
" Yanagi.... Yanagi.... Yanagi.... Hoi Baka Yagi!! "
(Baka Yagi \= kambing bodoh)
" Yaaa!? "
" Kau ini kenapa? "
" Aahh.... Bukan apa-apa "
" Kalau bukan apa-apa kenapa kau seperti itu? "
" Entahlah, kurasa aku mulai merindukan Zadeath lagi "
" Aaahhh..... "
" Ngomong-ngomong, kenapa kau ada disini? "
" Eehh? Kau ini benar-benar bodoh ya? Jelas-jelas selama ini aku duduk didepanmu, dewa konyol "
" Benarkah!? Kenapa aku tidak menyadarinya? "
" parah juga kepala orang ini "
Hari ini beberapa kelas kosong dan sekolah untuk beberapa hari akan pulang lebih awal karena sedang kekurangan guru dikarenakan beberapa guru telah pensiun.
" Hah...... Walaupun aku merindukannya tetap saja tidak akan pernah bertemu lagi "
" Yanagi, aku yakin Zadeath masih bereinkarnasi "
" Mana mungkin, aku sudah menghancurkan jiwanya seperti debu "
" Kau dan Zadeath adalah orang yang mampu menghancurkan batas manusia dan melangkah maju. Pasti dia akan hidup kembali walau aku tidak tahu caranya. Paling tidak perpikir positiflah, itu akan membuatku sedikit lebih baik "
Kobayashi terus menyemangatiku supaya tidak tenggelam dalam rasa sedih. Dialah satu-satunya sahabatku yang selamat dari pertarungan pertama antara Bemoc dengan para pejuang. Sekarang dia telah menjadi gadis yang dewasa dan teman berhargaku.
" Anante, terima kasih karena kau selalu disampingmu sejak keterpurukan itu "
" Tentu saja, kau telah menyelamatkanku. Kita ini adalah teman bukan? Anak-anakmu adalah keponakan bagiku "
" Ya, kau juga keluargaku "
" Maka dari itu, semangatlah saudaraku. Dewa Kehancuran "
" Sudahlah, aku bukan dewa melainkan manusia "
Setelah itu bel pulang berbunyi dan kami pulang. Anante berniat menginap di rumahku karena ingin bertemu dengan anak-anak.
" Aku pulang "
" Papa Okaeri "
" Okaeri "
" Ayah, Okaerinasai "
" Emm..... Ibu dan Onoe dimana? "
" Nenek dan bibi katanya menginap dirumah nenek buyut "
" Jadi kalian dirumah sendiri? "
" Papa, ramen! "
" Ramen? "
" Ya, Ramen!! "
" Kedengarannya enak, kenapa tidak Yanagi? "
" Bibi Anante! "
" Anante, lama tidak bertemu "
" H-hajimemashite "
Bagi Minho, Anante adalah bibi bagi dirinya. Karena dia selama 5 tahun dirawat olehnya dan Anante lumayan akrab dengan Theness. Lalu Anne mungkin sedikit kaku karena ini pertama kalinya dia bertemu langsung dengan Anante.
" Kalian tampak menggemaskan dengan wujud ini!! "
" Ahahaha!! Geli!! "
Karena anak-anak ingin makan ramen, jadi aku merubah sedikit tampilanku agar tidak mencurigakan. Aku juga menyuruh mereka agar mengganti pakaian mereka. Sesampainya di kedai ramen, aku bertemu dengan Morette.
" Lama tidak bertemu, Yanagi "
" Morette!? "
Akhirnya kami pun duduk disampingnya.
" Emm.... Aku merasakan kalau dia adalah Anante, tapi siapa 3 gadis ini? "
" Anak-anakku, Theness, Minho, dan Anne "
" Heh!? Benarkah!? Mereka bisa merubah penampilan seperti yang para dewa lakukan!? "
( Rambut putih Anante, merah Anne, pink Theness, Coklat Anne, cowok Morette )
" Anak-anakmu hebat sekali ya. Aku juga terkejut dengan Theness, bahkan dia bisa merubah total wujudnya "
" Tentu saja "
" Mereka adalah harta berharga bagiku dan Zadeath. Aku ingin memanjakan mereka untuk mengganti masa-masa kecil mereka yang belum pernah manja pada orang lain "
" Tapi kalau merubah wujud seperti itu bukankah memakan mana lebih besar? Bagaimana kalau mereka tiba-tiba berubah? "
" Aku sedikit merusak mantra di gelang ini, jadi aku bisa memasok mana ke mereka "
" Merusak mantra? Kau selalu saja nekat ya "
Tidak lama pesanan kami datang. Dan kami pun memakan ramen kami.
