
Musim mulai berganti dan aku kembali bersekolah. Hari ini suhu masih dingin, jadi Onoe menyuruhku untuk memakai syal.
" Sudah ribuan tahun sejak terakhir aku berangkat sekolah ya "
Aku pun masuk ke kelasku. Dalam perjalan rasa nyaman sekali memiliki tinggi badan yang pas, tidak seperti saat di Isekai. Terkadang aku sampai susah mencari penginapan yang memiliki kasur yang pas.
Sesampainya di kelas, aku benar-benar sangat canggung karena tidak ada yang aku kenal. Jadi aku duduk di kursi dekat dengan jendela. Seperti biasanya, hari ini diadakan pemilihan ketua kelas. Karena aku tidak terlalu suka aku mencoba untuk tidak mencolok dan diam saja. Setelah istirahat aku mencoba melihat-lihat kegiatan ekskul yang ada. Semuanya terlihat hanya sedikit laki-laki yang ada.
" Hah.... Semuanya tampak suram ya..... Wajar sih, apalagi ini adalah sekolah dimana para berandalan ada "
Sampai aku tiba-tiba mendengarkan sesuatu di aula. Suara seperti orang berteriak dan barang jatuh. Karena penasaran aku pun mencoba untuk mencari tahu.
" Shiwaka senpai!! Tolong jangan rusak properti club teater! "
" Ohh.... Tapi yang aku lihat hanyalah rongsokan. Club Karate, kalian bisa menggunakan semua barang disini untuk latihan "
" OOO!!!! "
Semua barang dihancur layaknya kayu untuk dipatahkan saat latihan. Karena aku tidak tahan, aku pun masuk dan berjalan maju.
" Hoi kau disana---- "
GGUUUBRAAKKK
" Suara apa itu? Emm....? Siapa kau? Jika ingin menjadi pahlawan mending kau urungkan niatmu dan pergi dari sini "
" ........ "
" Club Karate, Hajar dia! "
" Jumlah club Karate disini ada 10 orang ya? Hah..... Sebisa mungkin aku menahan kekuatanku "
Aku pun hanya dia di tempat dan menunggu serangan dari mereka. Fighter Ability, Salah satu skill yang masih aku gunakan disini. Dengan skill ini aku mempelajari berbagai dengan mudah.
" Dari gerakan mereka mungkin dengan teknik dasar sudah cukup.
Orang pertama, Pertama hindari lalu Heisoku-Dachi, Kisame Zuki, Gyaku Zuki.
Orang kedua, Ap koobi, Dolke chagi. Ooyaa.... Ternyata 1 lagi menyerangku dari belakang? Kalau begitu, Dwi chagi.
Oke, sekarang orang keempat ini terlihat memiliki badan yang cukup besar rupanya. Hindari pukulannya dengan Gong Bu lalu Cross, Straight.
4 orang ingin mengeroyokku? Kalau begitu Au.
2 orang lagi, kalau begitu aku harus sedikit memaksa tubuhku untuk secepat di Isekai saat berpedang. Kanan Rapier Gauntlet, Kiri Uppercut. Lalu Kiri Low kick, High kick, Push kick. Kanan Smashing elbow, tarik dia lalu Jab, dan Hook knee "
" Kau!!!! "
" Yah... Sudah lama aku tidak bergerak seperti ini "
Semua Club karate sudah aku urus. Sekarang tinggal laki-laki itu, aku pun mendekatinya dan sedikit mengancamnya dengan skill Ashura terror.
" Bisakah senpai pergi dari sini? "
Karena terkena efek dari skill itu dia benar-benar ketakutan dan lari dari sini dan para club karate juga terkena skill tanpa aku sadari.
" Eehh..... Padahal aku sudah menahannya, sepertinya bukan Sirkuit Mana-ku yang rusak tapi limiter-ku juga ya? "
" Anoo..... Terima kasih sudah menolong kami "
" Bukan apa-apa, tapi propertinya... "
" Tidak apa-apa! Kami bisa membuatnya lagi. Tapi sepertinya kami kekurangan orang untuk pentas saat akan ada acara dengan universitas Houma "
" Club teater ya? Kurasa tidak buruk juga. Daripada tidak ada kegiatan setelah pulang sekolah selain kerja sambilan di cafe milik Giomadera.
Kalau begitu boleh aku ikut? "
" Heh!? Kamu yakin? "
" Kebetulan aku murid baru dan masih belum mengikuti club mana pun "
" Terima kasih! Kalau begitu perkenalkan namaku Hashikawa Asuka. Lalu mereka adalah, Kurimi, Taichi, Seiko, Ayako, Furuha, Karen, dan Joutaro "
Setelah mengenalkannya mereka pun menjelaskan bahwa 2 bulan lagi akan acara kolab antara club teater SMA dan club teater milik universitas Houma. Acara didalamnya akan mementaskan 3 cerita, yaitu yang pertama dari Universitas Houma, kedua dari SMA Ouka, lalu yang terakhir adalah kolaborasi dari 2 club teater itu.
