Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru

Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru
Extra (9)



Hari terus berlalu dengan cepat, sekarang aku berada di bangku kelas 2. Seperti biasa, di sekolah dengan anak-anak berandalan sudah keseharianku. Hari ini kami kedatangan guru baru, dia adalah Boudica-san. Dia menjadi guru sejarah menggantikan Takeshi sensei yang pensiun.


Saat, Boudica-san menjelaskan materi selalu sebagian murid membicarakan hal cabul.


" Psstt.... Lihat guru baru itu, bukankah dia yang ada di pentas semester lalu? Bisa kau lihat dadanya yang besar!! "


" Aku penasaran apa dia masih perawan ya? "


" Bagaimana kalau kita coba rasa tubuhnya? "


" Tentu saja, sebaiknya kita panggil anak-anak juga "


Untuk pertama kalinya setelah kembali di dunia ini aku merasa sangat geram. Kata kotor mereka, lirikan cabul mereka dan semua hal mesum yang mereka lakukan. Bahkan tidak jarang mereka mengintip celana dalam Boudica-san dan dengan senjaga memegang atau meremas pantat Boudica-san lalu berasalan yang itu-itu.


" Tidak di Isekai ataupun disini, selalu ada orang-orang seperti mereka. Sebaiknya aku tidak diam terus seperti ini, aku harus mengawasi mereka agar tidak mencelakai Boudica-san "


Sampai suatu hari aku mengetahui kalau mereka mencoba menelpon Boudica-san saat malam hari dengan alasan salah satu dari mereka diserang di gang kecil lalu setelah Boudica-san datang mereka berniat memperkosanya.


Aku yang mengetahui itu pergi ke kafe milik Giomadera.


" Giomadera, bisa kau pinjamkan aku seragam pelayan? "


" Ehh? Tapi disini tidak ada seragam untuk laki-laki--- "


" Maksudku seragam Maid "


" Hah??? Kenapa? "


" Ada urusan sedikit "


" Hah..... Pastikan tidak dirusak ya "


" Terima kasih "


Aku pun ke ruang ganti lalu. Aku mencoba untuk melepas bajuku dan memanjangkan rambutku. Lalu memakaikan pita ke rambutku.


" Entah kenapa sekarang aku mempertanyakan jenis kelaminku "


" KYYAAA!!! Ara! Yanagi kamu tampak manis!! "


" Giomadera!? Kenapa kau disini! Aku sedang ganti baju! "


" Tidak apa-apa kan, kita ini kan kakak beradik. Apalagi sama-sama perempuan kan? "


" Sial.... Semoga Boudica-san dan anak-anak tidak melihat diriku yang seperti ini "


" Ara... Sepertinya kurang dada yang bulat dan perlu menghilangkan yang bawah ya "


Kami para dewa tidak memiliki gender yang tetap, kami bisa sesuka hati menjadi perempuan atau laki-laki. Dulu aku pernah menggunakan wujud perempuan untuk mendekati raja korup dan menghabisinya. Giomadera pun pernah melakukan sebaliknya saat melihat umatnya yang teraniaya.


" Hah... Giomadera, mumpung kau disini. Bisakah membantuku memakai seragamnya dan mendandaniku? Walau sudah ribuan tahun tapi tetap saja aku malu melihat tubuh wanitaku sendiri "


" Baiklah "


Giomadera pun membantuku. Walau dia sebenarnya agak jahil terhadapku jika seperti ini.


" Kyyaa!! Giomadera! Hentikan kebiasaanmu meremas dadaku! "


" Hee... Tapi dada Yana-chan lembut sekali jadi bikin ketagihan deh "


" Giomadera! Kemana lagi kau menyentuhku!! "


Setelah mengalami siksaan selama beberapa menit akhirnya selesai juga.


" Hah.... Hah.... Hah.... Awas saja nanti kau Giomadera "


" Maaf, tadi aku ketagihan "


" Dewi ini juga harus dijaga jarak saat aku memakai wujud ini "


Setelah itu aku menemukan mereka aku mencoba menggoda mereka dengan melewati mereka dan rencana itu berhasil.


" Hei manis, kau mau bermain dengan kami sebentar? "


" Aku? "


" Apakah kau Maid ? Ayo main bersama kami "


Aku sudah menebak kalau mereka akan menggodaku. Jadi aku menurut mereka lalu mereka mengajakku ke lorong gelap dan sempit. Dan mulai mengerubungi ku.


