Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru

Isekai de Boku wa Kami to Knight ni Naru
Putri dengan Kutukan Bunga



Yanagi: Ini....... Dimana? Sepertinya aku keluar dari jalur menuju Pelabuhan Mertyon


Sudah 5 tahun sejak aku pergi dari dunia para dewa. Dari pesan yang Giomadera, jika ingin menuju kota besar harus menyebrangi laut dari pelabuhan Mertyon. Tapi, karena aku tergelincir dari tebing aku menjadi keluar dari jalur yang seharusnya.


Yanagi: Hari ini sedikit panas, lebih baik aku berteduh dipohon dekat sungai itu


Setelah beristirahat beberapa menit, aku mencoba mencari ikan untuk dimakan.


Yanagi: Ikan... Ikan... Ikan... Ikan... Heh, Apa ini baju seseorang? Apa dia sedang mandi? Sebaiknya aku bagi ikan ini saat dia sudah kembali


Aku pun pergi mencari kayu bakar. Saat kembali aku melihat seseorang dengan jubah putih sedang duduk disana.


Yanagi: Yoo... Apa kau ingin ikan bakar


???: !!!


Orang itu langsung memundur menjaga jarak dari, tapi aku melihat kalau ada bunga tepat di mata kirinya.


???: Kamu melihatnya kan?


Yanagi: Heh? Apa?


???: Kamu melihat mata kiriku kan!


Yanagi: Ehh?


???: Kalau begitu kau harus mati


Orang itu langsung menarik pedang dari sarungnya dan mulai menyerangku.


Yanagi: Etto... Bisa kita bicara baik-baik?


???: Dead Blossom!!


Yanagi: Oohh!?


Seketika bunga sakura bermunculan mengelilingiku seperti pusaran angin dan muncul tebasan misterius di segala arah. Tapi bagi diriku yang mantan dewa ksatria dan sudah hidup dengan pengalaman 8000 tahun aku bisa melihat dari mana semua serangannya.


Yanagi: Ya... Aku tidak tahu tentang masalahmu tapi jika kau tidak mau itu tersebar maka aku akan tutup mulut, tenang saja...


???: Kamu sudah melihatnya, maka kau harus mati!


Yanagi: Huupp!


Aku pun menangkap pedangnya dengan dua pedangku dan menahannya agar tidak lepas.


???: Ehh? Lepaskan! Eemmm!!!!


Yanagi: Sudah kubilang tolong dengan aku dulu


???: Lepaskan!


Yanagi: Baiklah


Aku pun lepaskannya dan secara tidak sengaja aku membuat dia jatuh ke sungai lagi.


Yanagi: Aahhh...... Maaf ?


???: .......


Aku pun meminjamkan jubahku untuk menutupi tubuhnya selagi bajunya sedang basah.


Yanagi: Aaa..... Apa kau bisa tidak menatapku dengan tatapan dingin itu?


???: Aku belum pernah dipermalukan seperti itu


Yanagi: Sudah kubilang maaf!


???: Hei, Apa kamu tidak takut atau jijik padaku?


Yanagi: Kenapa?


Yanagi: Kutukan dari Giomadera? Setahuku Giomadera bukan Dewi sekejam itu, biasanya dia hanya mengutuk seseorang paling lama hanya 2 bulan. Tapi jika kulihat sihit dalam bunga itu seperti sudah tertanam bertahun-tahun. Kalau begitu minta saja Dewi Giomadera mengambil kutukan itu


???: Jika semudah itu sudah lama kutukan ini menghilang, tapi sudah lama aku terus berdoa tapi dia tidak pernah mendengar doaku


Yanagi: Ada yang aneh?


???: Bahkan Asosiasi Gereja membuatku harus pergi dari keluargaku


Yanagi: Gereja? Semakin aneh... Kalau begitu kenapa kau tidak bertemu langsung?


???: Hah?


Yanagi: Aku akan memanggilkannya untukmu


???: Jangan bercanda! Bahkan orang paling suci di gereja pun tidak akan bisa membuatnya datang semudah itu


Yanagi: Maaf saja, aku bukan orang gereja tapi dia akan tetap mendengar permintaanku


"Yanagi, setiap kamu butuh bantuan. Dekatkan pedang itu didadamu dan panggil namaku 3 kali maka aku akan datang"


Yanagi: Huuhh... Giomadera Giomadera Giomadera...


Setelah aku memanggil namanya 3, muncul cahaya dari ujung sungai dan sekitar sungai yang harusnya musim gugur menjadi bermekaran seperti musim semi.


Giomadera: Apa kamu memanggilku, Yanagi?


Yanagi: Maaf kalau mengganggu, tapi aku butuh bantuanmu. Apa kau bisa melepaskan kutukan dari gadis ini?


Giomadera: Kutukan? Aku tidak pernah mengutuk seseorang selama 300 tahun ini


Yanagi: Tapi dia mengatakan kalau itu adalah kutukan darimu


Giomadera: Aneh, biar aku cek terlebih dulu


???: Aaahhh.......... D-dewi Giomadera!? Giomadera: Ya, senang bertemu denganmu sayangku


???: Kamu, sebenarnya siapa?


Yanagi: Anggap saja, aku orang yang dekat dengan para dewa. Biarkan dia melihat kutukanmu


Giomadera pun memeriksa kutukan milik gadis itu.


Giomadera: Aneh, ini memang benar kutukan dariku tapi ini sengaja diambil dari satu orang ke orang lain dengan ritual khusus


Yanagi: Benarkah?


Giomadera: Sepertinya orang yang menanamkan ini adalah pengikut dari Dewa Undead Molgajanne


Yanagi: Ahh.... Aku benar-benar tidak ingin mendengar namanya


Giomadera: Aku bisa menarik kutukan itu jika mantra pembunuh dari pemiliknya hilang


Yanagi: Bisa kau beri tahu siapa?


Giomadera: Kalau tidak salah dia adalah Pastur dari Gereja-ku di sekitar sini


Yanagi: Seorang Pastur? Jika dikategorikan maka dia adalah orang yang paling kubenci karena memanfaatkan kedudukannya untuk hal pribadi yang tercela


Giomadera: Aku akan kembali lagi saat sudah selesai


Yanagi: Baiklah


Giomadera pun kembali ke asalnya.


Yanagi: Aah... Namaku Yanagi, Yanagi K. Nightwalr. Namamu


Anna: Anna, Annalia van Kefftoir


Yanagi: Bisa kau tunjukan jalan ke gereja itu, waktunya untuk memberi pelajaran pada orang yang jahat