
" Nitoryu.. Ken no Nami "
Sriiiingg....
" Huuhh.... Aku rasa latihanku sudah cukup ya. Tak kurasa sudah 10 tahun sejak aku menjadi manusia disini, banyak hal yang aku alami sejak itu.
Ehh.... Setelah bukannya hari pendaftaran murid baru di Akademi Exton? GAWAT AKU AKAN TERLAMBAT!!!! "
Sekarang aku tinggal di desa dekat Kota Exton. Tepatnya disebuah Villa kecil milik pria dengan nama Nightwalr, pemilik NobblesseGatana terdahulu. Disana aku memiliki 3 pelayan dan 2 penjaga.
" Kakek John! Bisa siapkan bajuku? "
" Hohoho.. Itu sudah saya siapkan "
" Terima kasih Kakek John!! Aku mandi dulu "
" Kalau begitu biar saya suruh Gleide untuk menyiapkan kereta "
" Ah.. Itu tidak perlu, aku bisa jalan saja "
" Tapi tuan muda "
" Tidak apa-apa "
" Kalau begitu biarkan Gleide mengantar anda sampai beberapa meter dari gerbang Akademi "
" Baiklah... "
Setelah mandi aku aku langsung menuju kereta dan pergi ke akademi.
" Tuan Muda "
" Ya? "
" Ahh.. Bukan apa-apa, hanya saja saya masih agak canggung "
" Kenapa? "
" Ya.. Karena anda adalah dewa "
" Tenang saja, aku adalah mantan dewa. Sekarang aku hanya seorang manusia sepertimu "
" Ah.. "
" Gleide, cukup disini "
" Baiklah--"
JEDDUUKK
" Tuan? "
" Akh... Aku lupa akan tinggi badanku lagi "
" S-saya akan memperbaiki ukuran keretanya nanti "
" T-tolong ya... "
Gleide pun kembali ke Villa dan aku menuju ke sebuah lorong gelap dan menuruni tangga. Disana terdapat toko budak, dimana hanya orang tertentu tahu tempat ini. Bukan karena aku ingin seorang budak tapi ada sesuatu hal yang menarik perhatianku.
" Ah.. Pelanggan, apa yang bisa saya bantu "
" Bisa kau perlihatkan budak-budakmu "
" Tentu "
Walau disini adalah toko budak, berbeda dengan yang lain. Disini budak lebih terawat dan tidak disiksa.
" Anda bisa lihat, ada berbagai ras yang langka. Apa yang anda inginkan? "
" Emm.. Bukan ini, ini juga "
" Anda mencari yang bagaimana? "
" Emm bagaimana ya, Boneka Ksatria? "
" Ahh!! Seharusnya anda bilang daritadi, ini dia "
" Ini dia! "
" Tapi anda yakin? Dia terkena penyakit krisis Mana dan kerusakan struktur sihir "
" Berapa harganya? "
" Ehh.. Anda yakin?"
" Em.. "
" 500 koin perak saja "
" Ini, bisa aku meminta air dan kain "
" Tunggu bisa saya ambilkan "
Aku pun membersihkan tubuhnya yang kotor dengan kain dan air itu. Lalu setelah itu aku melakukan ritual untuk mendapatkan tanda kepemilikan budak.
" Oke, sudah selesai "
" Ini? "
" Ahh.. Ini tanda bahwa anda adalah tuannya, anda bisa menggunakannya untuk memerintahnya "
" Oh-- Eh? Aku lupa sekarang waktunya pendaftaran!! Ayo! "
Aku langsung menarik boneka ksatria itu lalu menuju tempat pendaftaran.
" Apa masih sempat? "
" Tentu, silahkan sebutkan nama "
" Yanagi K. Nightwalr "
" Emm... Disebelahmu? Siapa dia? "
" !!! Ahhh.. Dia adalah adikku, Anne K. Nightwalr! "
" Sekarang masuk ke ruangan sebelah sana cepat "
" Terima kasih!"
Kami pun masuk dan terdapat banyak sekali murid baru yang mendaftar disana.
" Ahh.. Maaf ya membuatmu terbawa kesini "
" ..... "
" Ah.. Aku lupa kalau kau tidak bisa bicara, kau punya nama? "
Dia menggelengkan kepala.
" Emm.. Bagaimana dengan nama yang tadi, Anne? Anne K. Nightwalr "
Criinnggg.....
" Heh? Kau berelovusi? "
"......"
" Y-ya tidak masalah karena kau tidak terlalu berubah. Yanagi!! Kurangi kebiasaanmu memberi nama sembarangan! "
" Semuanya!! Perkenalkan namaku Redo L. Wellia, disini aku akan menjelaskan sistem sekolah ini. Di Sekolah ini dibagi menjadi 4 Kelas, A kelas untuk anak sangat berbakat, B. Kelas untuk anak yang lumayan berbakat, C kelas untuk anak biasa dan D kelas bagi para pecundang. Lalu bagaimana cara membaginya? Kalian tinggal menyentuh bola kristal ini secara bergantian, nanti dalam proyektor sihir akan menghitung seberapa besar mana kalian "
Guru itu memanggil para murid secara bergantian. Aku mendapatkan urutan belakang karena tadi mendaftar yang paling belakang.
" Yanagi K. Nightwalr "
" Ya "
Aku maju kesana dan memegang bola kristal itu lalu jumlah man-ku terhitung.