" Dasar orang-orang cabul, aku bisa melihat pisangmu tumbuh bodoh! Hah... Entah kenapa lebih baik Isekai di abad ini karena pelecehan seksual sudah sangat menurun. Tapi di dunia ini.... Sebagai seorang laki-laki malu dengan tingkah mereka "


Akhirnya aku menghabisi mereka sampai pingsan dan memastikan mereka hilang ingatan. Ternyata benar dugaanku, mereka sudah mengirim pesan ke Boudica-san. Aku pun bergegas menghalangi jalan masuk. Tidak lama Boudica-san pun datang.


" Hah... Hah... Hah... Permisi! Apa anda lihat beberapa murid disini? "


" Ooh.... Mereka? Sudah pulang "


" Sudah pulang!? Aahh.... Syukurlah, aku kira mereka kenapa-kenapa "


" Kenapa mengkhawatirkan mereka? Mereka itu berbohong kan "


" Kalau begitu aku pulang saja lah "


Tidak lama kemudian Boudica-san pulang kembali dan aku menelpon Gehenra agar memberikan ingatan mengerikan tentang perempuan kepada anak-anak tadi. Dan aku pun mengganti baju di kafe lalu berjalan pulang.


" Aahh.... Capek juga berjalan dari sini ke rumah. Tapi tidak aku sangka kalau di dunia ini perubahan wujud ke bentuk semula cukup lama. Aaahh.... Aku sudah tidak tahan dengan bra ini!! Rasanya sedikit geli! "


Sesampainya di rumah aku pun tidur. Keesokannya ya aku sudah kembali menjadi laki-laki, hanya saja aku tidak bisa merubah rambutku dan terpaksa aku memotongnya secara manual. Saat itu aku mendapatkan pesan dari Boudica-san kalau Asuna-chan dan Asunaro-chan ingin bertemu dengan anak-anak. Dia pun mengajak kami untuk menaiki sebuah kapal feri di sebuah pantai yang senjaga untuk tour ke laut.


" Boudica-san, Ohayou "


" Ohayou Yanagi-kun, maaf membuatmu repot "


" Tidak apa-apa kok, lagipula anak-anak juga ingin bertemu dengan Asuna-chan dan Asunaro-chan "


" Yanagi-kun, lihat pemandangannya "


" Pemandangannya? "


" Entah kenapa ini membuatku nostalgia. Laut yang luas, hembusan anginnya, aroma lautnya, ini benar-benar familiar bagiku "


" Aku juga, kalau tidak salah saat ekspedisi dengan Zadeath juga seperti ini pemandangannya. Boudica-san, kenapa kau mirip sekali dengan Zadeath? Ini benar-benar sulit untukku melupakannya-- "


Tidak lama setelah kapal berada di tengah laut, ombak mulai kencang sampai membuat kapal terombak ambik. Dari atas aku melihat sekelibatan cahaya berwarna oranye di dalam air.


" Boudica-san!! Tolong jaga anak-anak! Aku harus melakukan sesuatu di dalam air! "


" Kamu gila!! Kamu bisa hanyut entah kemana oleh ombak besar ini! "


" Percayalah denganku! Aku titip anak-anak dulu! "


" Yanagi-kun!! "


Aku pun melompat dan menyelam di dalam laut. Aku merasa aneh dengan keadaan laut disini, aku tidak melihat sama sekali ikan-ikan berenang disini. Sampai aku melihat cahaya oranye itu lagi, cahaya itu mulai mendekat dan semakin besar. Dan pada saat itu aku langsung tersadar makhluk apa itu itu.


" GAWAT!! KENAPA MUNCUL KRAKEN DISINI!!! "


Kraken muncul dari laut dalam dan berenang ke arahku dengan kecepatan yang bukan main. Kraken itu langsung melilitkan tentakelnya di badan kapal dan dari kepala kraken yang terbuka, terlihat sosok yang tidak asing untukku.


" RAJA IBLIS PERTAMA, DEMONOS!! KENAPA ADA DISINI!! SEBENARNYA APA YANG TERJADI DISINI!! "


Kraken yang mengetahui keberadaanku melesatkan salah satu tentakelnya ke arahku. Tenkakel itu memiliki duri-duri seperti bilah pedang yang kalau berhasil menangkapku maka aku bisa terpotong-potong. Aku pun menggunakan sihir angin untuk membuatku berenang cepat layaknya torpedo dan membuat pedang dari menekan udara sampai padat.


" Gaya perpedang tanpa pedang! Gerakan pertama, tujuh tebasan beruntun! "


Aku berusaha dengan keras melawannya, tapi kulitnya sangat tebal dan keras. Aku terus menerus mencoba agar bisa mengalahkannya dengan cara apapun


END OF YANAGI POV


....


