
Pagi ini, penampilan Karla sudah terlihat rapih. Bahkan bisa di sebut, sudah cantik. Hampir seluruh lelaki yang ia lewati, berhasil mencuri pandang kearahnya.
Make up yang sudah ia poles di wajahnya sangat cocok dengan pakaiannya yang casual. Terlihat elegant, disertai dengan senyumannya yang manis. Menambah kelengkapan penampilan Karla hari ini.
"Sudah neng?" tanya ojol yang ada di depannya. Memastikan Karla sudah naik ke atas jok motor.
"Iya pak."
Motor itu pun berlaju, membelah jalanan kota Bandung. Hingga sampailah disebuah gedung yang cukup tinggi bercat putih. Gaya modern yang di pakai menyertai.
Karla kemudian melepaskan helm ojol yang baru ia pakai tadi. Dan menyerahkannya. Ia turun dan membayar ongkos. Lalu berjalan dengan sedikit gugup.
"Benarkan ini tempatnya?" gumam Karla, kembali melihat alamat yang dikirimkan panitia lewat email kemarin.
Pandangan Karla pun menyapu sekitar. Lalu melangkah maju, menghampiri seorang wanita yang sepertinya ia seorang panitia.
"Em... Permisi kak, apakah gedung ini benar tempat diadakannya pendaftaran peserta In The House?" tanya Karla.
"Iya kak, untuk lebih lengkap tanya ke resepsionis." ucap wanita itu, menunjuk ke arah dalam gedung
"Terimakasih."
Karla memasuki gedung itu dengan perlahan. Terlihat sebuah antrian didepan meja resepsionis. Sepertinya ia harus mendaftarkan diri kesana.
Namun, saat Karla ingin mengantri. Tubuhnya yang tergolong berukuran kecil. Di hantam oleh seorang pria yang jauh lebih tinggi.
"Hati hati dong!"
Protes Karla, sembari memegang bahu nya yang sedikit terasa sakit. Namun pria itu hanya terdiam menatapnya datar. Yang membuat emosi Karla sedikit memuncak.
Karena tidak ingin mengacaukan harinya. Karla pun mengalah, dan membiarkan pria itu lolos begitu saja.
"Sabar, sabar. Orang sabar pantat nya lebar."
Gumam Karla, mengusap dadanya dengan tangan kanan. Sembari mengatur nafasnya. Lagi lagi, ia tidak ingin memperpanjang masalah kecil di hari itu.
Setelah menunggu hampir sepuluh menit. Kini, kaki Karla terasa kesemutan. Namun, beruntungnya Karla. Kini adalah giliran nya untuk mendaftarkan diri.
Ia pun segera menaruh map coklat yang sedari awal ia pegang. Map itu berisi dokumen persyaratan yang di perlukan. Termasuk foto tiga kali empat yang berlatarkan biru.
Sang resepsionis pun menerima map itu. Dan terlihat menaruhnya di laci bawah meja. Lalu menyimpan selembar kertas, dari laci lain.
"Silahkan kakak isi dulu ini dengan detail ya. Setelah itu kertas ini bisa di berikan lagi kepada saya." ucap resepsionis itu membimbing.
Karla memangut. Lalu mengambil sebuah pulpen yang diberikan resepsionis itu. Mengisi seluruh pertanyaan yang ada di kertas itu.
Pertanyaan itu cukup mudah bagi Karla. Itu hanyalah pertanyaan data diri tentang dirinya. Walaupun terlihat sederhana.
Pertanyaan itu cukup detail. Bahkan sampai menanyakan hobi dan tempat tinggal impian. Setelah semenit mengisi kertas tersebut. Karla menyerahkannya kertas itu kembali ke resepsionis.
"Baik kak terima kasih, jika kakak di terima menjadi salah satu peserta akan di hubungi kembali oleh pihak kami." ucap resepsionis tersenyum ramah.
Karla pun kembali berjalan keluar gedung. Langkahnya terlihat lemas karena energi yang terkuras habis setelah mengantri tadi.
Sepertinya ia tidak akan langsung pulang. Ia akan mampir terlebih dahulu ke dalam salah satu rumah makan, yang terlihat di depan sebrang gedung.
.
.
.