dia kecil. Aku bertemu dengannya saat itu dia berumur 28 tahun dan saat itu aku berumur 16 tahun.
" Zadeath, walau dirimu sudah kotor akan lumpur dan tenggelam didalamnya. Jika itu kau, aku tetap akan mengambilmu. Hah....... Sekarang aku menemukan rahasia dia lagi. Aku selalu berdoa agar kau menjadi bersih dan bersinar dialam baka "
Saat aku ingin menutup buku itu, aku menemukan catatan kecil di pinggir halaman bagian bawah tadi.
Walau aku tidak percaya pada dewa lagi tapi tetap aku akan berdoa agar jika dipertemukan oleh Yanagi lagi, aku memohon agar kami hanyalah pasangan petani yang hidup jauh dari kota dan orang lain dan hidup tenang. Doa ini aku sampaikan pada Dewa Ksatria yang Agung. Aku memohon padamu.
Sekarang aku tidak bisa menahan air mata dan perasaan yang meluap ini. Air mataku terus menerus keluar dan menetesi buku diary ini.
Bukan itu saja, saat air mataku menetesi bukunya. Muncul sebuah catatan kecil lagi yang tertulis,
Aku berharap Yanagi mendapatkan gadis baik jika kami tidak bersama lagi dan aku berharap dia bisa melupakan diriku dikala dia bersedih atas kepergian ku dan hidup tenang dengan gadis yang baik.
Setelah membaca buku ini, aku menyadari kalau doa Zadeath separuh mulai terkabul dan bagiku sang Dewa Ksatria akan mengabulkan permintaan dari doanya.
Aku pun menutup buku itu dan pergi ke sekolah untuk menjemput anak-anak. Saat disekolah aku melihat anak-anak sedang bersama 13 gadis itu.
" Kenapa kalian disini? "
Mereka pun mengatakan kalau mereka mengajak aku dan anak-anak untuk menonton Teater sore ini. Aku pun menerimanya karena anak-anak tampak bahagia dan ini sebagian dari doa Zadeath.