....


....


AUTHOR POV


Disisi lain tepatnya di kapal menjadi ricuh dan semua orang panik. Boudica terus menerus memeluk anak-anak di pojok sudut ruangan agar tidak tertendang atau terdorong orang dengan cara menutupi mereka dengan tubuh. Berkali-kali orang tidak sengaja menendangnya dan tidak sekali orang terjatuh lalu menubruknya. Tapi, Boudica terus menerus melindung mereka.


" MAMA!! "


" Aahh!! Tenang ya sayang, mama tidak apa-apa "


" Mama!! Papa dimana sekarang? "


" Minho-chan, Papa sebentar lagi datang kok tenang saja--- "


PPYAAARRRR!!!


Sebuah lemari kaca menjatuh Boudica dan pecahannya menusuknnya. Darahnya berkucuran kemana-mana. Anak-anak sangat panik melihat Boudica berdarah, lalu karena berpikir didalam ruangan tidak aman maka Boudica membawa anak-anak keluar dari sana dan saat diluar dia melihat Yanagi sedang bertarung dengan Monster itu.


" HHAAAAAHH!!!! BLADE OF DESPAIR!! "


Dia melihat jerih payahnya Yanagi yang terus-terusan bertarung.



" HAAAAH!!!! "


Wujud Yanagi sekarang sedikit berubah, dia mengeluarkan sayap dewa miliknya dan terlihat warna matanya berubah.


" Yanagi-kun? "




Tiba-tiba kepala Boudica terasa sakit dan terjatuh. Anak-anak tambah panik akan hal itu, mereka mencoba membangunkannya tapi Boudica terus menerus kesakitan.


" Aaaah!!!! Kenapa rasanya sakit!? Lalu gambaran ini maksudnya apa!? Sebanarnya ini ingatan siapa!?


Yanagi...


Yosh Yanagi! Hari ini kita akan memburu King Cobear!!


Ayo Yanagi!!


Yanagi, aku mencintaimu


Menikahlah denganku!!


Yanagi, sampai jumpa


Ini ingatanku? Tapi ini dimana? Apa itu aku? Perempuan yang memiliki wajah sepertiku dan bersama Yanagi-kun? Aku.... Aku ini siapa? "


" Kau adalah kau "


" Kamu?? Perempuan yang tadi? "


Di dalam pikiran Boudica sekarang dia bertemu dengan Zadeath. Keduanya memiliki wajah yang sama dan yang membedakannya hanyalah otot dan umur.


" Kamu ini siapa? Lalu kenapa ada didalam pikiranku!? "


" Bagaimana bilangnya ya? Emm.... Intinya aku adalah kamu dan kamu adalah aku "


" Hah?? "


Zadeath pun mengangkat tangannya dan Boudica-san menyentuh tangannya dan semua ingatan masuk ke dalam kenapa Boudica-san.


" Aku..... "


Di dalam ingatannya terlihat dirinya saat menjadi Zadeath dan berinkarnasi ke-13 gadis yang bertemu Yanagi setelah 8000 kemudian. Air mata Boudica pun menetes.


" Aku.... Jadi aku adalah Zadeath, Zadeath K. Nightwalr? "


Ke-13 gadis yang lain juga muncul dan  semuanya ada dihadapan Boudica.


" Walau sebenarnya bisa dibilang kau juga bukan kami sih... Walau berinkarnasi tapi tetap saja ada perbedaannya "


" Perbedaan? Tapi walau begitu akhirnya aku tahu kenapa dadaku selalu sesak selama ini. Sama seperti yang kalian rasakan, diriku yang lain "


" Ya, kami mencintai Yanagi "


" Benar, Yanagi adalah cahaya bagi kami "


" Dialah yang menyelamatkan kami semua "


" Dialah yang selalu memberi kehangatan bagi kita "


" Ya, Yanagi-kun.... Aku mencintai Yanagi-kun! Lalu Asuna dan Asunaro adalah Anak..... "


" Ya, mereka adalah anakku-- bukan, anak kita yang tidak sempat aku lahirkan dulu "


" Jadi ini kenapa aku selalu merasa bahwa aku pernah bertemu Yanagi-kun? Kenapa aku selalu nyaman dengannya? Kenapa aku selalu memikirkannya? Aku-- kita adalah Zadeath K. Nightwalr, istri dari Yanagi K. Nightwalr "


Semuanya tampak tersenyum dan memerah akan hal itu. Lalu mereka semua saling berpegangan tangan dan cahaya terang muncul.