" Senpai, lalu cerita apa yang akan dipentaskan? "
" Itu karya milik Seiko-chan "
" Original Story? "
" Sou yoo....., Seiko-chan adalah penulis light novel yang naik daun "
" Heee.... Sugoi desu ne.. "
" Judulnya adalah Aka no Kenshi "
" Aaaa.... Judulnya membuatku nostalgia "
" Ceritanya mengisahkan seorang samurai yang melawan iblis untuk merebut seorang tuan putri yang dia culik "
" Sepertinya menarik ceritanya "
Setelah itu kegiatanku setiap hari adalah sekolah, latihan, bekerja sambilan, lalu berlatih pedang dan seperti itu terus setiap harinya.
" Ahh..... Pegal sekali, memang tubuh ini masih belum bisa sama dengan tubuh Yanagi di Isekai "
" Ada apa Yanagi? Kalau lelah kamu bisa beristirahat sebentar di ruang ganti "
" Tidak apa-apa, hanya sedikit pegal saja "
Terkadang sesekali aku melihat penampilan Giomadera, di Isekai dia tidak pernah aku lihat menggunakan pakaian Maid. Kira-kira umurnya berapa? 20? 25?
" Giomadera-- "
" Yanagi, kamu harusnya memanggilku Sahara-san. Ini bukan di Isekai lagi, Giomadera adalah nama yang sudah bukan milikku. Begitu juga dengan yang lain "
" Ya.... Tapi tetap saja sedikit aneh saja, apalagi sudah ribuan tahun aku memanggilmu dengan nama Giomadera "
" Baiklah... Apa sih yang tidak untuk adik tersayangku. Tapi pastikan jika ada orang lain selain para dewa dan yang lain kamu harus memanggil Sahara-san "
" Baiklah, lalu aku mau bertanya "
" Apa? "
" Umurmu berapa? "
" Sebentar lagi aku akan berumur 30 tahun "
" Oba-san da!!! Tapi memang Dewi musim semi, layaknya musim semi yang terlihat indah. Giomadera tetap memiliki paras yang cantik dan muda "
" Kenapa kamu bertanya seperti itu? "
" Bukan hal penting, hanya saja kalian pindah di dunia ini jadi aku penasaran dengan unsur-unsur kalian "
" Begitunya, tapi jika hanya dikatakan berpindah bukan benar juga. Lebih tepatnya kami bereinkarnasi "
" Maksudmu hidup kembali mulai dari bayi? "
" Ya, karena itu aku sedikit sulit mencari yang lain. Tapi untungnya skill kami beberapa masih terbawa dengan kami jadi kami bisa berkumpul lagi "
" Emmm.... Benar juga! Giomadera, bisakah kau bantu kami mencari pakaian yang cocok untuk datang di pernikahan Morette dan Maneko "
" Bukankah kamu punya satu? "
" Hah? "
" Kamu yakin telah lupa? Hah..... Setelan yang kau pakai saat kunjungan orang tua di Isekai "
" Ahh.... Itu ya, tapi kalau tidak salah bukankah itu akan sangat besar jika aku pakai dengan tubuh ini "
" Benar juga, kalau begitu minta tolong saja dengan Koushiki-kun. Dia kan pemilik perusahaan pakaian yang terkenal "
" Benar juga, lagipula anak-anak juga perlu pakaian baru "
" Ya, ada apa senpai? "
" Yanagi-kun, maaf kalau aku mengganggu waktumu "
" Tidak sama sekali "
" Hari ini para club teater dari Houma sekarang mengajak kita untuk berlatih bersama di villa salah satu anggotanya. Jadi bisakah kamu datang untuk berlatih? "
Aku melirik ke arah Giomadera dan dia memperbolehkan ku untuk selesai lebih awal.
" Tentu "
" Kalau begitu akan aku kirim lokasi tempatnya "
" Baiklah "
Setelah itu aku mendapatkan pesan berisi lokasinya. Terlihat butuh waktu agak lama untuk kesana dengan berlari. Aku pun mengganti seragam Caffe dengan seragam sekolahku lalu aku pergi ke tempat itu. Sesampainya disana aku dapat melihat sebuah villa besar di dekat hutan dan tampak kalau jalannya sangat sepi karena tidak ada rumah didekatnya. Mungkin 100 atau 200 m dari villa ini baru terdapat pemukiman.
Aku pun menekan bel-nya dan dari speaker terdengar suara perempuan.