" Oh.. 900, sepertinya lumayan bertambah "
" Hei lihatlah, dia benar-benar tidak punya harapan "
" 900? Apa mesinnya rusak? "
" Emm? "
" Menggelikan, kelas D!! "
" ...... "
" Tak kusangka ada sampah seperti ini di sekolah ini "
" ??? "
" Selanjutnya Anne K. Nightwalr "
Anne pun maju dan memegang kristal itu.
" 8-- 80000 Mana! Kelas A!! "
" Oh.. Kau punya mana yang banyak juga ya "
Setelah itu kami dibagi ke kelas masing-masing. Aku menyuruh Anne agar menjawab pertanyaan dengan tulisan karena tidak bisa berbicara. Awalnya Anne enggan pergi ke kelas A tapi terpaksa karena kelas kami berbeda. Jadi aku menyuruhnya ke kelas A dengan mantra perintah.
" Em... Meja no. 67? Ah.. Ini "
" Hei.. Kau lihat dia? Mana-nya hanya 900 saja "
" Benarkah? Padahal disini kukira yang paling rendah cuma 5000, ternyata masih ada yang dibawahnya"
Semuanya sedang membicarakan aku. Ya, wajar sajalah. Lagipula aku juga tidak terlalu paham akan sihir, jadi tidak masalah kalau aku memiliki Mana yang banyak.
Tidak lama guru pun masuk.
" Hoh... Dia, bukannya mantan Grand Knight? "
" Grand Knight? "
" Maksudmu 15 murid teratas dengan kemampuan yang hebat sekali? Tak kusangka dia mengajar dikelas ini "
" Dan kau tahu dia urutan berapa? 8!! Julukannya adalah Lily Knight. Karena terdapat bunga disalah satu matanya lalu karena kecantikannya! "
" Perkenalkan nama saya adalah Annalia van Kefftoir. Saya akan menjadi wali kalian dan pengajar tentang skill Utama "
" Ah.. Anna ya, sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Sekarang dia sudah dewasa sekali ya "
" Emm.... !!!!! "
Mata Anna tertuju padaku, aku hanya membalas dengan senyuman.
" Kamu yang disana! Sebutkan namamu "
" Yanagi, Yanagi K. Nightwalr "
" Temui saya setelah jam pelajaran pertama "
" Hei dengar tidak? Kurasa dia sebentar lagi akan dikeluarkan "
" Baik "
Jam pelajaran pertama pun selesai dan aku menuju ke ruang guru. Di ruang guru kebetulan terlihat sepi, sepertinya mereka sibuk karena banyak murid baru.
" Bu guru?--- "
Baru saja aku masuk, Anna tiba-tiba memelukku.
" Yanagi! Dasar kau ini! Aku sudah lama menunggumu kau tahu! "
" Ah.. Maaf, aku kan sudah bilang tidak kesini secepatnya "
Anna tiba-tiba menangis, air matanya menetes.
" A-ayolah, Anna. Bisa gawat kalau ada yang lihat "
" Benar juga "
" Jadi Nona Lily Knight? "
" Ahh... Itu, itu hanya julukanku dulu.
Oh ya aku ingin bertanya, kenapa kamu ini masuk kelas D? "
" Mana 900 "
" Heh... Manamu sedikit sekali "
" Mau bagaimana lagi "
" Kalau dilihat-lihat lagi, tinggimu tidak normal "
" Benarkan.... "
" Tinggiku sekarang 170 cm. Kau berapa? "
" 2-- 217 cm "
" Heh? Aku yakin susah dengan tubuh setinggi itu "
" Benar "
" Ngomong-ngomong aku senang kau masuk kelas D "
" ??? "
" Karena kita bisa bertemu lagi "
" Benar juga "
" Hei, aku punya rencana "
" Apa? "
" Tadi aku melihat banyak orang yang menjelekkanmu. Ayo buat mereka tercengang dengan kekuatanmu yang sebenarnya nanti saat jam praktek "
" Tidak perlu-- "
" Aku tidak suka kamu dijelekkan!! Kita harus membuat mereka tercengang! "
" B-baiklah, entah kenapa perempuan tampak menyeramkan saat benar-benar serius "
Akhirnya aku pun mengikuti apa kemauan.
" Sekarang kita akan memulai praktek! Masing-masing buat kelompok dengan 5 orang lalu berusahalah untuk mengalahkan Giant golem itu "
" 5 orang? Ahh... Benar juga "
Di kelas terdapat 41 murid, semua dengan cepat membuat kelompok tanpa ada yang mengajakku.
" Hah... Terserah saja, kuharap bisa mendapatkan waktu istirahat awal jika bisa mengalahkan itu "
Aku pun menarik Black Steel.
" Hei lihat, dia mau melawan Giant Golem itu sendiri? "
" Dia pikir karena tubuhnya tinggi dan besar itu bisa membuatnya mudah mengalahkan Giant Golem? "
" Rage Slash "
DDUUAAARRR
" Heh? "
" Ya..... Sial, aku lupa menahan kekuatanku lagi!! Bu guru, apa aku bisa mendapatkan waktu istirahat awal? "
" Tentu "
" Dia bisa mengalahkan Giant Golem dengan sekali tebas? Bahkan membolong tembok, dia itu sebenarnya apa? "