
AUTHOR POV
Saat Edna sedang ingin tidur dengan Yanagi, terdengar sudah ketukan pintu yang keras. Dia pun turun dan membuka pintu.
" Nona Edna!! "
" Felix? Ada apa? "
" Nona, Desa sedang diserang oleh para iblis yang disembunyikan oleh pihak Federasi sebelum mereka tertangkap "
" Bagaimana ini, aku harus ke desa untuk menolong semuanya. Tapi, aku juga tidak bisa meninggalkan Yanagi sendiri "
" Nona Edna, kumohon. Kekuatan kami tidak cukup. Terdapat Fallen Dragon, kami membutuhkan kekuatan anda! "
" Baiklah, bawa aku segera. Yanagi, tolong tunggu aku sebentar saja. Aku akan segera kembali "
Edna dan Felix pun menuju ke Desa, disana terdapat 4 Fallen Dragon.
" 4 Fallen Dragon!? Felix, bantu aku. Pertama-tama kita kalahkan satu terlebih dahulu "
" Baik! "
Edna dan Felix pun berlari dan melompat tinggi kearah Fallen Dragon itu.
" Golden Tree!!"
" Thunder Strike!! "
Satu Fallen Dragon pun tumbang.
" Edna? Kenapa kau ada disini-"
" Ayah, bukan saatnya bicara. Cepat bawa para warga ke tempat yang aman sekarang!
Felix ikuti aku, masih ada 3 yang tersisa "
" Baik, Nona Edna "
Disisi lain, dimana Yanagi yang tinggal sendirian di rumah. Dia kedatangan Giomadera dan Aoi.
" Kakak... "
" Hai Yanagi, apa kau baik-baik saja? Kurasa tidak ya. Aoi, kita harus mengangkat kutukan ini terlebih dahulu "
" Baik "
Aoi dan Giomadera pun menggunakan sihir kelas atas untuk menyembuhkan Yanagi.
" Aahhh!! Akhirnya! Tubuh benar-benar sakit karena terlalu lama duduk dan tidur "
" Kakak, anda harus lebih berhati-hati! "
" Benar, jika gadis itu tidak berdoa di kuil Theness dan kuil-mu kami tidak akan tahu apa yang terjadi padamu "
" Maaf... Ya, bagaimana lagi. Tubuhku bergerak secara tiba-tiba, bukankah laki-laki harus melindungi perempuan? "
" Hah.... "
" Kakak.... "
" T-tolong, jangan lihat aku dengan wajah yang seperti memandang orang aneh "
" Kami akan kembali ke tempat kami, kau juga tahu apa yang harus dilakukan bukan? "
" Tentu saja, sudah satu tahun lamanya aku merepotkan dia "
" Sudah waktunya bagiku membalas kebaikannya "
Di Desa, Edna dan Felix sudah mengalahkan 3 Fallen Dragon, tapi mereka kesusahan melawan yang terakhir karena Mana mereka sudah hampir habis dan Fallen Dragon terakhir memiliki kemampuan regenerasi.
" Hah.. Hah.. Hah.. Felix, apa kau bisa menggunakan skill milikmu sekali lagi "
" Maaf, saya membutuhkan waktu untuk mengumpulkan Mana saya lagi"
" Gawat, kami sudah tidak bisa menggunakannya skill pamungkas kami-- "
" Rage Slash!! "
Blaaarrrr!!
" Huh..... Edna, maaf sudah membuatmu menunggu "
" Yanagi!? "
YANAGI POV
" Maaf sudah membuatmu menunggu"
" Yanagi!? "
" Sekarang giliranku "
" Yanagi, dia memiliki regenerasi tinggi!"
" Regenerasi? Pasti ada inti core dari dirinya "
" Aahh... Di dadanya ya, tapi sepertinya dimulai mengeraskan kulitnya, Mana-ku saat ini cukup untuk menghancurkan kulitnya "
" Yanagi! Gunakan Mana milikku "
" Saya juga akan memberikan Mana saya "
Tangan Felix dan Edna menyentuh pundakku. Aku merasa Mana mereka masuk ke tubuhku.