" Anne, bukankah dia adalah hanyalah Doll? Bagaimana bisa dia terlahir dari Zadeath? "
" Bukankah banyak makhluk yang terlahir karena para dewa? "
" Benar, tapi kelancaran dia berbicara sangat bagus sekali "
" Tentu saja, aku sampai tidak istirahat selama beberapa Minggu untuk mengajarinya bicara. Walaupun begitu, jika dia mengatakan kalimat yang rumit atau mengatakan kalimat yang sangat panjang dia pasti akan bingung "
" Emm... Anne "
" Ada apa Dewa Morette? "
" Coba katakan ini! Ayah pergi ke mini market membeli bir yang akan diminumnya namun malah diminum oleh kakak laki-laki dan mereka akhirnya ribut karena itu tapi ibu melerainya dan mereka akhirnya makan kare dengan chicken katsu "
" Ayah pergi ke mini market membeli bir yang akan diminumnya tapi mereka dan laki...... Kakak? Makan melerai dengan chicken katsu--- aww... Lidahku tergigit "
" Ahh... Itu juga kadang-kadang terjadi "
" Levelnya seperti anak TK ya? Maa... Anne, Nice "
Kami pun makan dengan lahap dan setelah selesai makan kami pun berniat pulang ke rumah. Tapi saat ingin pulang, Kobayashi mengatakan kalau tidak jadi menginap karena mendapatkan telepon kalau ibunya sakit. Jadi dia terpaksa pulang. Kami pun pulang berempat.
" Hah..... Mana-ku lumayan disedot dengan cepat. Untungnya aku sudah membuat Wilayah Kuil putihku di tempatnya yang memiliki pasokan mana yang lumayan banyak "
" Nee... Papa, bolehkah hari ini kami tidur lebih telat dari biasanya? "
" Boleh ya ayah... "
" Ayah... "
" Kurasa tidak apa-apa, lagipula pada awalnya kalian sudah besar hanya saja tubuh kalian yang sedikit tidak sama dari tubuh kalian di Isekai. Eemm.... Baiklah, tapi jangan sampai kalian sakit ya "
" Yay!! Otou-san no koto Suki! "
" Papa, I love You! "
" Suki! "
" Ayah juga sayang kepada kalian "
Mereka pun menonton acara tentang alam liar dan hewan. Mereka tampak sangat tertarik dengan itu. Bahkan aku mencoba memanggil mereka tapi tidak terdengar sama sekali.
" Maa... Hewan disini dan Isekai lumayan berbeda. Mungkin kalau menerima gaji bulan depan akan aku ajak mereka ke Aquarium raksasa dan Kebun binatang "
Setelah selesai, mereka menonton sebuah anime yang sebenarnya ratingnya untuk remaja namun seketika mereka agak muram. Karena penasaran, aku menemui mereka dan bertanya.
" Papa, bisakah kami bertemu dengan mama? "
" Aku merindukan Oka-san "
" Oka-san.... "
Tanpa aku sadari, rupanya mereka jauh merindukan Zadeath dan selama ini menahannya agar tidak menyusahkanku. Lalu aku berpikir kalau perkataan Kobayashi benar, kalau aku tenggelam dalam rasa sedih maka siapa yang akan mengurus mereka bertiga.
" Kami berpisah dengan mama sejak kecil, bahkan aku yang lebih tua tidak bisa mengingat wajah mama sama sekali "
" Aku juga "
" Ya, kami juga "
" Kalau itu ayah tidak bisa janji kalian bertemu dengan mama. Tapi setidaknya ayah bisa menayangkan dimana ayah dan mama bertemu "
Aku pun mengeluarkan Cryp Crystal yang memiliki fungsi yang sama seperti kamera. Biasanya dipakai untuk memata-matai musuh di Isekai.
" Mama sangat cantik "
" Benar kan, dia adalah bidadari bagi ayah "
Banyak hal yang aku perlihatkan, mulai dari latihan pertamaku dengan Zadeath, awal aku menjadi prajurit, diangkatnya aku menjadi Class Fury Knight, petualanganku dengan Zadeath, lalu yang terakhir adalah awal kami menjadi sepasang kekasih.
" Mama... "
" Oka-san.... "
" Oka-san... "
Mereka pun menangis setelah menonton semua yang aku tayangkan. Aku pun memeluk mereka untuk menenangkan mereka.
" Jangan terus menangis, Mama pasti khawatir jika kalian sedih. Maka dari itu menjadi manja semau kalian kepada Ayah, kalian adalah harta kami berdua yang berharga. Melebihi permata manapun "
Setelah itu mereka pun kembali riang dan itu membuatku senang juga.
" Ahh.... Karena hari ini kita begadang, bukankah kalian lapar? Ayah tadi memesankan sebungkus kuah ramen yang berada asam pedas, lalu ada beberapa sosis spesial yang digiling dengan sayuran lalu ada salad yang baru Ayah buat. Kalian mau makan? "
" Ya! "
Aku pun mengambilkan makanannya lalu menyuapi mereka. Walau dengan wujud remaja, aku tetap memanjakan mereka karena mereka adalah hartaku dan Zadeath.