If I

If I
Me Time



Gemerlap lampu kota Jakarta di malam hari terlihat sangat indah dilihat dari balik kaca mobil membuat Aeera tak berpaling untuk melihat pemandangan itu keluar dari jendela mobil yang kini di tunggangi Aeera dan kedua orang tuanya Nandra dan Adi Alvasa


"Aeera  sayang, kamu tadi udah makan belum?" tanya nandra lembut


"Belum mah" 


"Tadi Aksa ga sempet ajak kamu makan ya?" timpal Nandra bertanya lagi


Aeera hanya diam sambil terus melihat keluar jendela. Nandrapun tak memaksa Aeera menjawab pertanyaanya karena nandra tahu apa yang dirasakan Aeera, anak itu pasti terkejut dan bingung dengan peristiwa yang baru saja terjadi. maklum saja siapa yang tidak terkejut dalam waktu 10 menit status lajangnya berubah menjadi menikah dengan orang yang bahkan Aeera tak tahu asal usul pria itu, pria menyebalkan yang melakukan hal tak terduga dan tak bisa ditebak apa maunya


"Pah, mau sup rumput laut ga?, kayaknya hari ini mamah mau masak sup rumput laut aja deh, kamu mau kan sayang?" tanya nandra sambil menengok ke belakang tempat putrinya berada


"hari ini kamu pulang kerumah ya Aeera, papah ga mau kamu tinggal di kosan lagi, soalnya kan lusa papah harus anter kamu ke rumah Aksa" ujar Adi panjang lebar


"hmmmm" 


Aeera hanya fokus melihat lampu lampu jalan dan mengeluarkan earphonenya mendengarkan lagu dengan volume tinggi hingga dia tak mendengar lagi obrolan orang tuanya mengenai Aska. Aeera memiliki kebiasaan jika moodnya kacau dia tak akan perduli dengan siapapun dan hanya asik dengan dunianya. memainkan imajinasinya sambil mendengarkan musik hingga terlarut dan esoknya dia akan kembali bersemangat


....... 


klek


suara knop pintu yang dibuka hingga memperlihatkan ruangan yang tak asing, ruangan bernuansa warna biru langit yang tenang, terlihat boneka boneka beruang dan dolpin dengan bentuk yang berbeda beda berjejer di lemari pajangannya. Aeera memasuki kamarnya dan langsung membanting tubuhnya ke atas kasur sesaat setelah ia mengunci pintu kamarnya mulai memejamkan matanya terhanyut oleh alunan musik yang masih keluar dari earphone yang ia kenakan sampai ketika suara itu berganti menjadi dering ponsel menandakan ada panggilan dari seseorang. pukul 21.00 wib namun panggilan itu bukan berasal dari seseorang ia ia sedang natikan kabarnya melainkan dari Indira


"Hallo mbak?"


"Cieeeee yang jalan sama cogan" ledek Indira yang ditanggapi dengan malas oleh Aeera


"Apasih mbak"


Aeera memejamkan matanya lagi hingga panggilan ketiga dari Arion berhenti, sudah dua kali Arion memanggil namun Aeera tak menggubris panggilan itu, dan kini Hp Aeera mulai berbunyi kembali namun bukan dering ponsel melainkan nada notifikasi chatt dari Arion


"Jangan jadi perempuan yang menyebalkan" pesan Arion yang kesal karena panggilannya tak mendapat jawaban dari Aeera


Tak seperti biasanya Aeera tak bergeming dengan pesan Arion yang biasanya membuat Aeera sangat panik dan meminta maaf karena tak menjawab panggilannya namun kali ini Aeera hanya membacanya dan mematikan layar ponselnya kemudian membanting kepala dan menutupi wajahnya dengan selimut hangat miliknya


----


Diseberang sana Arion tampak kesal karena Aeera yang hanya membaca pesannya dan kemudian dia mulai melakukan panggilan lagi, namun kali ini yang ia panggil bukanlah Aeera melainkan Nara


"Hallo Ra" sapa Arion 


"Hi tuan Danadyaksa, tumben pagi pagi telepon, kangen ya sama aku?" tanya gadis dari seberang telepon yang terdengar begitu manja dan menggemaskan


"Hari ini kamu kosong gak?" 


"Iya kosong sih, kenapa emangnya?"


"Aku tunggu kamu di apartemenku ya, jangan lama lama ya manis" rayu Arion kepada gadis cantik di seberang telepon


"Oke sayang" jawab Nara


tak lama kemudian suara ketukan terdengar dari arah pintu apartemen Arion dan segera Arion berjalan menuju pintu itu untuk menyambut gadis yang dipanggilnya satu jam yang lalu


"Hi Arion sayang" sapa gadis itu sambil tersenyum manis dan melayangkan pelukan yang langsung mendapat balasan dari Arion


"Let's Do that?" tanya Arion kepada gadis cantik nan sexy itu sambil tersenyum nakal