Disisi lain, Yanagi kewalahan melawan monster itu. Karena kapal terlalu dekat dengan kapal, jadi dia tidak bisa menggunakan skill area-nya.


" Kalau begini terus kapal akan hancur dan aku kehabisan mana! Bagaimana ini, aku harus memikirkan sesuatu--- "


Tanpa disadari Yanagi, Kraken menghantamkan tentakelnya ke Yanagi dan membuat Yanagi terhempas dengan sangat cepat ke dalam laut. Karena itu, tulang rusuk Yanagi patah dan mengeluarkan darah yang banyak.


" Ahh.... Sial, aku tidak bisa bergerak. Pecahan tulang rusukku sepertinya menancap di paru-paru "


Saat Yanagi mulai kehilangan kesadarannya, terlihat olehnya sebuah sosok yang tidak jelas wujudnya.


" Yanagi!! "


" Siapa itu? Hah? Apa aku berhalusinasi? "


" Bangunlah Duke of Sword!!! "


" Suara ini!? "


Sosok itu adalah Boudica yang memakai zirah pada atasannya dan kakinya berubah menjadi ekor duyung.


Boudica lalu menarik Yanagi ke permukaan dan Yanagi bisa mengambil nafas.


" Hah!!! Hah.... Hah.... "


" Apa kau baik-baik saja Yanagi? "


" Boudica-san, kenapa wujudmu seperti itu!? Lalu gaya bicara itu!?-- "


" Sebaiknya kita bicarakan nanti lagi, pertama-tama kalahkan monster itu dulu "


Yanagi pun kembali memadatkan udara dan menjadi pedangnya. Setelah diobati dengan sihir oleh Boudica dia pun melesat ke monster itu.


" Hah!! Vertical Slash!! "


Serangan Yanagi akhirnya bisa memotong tentakel Kraken. Gaya bertarungnya berubah dari single sword menjadi dual sword Greatsword.


" KEN NO NAMI!!! "


Yanagi menggunakan skill tercepatnya dan memotong tentakelnya. Seketika tentakel lain mencoba menghantam Yanagi lagi.


" SIAL!! TIDAK SEMPAT MENGHINDAR!! "


" GOLDEN TREE!!! "


Boudica langsung memotong tentakel dengan skill yang familiar bagi Yanagi.


" Skill ini!? "


"  COLD FIRE!! "


Sebuah api biru membekukan bagian bawah Kraken. Boudica lalu melompat ke kapal dan menggunakan skill lainnya.


" ANCHIENT THUNDER SWORD!!! "


Sebuah Petir menyambar Kraken itu dan membuatnya tersetrum dan Boudica mengeluarkan skill lain saat Kraken masih tidak berdaya.


" DEAD BLOSSOM!! "


Ribuan kelopak bunga sakura muncul lalu berterbangan di sekeliling Kraken dan menyayatnya.


" YANAGI!! SEKARANG!! "


Yanagi lalu mengambil kuda-kuda di atas air dan mengeluarkan skill area-nya.


" GENBU "


Gelombang air yang dashyat menghantam Kraken ke atas sampai membuatnya terbang. Lalu Yanagi melompat ke udara dan bersiap melepaskan serangan terakhirnya. Pedangnya menjadi api yang sangat terang. Boudica juga menggunakan skillnya dari bawah.


" ROSE MOUNTAIN!! "


" SUZAKU!!! "


Serangan gunung es dari bawah dan gunung api menghimpit Kraken itu sampai terjadi ledakan karena perbedaan suhu dan Kraken terbakar oleh api milik Yanagi. Setelah itu Yanagi turun ke kapal. Disana rambutnya memerah dan dia berhadapan dengan Boudica.


" Jadi seperti ini ya "


" Ya "


" Skill-skill tadi sangat familiar bagiku "


" Karena kau pernah melihatnya dulu "


" Gaya bicara itu "


" Ya "


" Sialan.... Sekarang aku tidak bisa menahan air mataku, bodoh! "




" Ya, sudah lama tidak bertemu juga Yanagi "


Yanagi lalu berlari dan memeluk Boudica. Dia memeluknya dengan erat seperti tidak ingin melepasnya.


" Dari dulu kau ini Gadis sialan yang terus membuatku menangis "


" Ahahaha..... "


" Aku benar-benar merindukanmu Zadeath! "


" Aku juga "


Boudica adalah wujud dari reinkarnasi Zadeath setelah ke-13 gadis lainnya.


