
AUTHOR POV
" Y--yaa... Y---yanagi-kun... Hari ini cerah ya "
" Y--ya!! R-rrasanya aku bahkan bisa jogging berjam-jam kalau seperti ini, G--gitulah "
" GAWAT!!! YANAGI-KUN MENGETAHUINYA!! "
" GAWAT!!! BOUDICA-SAN MENGETAHUINYA!! "
Sudah 15 menit berlalu, sekarang mereka sudah didepan Caffe karena ajakan dari Yanagi karena kebingungan akan hal ini.
" Boudica-san, tidak masalah kalau kita minum disini sebentar kan? "
" Eemm..... Tidak masalah kok "
Mereka pun duduk di bangku yang dekat dengan kaca karena untuk sambil mengawasi anak-anak bermain.
(Minho)
(Asuna )
(Asunaro)
(Anne)
(Theness)
" Y--yaaa...... Adik Boudica-san imut sekali ya "
" Eem!! Adik Yanagi-kun juga imut sekali "
Setelah kalimat itu, suasana menjadi hening. Mereka berdua hanya saling membalas senyuman. Tapi, didalam kepala mereka bekerja keras untuk mencari sebuah jawaban yang bisa mengelak dari kenyataan.
" Apa yang harus aku bilang? Boudica-san, perkenalkan ini anak-anakku--- Mana mungkin begitu!! Apa harus aku bilang kalau mereka anakku dari Isekai? Kalau begitu bisa-bisa aku dikira gila, tapi kalau tidak kukatakan pasti Boudica-san mengira aku menghamili anak orang tanpa ijin. Bagaimana ini!? "
" Apa yang harus aku katakan? Yanagi-kun, perkenalkan ini anak-anakku--- Mana mungkin begitu!!
Apa aku harus bilang kalau aku melahirkan mereka tanpa sebab yang keluar dari perutku berwujud cahaya lalu menjadi 2 orang gadis kecil? Tapi kalau aku tidak mengatakannya pasti Yanagi-kun mengira aku suka bermain dengan laki-laki dan hamil diluar nikah. Bagaimana ini!? "
Mereka sudah diujung pikiran mereka untuk mencari alasan. Sampai akhirnya mereka membuka mulut mereka.
" Yanagi-kun!! "
" Boudica-san!! "
" Boudica-san duluan "
" Yanagi-kun duluan saja "
" Eeeemmmmm...... "
" Eeeemmmmm...... "
Lagi-lagi mereka saling mengalah untuk berbicara sampai setelah 5 menit berlalu pelayan datang dan bertanya.
" P-permisi... Apakah sudah menentukan menunya? "
" Aahh..... Aku Caffe Latte, tolong jangan beri tambahan gula. Boudica-san, kau mau pesan apa? "
" A-aku... Chamomile Tea "
" Baiklah, tunggu sebentar pesanannya "
" Boudica-san, sebenarnya mereka bukan adikku melainkan anak-anakku. Apakah Boudica-san percaya kalau ada dunia selain disini? "
" Entahlah, aku juga kurang paham akan itu "
" Sebenarnya aku pernah terpanggil di dunia lain dan disana umurku sudah dewasa, aku memiliki kekasih dan dengan dia aku memiliki 3 anak. Tapi hal buruk terjadi, Ibu mereka tewas karena suatu hal dan aku membawa mereka ke dunia ini. Jika Boudica-san mengiraku gila dan suka menghayal tidak apa-apa--- "
" Kalau begitu, aku sama gilanya dengan Yanagi-kun kalau aku mengira kamu gila "
" ??? "
" Aku mungkin tidak tahu tentang dunia lain tapi aku rasa aku sedikit mengerti sihir "
Boudica lalu melirik sekitarnya lalu membuka telapak tangannya dan muncul hawa dingin dan es dari tangannya.
" Mungkin sudah sekitar 14 tahun sejak pertama kali aku memiliki kekuatan ini, awalnya aku mengira aku ini sakit karena selalu tidak tahan tahan dengan hawa panas namun setelah beberapa hari aku tahu kalau ini bukan penyakit melainkan sihir seperti di anime atau manga "
" Ada orang dari dunia ini bisa memakai sihir!? "
" Keluarga tetap tidak menganggapku aneh atau apa, mereka tetap menyayangiku. Sampai pada umurku yang ke 15 tahun, tiba-tiba aku hamil tanpa sebab. Tentu keluargaku tidak berpikir kalau aku ikut pergaulan yang tidak baik karena pada saat itu aku masih diawasi oleh para pengawal. 5 bulan berlalu dan mereka berdua lahir dengan wujud seperti cahaya yang seketika keluar dari perutku dan berubah menjadi wujud anak 6 tahun "
" Berarti mereka tetap dalam wujud seperti itu walau sudah berlalu 5 atau 6 tahun? "
" Ya, saat itu aku bingung dan labil. Orang tuaku berniat untuk memberikan mereka ke panti asuhan, tapi aku menolaknya. Aku ingin merawat mereka. Bagaimana pun mereka adalah anak yang aku lahirkan. Aahh..... Aku jadi mengerti rasanya seorang ibu yang sedang mengandung, benar-benar kelelahan aku saat itu "
" Bagaimana kalau dibandingkan sekarang? "
" Sama, walau sekarang bercampur dengan rasa senang "
" Benar juga, senyuman mereka adalah hal terindah bagi kita orang tua "
" Begitulah, tapi Yanagi-kun "
" Ada apa? "
Wajah Boudica-san tampak sedikit serius dan tangan kanannya mengelus lehernya. Dia pun bertanya sesuatu pada Yanagi.
" Apakah kita pernah bertemu dulu? "
" Emm......??? Kurasa aku tidak memiliki kenalan orang asing saat kecil, memang ada apa? "
" Ahh... Bukan apa-apa, hanya saja kamu mirip dengan kenalanku dulu. Tapi siapa namanya ya? Aku benar-benar lupa "
" Benarkah? "
" Sudahlah, kita habiskan minuman kita lalu pulang. Apa kau masih ingin tetap disini? "
" Tidak juga, aku juga akan pulang karena perlu menyapu dan mengepel rumah "
" Ayah idaman ya~ "
" !!!! "
Karena digoda oleh Boudica, Yanagi pun membalas dengan yang telah dia sadari dari tadi.
" Oh ya, Rambut kepang, kacamata, masker, lalu kaos putih. Rupanya Boudica-san juga memiliki gaya seperti ini "
" Uhuk!!! "
Karena tersinggung dengan apa yang dikatakan Yanagi sampai tersedak. Sampai akhirnya mereka saling menyindir dan tertawa setelah itu. Setelah membayar minumannya, mereka keluar untuk mengajak anak-anak pulang.
" Sayang, ayo kita pulang-- "
" Sayang, ayo kita pulang-- "
Tanpa mereka sadari kelima anak itu menghilang entah kemana, lalu terdengar dari speaker kebun binatang terdengar sebuah informasi.
Untuk orang tua yang kehilangan 5 anaknya bisa segera ke kantor bantuan segera. Saya ulangi-- eeh? Ya? Ahh... Untuk ibu dan ayah yang bernama Boudica dan Yanagi kami mohon segera datang. Saya ulangi untuk tuan dan nyonya Kisaragi dimohon ke kantor bantuan sekarang.
" ANAK-ANAK!!! "
" ANAK-ANAK!!! "