" Yanagi, aku tahu ini bukan waktu yang tepat. Tapi, aku sangat senang melihatmu seperti sedia kala "
" Itu karena doa-mu. Baiklah! Waktunya makhluk itu dihabisi "
" Benar "
" Haaaa.........!! "
" Haaaa.........!! "
" Haaaa.........!! "
" Wind Shoot!!! "
Buuuuuussssshhhhh!!!
Bukan mengeluarkan angin, malah skill Wind Shoot milikku memunculkan cahaya berwarna putih yang dilingkari oleh cahaya biru, hijau, dan emas. Alhasil, cahaya itu menembus kulitnya sekaligus menembus badan Fallen Dragon itu beserta inti core-nya.
" Itu...... Tadi apa? "
" Hah..... "
" Maaf, saya juga tidak tahu "
Setelah kejadian, kami memastikan ada korban lain atau tidak. Saat sudah memastikan tidak ada korban lain, kami menuju ke warga yang sudah dievakuasi. Para warga terlihat tampak tidak enak dengan Edna, mereka telah mengusirnya dulu tapi sekarang Edna malah menyelamatkan nyawa mereka. Terutama ayah Edna, dia mewakili semuanya untuk meminta maaf pada Edna.
" Edna, tolong maafkan kami. Kami seharusnya tidak mengusirmu "
" Tidak apa-apa, lagipula aku juga bersalah karena berpihak pada musuh hanya karena ingin menjadi ksatria "
" Edna, maukah kamu kembali-- "
" Edna? Bukankah bagus mereka telah menerimamu kembali? "
" Yanagi, memang aku senang mereka menerimaku kembali. Tapi, rumah itu telah sangat berarti bagiku. Ahh! Bukan berarti tidak mau kembali ke desa tapi aku berjanji akan sering berkunjung ke desa "
" Baiklah, ayah tidak akan lagi memaksamu. Tapi jika butuh sesuatu, pastikan kau mengunjungi desa. Kami selalu mengharapkan kedatanganmu"
Edna pun memeluk erat ayahnya lalu kami kembali ke rumah kecil itu dan Felix masih didesa untuk membantu para warga sambil mengirimkan surat bantuan kepada kerajaan.
" Yanagi, apa kau yakin tidak tinggal?"
" Maaf, aku masih harus melanjutkan perjalanan "
EDNA POV
Aku sedikit merasa kesepian saat Yanagi mengatakan tetap akan pergi.
" Yanagi "
" ??? "
" Ah.. Bukan, tidak apa-apa "
Menyingkirlah dari sini
Tunggu!! Apa kau sudah tidak memiliki perasaan pada warga, pada Ayahmu!
Aku, aku sudah tidak bisa diterima oleh mereka. Jadi tidak ada bedanya aku menghancurkan mereka atau tidak--
Pasti, aku yakin! Jika tidak, aku akan membantumu menyakinkan mereka. Sekaligus aku orang pertama yang akan menerimamu!!
" Hah? B-baiklah "
" Yanagi tunggu "
" Apa-- "
Aku sudah tidak bisa menahan perasaan ini, aku memeluk Yanagi seerat yang aku bisa. Aku mencoba menahan air mataku dan melepas pelukanku.
" Yanagi, apa kita bisa bertemu lagi? "
" Emm.... Akademi Exton, dalam 3 atau 4 tahun aku akan kesana "
" Kau yakin? "
" Tentu "
" Kalau begitu, aku juga akan kesana. Lagipula gelar ksatria hanya pemberian Raja belaka, bukan gelar asli. Tapi mungkin akan kesana lebih cepat darimu, agar bisa menandingimu "
" Tentu, kita lihat nanti. Kalau begitu aku pergi "
Yanagi pun mulai pergi keluar dari hutan. Aku hanya bisa melihat punggungnya sampai dia tidak terlihat. Tapi tidak masalah, karena aku akan bertemu dengannya lagi. Suatu saat akan aku ungkapkan perasaanku padanya.