Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru

Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru
Extra (8)



" Papa? "


" Otou-san? "


" Otou-san? "


" Mama? "


" Mama? "


Sekarang mereka sedang berada di rumahku. Tadi saat ingin pulang ke rumah, tiba-tiba hujan turun dan terpaksa Boudica-san ikut ke rumahku karena jarak rumahku lebih dekat dan hujan lumayan deras. Lalu sekarang yang habis kehujanan dengan memarahi anak-anak.


" Anne, Theness, Minho, tadi kenapa kalian pergi begitu saja tanpa bilang-bilang ke papa? "


" A--ano nee.... Tadi karena ada hewan seperti Sky Birdon Jadi-- "



" Jadi kalian pergi begitu saja lalu hilang dan merepotkan orang lain? "


Mereka pun diam dan menundukkan kepala mereka. Disisi lain, Boudica-san lumayan menakutkan saat sedang marah.


" Asuna, Asunaro, Katakan kenapa kalian tadi pergi begitu saja? "


" M-mmama... T-tadi a-da burung bagus j-jadi-- "



" Jadi kalian pergi begitu saja tanpa bilang ke mama? Kalau kalian hilang siapa yang susah? Mama yang susah kan? Lalu kalau kalian tidak ketemu, kalian mau tidur dimana? Sudah tidak sayang sama mama? Ingin Mama kerepotan? "


" Papa, gomen nasai!! "


" Mama, gomen nasai!! "


Setelah dimarahi, mereka pun menangis. Karena aku dan Boudica-san berpikir kalau mereka sudah menyadari kesalahan mereka lalu kami tahu kalau kami agak berlebihan memarahi mereka. Kami pun tidak memarahi mereka lagi.



" Hah..... "



" Hah..... "


" Minho, Anne, Theness, papa tidak marah lagi kok. Jadi jangan menangis "


" Asuna, Asunaro, maaf ya kalau mama marah. Jangan menangis lagi ya, mama tidak akan marah lagi kok "


Setelah itu tangisan mereka mulai mereda karena kami sudah tidak marah lagi. Tiba-tiba Asuna bersin.


" Hatchu... "


" Ara Ara.... Sebaiknya kalian segera mandi agar tidak terkena demam "


" Kalau begitu pakai kamar mandi disini saja, lalu pakaiannya bisa aku pinjami milik anak-anakku "


" Maaf ya, Yanagi-kun. Jadi membuatmu repot "


" Tidak apa-apa "


" Eeh?? Tapi Mama harus mengurus pakaian kalian yang basah. Dengan Minho-chan dan lainnya saja ya "


" Ii yaa da!! Kami mau mandi sama mama papa "


" Papa? "


" ??? "


Seketika aku dan Boudica-san bingung. Papa, disini yang laki-laki hanya aku. Lalu apakah maksudnya aku.


" Ehh?? Dengan paman? "


" Benar, Papa! Ayo mandi bersama mama! "


" Papa!? "


" Mama!? "


Aku pun bingung kenapa mereka memanggil Boudica-san dengan sebutan mama dan Boudica-san juga kebingungan karena anak-anaknya memanggilku papa.


" Ahh... Yanagi-kun, sebenarnya aku yang memperbolehkan mereka memanggilku mama karena menangis saat di kebun binatang "


" Tapi kenapa aku dipanggil papa oleh Asuna-chan dan Asunaro-chan? "


" Mama adalah mama kami tapi Minho-chan memanggil mama, mama. Jadi Papa Minho-chan papa kami juga "


" !!??? "


" !!??? "


Wajahku dan Boudica-san memerah karena perkataan Asuna-chan.


" Tidak boleh? "


" Y--ya.... Bukannya tidak boleh--- "


" Jadi boleh? "


" Gawat aku tidak bisa menolaknya. Boleh saja.... "


Akhirnya pun aku memperbolehkan mereka memanggilku papa. Tapi yang tersulit adalah mereka terus-menerus meminta kami berdua untuk mandi bersama mereka. Kalau salah satu dari kami tidak masalah, tapi ini artinya mereka meminta kami berdua berada di kamar mandi bersamaan. Karena tidak ingin mereka sakit dan menangis lagi, akhirnya kami berdua memutuskan mandi bersama walau kami tetap memakai pakaian.


" Kamar mandi milikmu cukup besar ya, Yanagi-kun "


" Sebenarnya ini sudah direnovasi karena dulu aku dan adikku suka bak yang agak luas agar bisa berenang dan karena kami tidak bisa tenang saat mandi. Ya, bisa dibilang mini Onsen? "


" Yanagi-kun, wajahmu memerah. Apa kamu terkena demam? "



" Bukan karena demam, ini karena.... Ayolah! Sekarang kita di kamar mandi, walau Boudica-san memakai pakaian lapisan tengah tetap saja kan! Begini-begini walau aku seorang ayah bukan berarti aku akan tenang di kamar mandi bersama perempuan yang lebih tua 5 tahun dari diriku "



" Aa--aahh.... Benar juga ya! "


Sekarang aku hanya memakai kaos ketat hitam dan boxer, sedangkan Boudica-san hanya memakai pakaian lapisan tengah berwarna putih. Didalam kamar mandi sebisa mungkin kami memandikan anak-anak kami lalu memandikan diri sendiri karena agak memalukan mandi bersama seperti ini.