" Siapa disana? "
" Aahh... Aku anggota club teater dari SMA Ouka "
" Jadi kamu yang sedang ditunggu ya. Sebentar, biar aku membukakan pintu "
Di sebelah kiri gerbang yang besar terdapat pintu besi kecil dan pintu itu dibukakan oleh seseorang.
" Silahkan masuk "
" Ahh... Terima--- Zadeath?? "
" Apa kamu mengatakan sesuatu? "
" Aaahhh.... Bukan apa-apa. Hampir saja, aku kaget sekali karena penampilannya hampir seperti Zadeath "
Setelah itu aku mengikutinya untuk ketempat latihan. Dan aku menyadari satu hal, aku selalu meliriknya terus-terusan.
" Gawat, aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari dia. Tapi, postur tubuh, wajah, dan gaya rambutnya sama dengan Zadeath. Tapi dia tidak sekekar Zadeath dan gaya bicaranya pun sedikit berbeda "
" Anoo.... Kalau kamu terus-terusan melihatku rasanya sedikit-- "
" Aaahh!!?? Maaf, aku hanya sedikit teringat dengan kenalanku "
" Ohh begitu... Perkenalkan Namaku Ryuugi Boudica "
" Nama yang aneh! "
" Pasti kamu berpikir namaku aneh ya "
" Ketahuan!? "
" Ya sebenarnya tidak heran kalau orang menganggap namaku aneh. Nama ini pemberian dari ayahku dan marga dari ibuku "
" Ayah Boudica-san itu orang asing? "
" Benar, dia adalah mantan perdana menteri Inggris dan sekarang menjadi seorang pengusaha "
" Kalau tidak salah Boudica itu nama ratu bukan? "
" Benar, Ayahku memberikan nama ini agar aku menjadi perempuan yang berkarisma dan memiliki sifat yang baik "
" Bagus sekali "
Setelah berjalan dan berbincang sebentar, akhirnya kami sampai di ruangan seperti aula dan didalamnya ada kedua club teater.
" Aahh.... Yanagi-kun, kami sudah menunggumu "
" Baiklah, sepertinya semuanya sudah berkumpul ya. Bagaimana kalau kita mengundi peran yang akan dipakai? "
" Eeee....? Ei-chan, sampai segitunya kau ingin peran sang pangeran sampai memilih undian daripada voting? "
" Berisik kau Eiko! "
Setelah itu pun kami satu persatu mengambil undian dan mulai mencatat peran yang didapatkan.
" Oke, sekarang siapa yang mendapatkan peran tuan putri? "
" Aku "
" Boudica-chan ya, lalu yang menjadi pangeran? "
Aku melihat isi kertasku dan mengacungkan tangan.
" Aku "
" Ooyaaa..... Murid SMA Ouka? Emm... Cocok sekali! Tuan putri yang anggun dengan pangeran yang tampan! "
Saat itu aku melihat senpai dari universitas Houman ada yang tampak kesal dan menangis karena tidak mendapatkan jatah pangeran.
" Oh ya, apa kamu membawa pakaian ganti? "
" Tidak "
" Aahh.... Maaf, sebenarnya kita akan menginap disini selama 2 hari untuk latihan "
" Benarkah? Aku belum memberitahu orang tuaku tentang ini. Bolehkah aku menelpon sebentar? "
" Tentu "
Aku pun mengambil smartphone milikku dan menelpon telepon rumah .
" Moshi Moshi "
" Onii-chan? "
" Onoe kah? Bisa kau bilang kepada ibu kalau aku akan menginap dirumah teman selama 2 hari? "
" Tidak masalah "
" Aahh!!! Pastikan anak-anak untuk sikat gigi dan tidak minum es dimalam hari "
" Iya iya...... "
" Kalau begitu dah "
Setelah itu aku kembali lagi ke tempat senpai dan membahas scenario dari ceritanya. Dasar dari ceritanya adalah cinta antara seorang manusia setengah Kijin dan seorang manusia dengan berkah dewa. Banyak halauan dan penolakan dari kisah cinta mereka. Sampai diakhir cerita mereka dapat hidup bersama dengan bahagia.
" Ceritanya campuran legenda Jepang dengan luar ya "
" Benar, Kijin dan latar Eropa abad pertengahan. Ngomong-ngomong kamu tidak ganti baju? "
" Aku? Tidak membawa "
" Kalau begitu, kamu bisa pinjam satu ke Taichi-kun "
Aku pun menemui Taichi senpai dan meminjam kaos hitam dan celana training-nya.
" Bagaimana? Ukurannya pas? "
" Pas "
" Syukurlah kalau ukuranku denganmu sama "
Setelah selesai memakai pakaian ganti, tiba-tiba 2 senpai dari Universitas Houman menyeretku ke suatu tempat.
" Anoo...... Aku mau dibawa kemana? "
" Tenang saja, nanti kamu juga tahu "
" Heee........ "