" Yanagi, aku tidak pernah pergi darimu. Aku selalu bersamamu selama ini "


" Gadis bodoh!! Kali ini aku tidak akan melepaskanmu, Kali ini kau akan menjadi tawanan dari Mantan Dewa Ksatria "


" Tawanan? Maksudmu Tawanan Cinta? "


Keduanya masih menangis tapi mereka berdua tertawa akan pembicaraan tadi.


" Zadeath, ini benar-benar dirimu kan? "


" Ini aku, entah bagaimana jiwaku bisa kembali berinkarnasi setelah tapi ini benar-benar aku "


" Hah..... Hahahaha!!! Ityaze Gohuil Otzum Niera Lau "


" Isni Tio Xhet "


Dari ucapan Yanagi berarti kehidupan  ini penuh dengan kejutan, dan arti dari perkataan Zadeath adalah Ya, Kejutan yang mengharukan.


Keduanya terus berpelukan sampai beberapa menit.


" Zadeath, maukah kau kembali menjadi istri-ku? "


" Kapan kita bercerai? Dari dulu aku adalah milikmu, istri-mu "


" Hah... Ahahahaha "


Keduanya menempelkan dahi mereka sambil tertawa.


" Tapi, kalau dalam keadaan ini kurasa harus menunggumu lulus "


" Menjadi kekasih juga tidak apa-apa, karena kau akan menjadi istriku lagi "


Yanagi lalu mencium Zadeath, mereka sekarang kembali bertemu di dunia tanpa peperangan. Setelah itu Yanagi lalu mengajukan permintaan pertunangan dengan keluarga Zadeath dan mereka pun setuju. Keduanya sangat mencintai.


Dan alasan kenapa Zadeath masih ada adalah Dewa Kuno. Zadeath dari awal adalah gadis impian dari khayalan Yanagi sejak SMP, jadi selama Yanagi terus memikirkan Zadeath maka jiwanya tidak akan hancur dan bisa dipulihkan oleh Dewa Kuno. Dan kenapa Dewa kuno seperti ini adalah Yanagi adalah keturunan dari Pahlawan yang menantang takdir pemberian Dewa. Ya, Ayah Yanagi adalah Roh pahlawan Kusanagi.


" Yanagi, akhirnya kau sudah menemukan perempuanmu ya "


" Kusanagi, jangan terlalu lama disini. Bisa-bisa ini melanggar aturan dunia "


" Baiklah. Yanagi, ayah mendoakanmu agar selalu bahagia "


Hari ini Yanagi berada disekolah dan berada di atap sekolah bersama Zadeath.


" Oh... Kau sudah disini Zadeath "


" Yanagi-kun, aku sedang sibuk. Cepat katakan apa mau "


" Mau-ku? "


Yanagi lalu menarik Zadeath lalu menciumnya, dia menggunakan tangan kanannya untuk menahan pinggang Zadeath dan tangan kiri untuk menahan kedua Tangan Zadeath.


" Mmmmm!!! Aahhhh... Yanagi-kun!! Kenapa beberapa hari ini kau bernafsu sekali! "


Zadeath mencoba melepaskan diri tapi tidak bisa, karena sekarang kekuatan fisik Yanagi jauh lebih kuat darinya.


" Sudah aku bilang kan, kau tidak akan aku lepaskan dan kau adalah tawananku "


" Aku tidak suka ini!! Lepaskan! "


" Coba lepaskan dirimu dengan kekuatan sihirmu "


" Aku..... "


Zadeath enggan menggunakannya karena dia juga tidak ingin terlepas karena dia hanya tidak nyaman dengan tempatnya. Yanagi pun mengecup lehernya.


" Aahh~ "


Yanagi tanpa ampun mengecup leher Zadeath sampai membekas. Disana wajah Zadeath memerah dan air matanya menetes.


" Yanagi-kun.... "


" Aku mencintaimu, Zadeath "


Yanagi lalu mencium Zadeath lagi dan kali ini Zadeath tidak meronta tapi pasrah dan membalas ciuman itu.


" Katakan kalau kau mencintaiku "


" Aku mencintaimu Yanagi-kun "


Yanagi kembali menciumnya dan mereka saling memeluk setelah itu. Akhir kisah, Yanagi memilih untuk hidup sendiri di sebuah apartemen dan Zadeath juga tinggal di sebelah apartemen milik Yanagi. Walaupun begitu, terdapat sebuah portal yang menghubungka kamar mereka. Mereka sekarang hidup bersama seperti dulu, bersama ke-5 anak mereka. Dan mereka hidup bahagia.


END