If I

If I
Mata untuk melihatmu



"Terkadang rasa bersalah menghampipriku, rasa bersalah kepada diriku karena menyukaimu, Bukan aku membenci hanya sedikit menyesali pertemuanku denganmu, kau seperti bayangan hanya bisa dilihat keberadaannya namun tak bisa tergenggam oleh jemari ini, kau dekat namun dekatmu hanya sebatas syarat"


"Aska turunin gue!"


"Gue bilang gue mau turun!"


"Aska, Perut gue sakit kalo lo gendong gue kayak gini!"


tanpa menjawab kata kata Aeera Aska menurunkan Aeera dengan begitu hati hati saat keluar dari pintu utama yang digunakan untuk masuk ke area apartement


"Lo ngapain sih, gue mau sama Rion!, ngapai lo jemput gue, ngapain lo rusuh, gue ga minta lo jemput!"


Aska hanya menatap tajam Aeera, tatapan dingin seperti elang yang melihat ikan yang berada dipermukaan air siap menerkam kapan saja dengan cakar kuat nan tajam miliknya


"Lo istri gue sekarang!" terang Aska penuh penekanan, "apa pernikahan kita waktu itu masih belum jelas buat lo, masih bingung status lo slekarang itu apa?, sekarang lo itu nyonya Elvano, Aeera Elvano, lo udah jadi bagian dari hidup gue dan bue punya hak buat gunai wewenang gue sebagai suami sah lo!"


"Gue gapernah suka sama lo, gue nikah sama lo juga karena kekeliruan gue, dan gue ga mau!, kalo bisa lo balikin deh buku nikah itu ke kantor pengadilan agama, gue gak butuh"


"Apa yang lo butuh?!, si brengsek Arion?"


"iya" jelas Aeera tanpa keraguan membuat amarah Askasemakin memuncak, pernikahan dadakannya saja belum berlangsung 1 minggu tapi mereka sudah bertengkar hebat


"Ra, gue mau tanya"


"Apa?"


"Apa yang buat lo setuju sama pernikahan ini?"


Aeera hanya membisu mendengar pertanyaan Aska yang menurutnya tak bisa ia temukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu


"Gue cuma lagi kesel aja sama rion, dan gue cuma mau ngeprank Rion, gue mau buat Rion panik dan nyari gue" jelas Aeera asal membuat Aska semakin kesal karena kata katanya


"jadi, nikah sam gue tuh cuma prank!, lo tau gak Ra gue ngajak lo nikah tanpa keraguan sedikitpun meskipun gue tau lo udah kehilangan aset terbesar lo"


"Maksud lo apa?"


melihat wajah cantik Aeera mulai memerah dan terlihat genangan air yang siap runtuh kapan saja Aska mulai merasakan getaran yang membuatnya tak tega membuatnya berusaha keras mengendalikan dirinya untuk tidak bicara dengan nada tinggi dengan istri dadakannya


"Ra, lo tau gak, meskipun lo itu istri dadakan gue tapi gue tulus sama lo ra, gue ga tau kenapa gue jadi agak bucin, tapi gue cuma mau ngejaga istri gue"


"Aska lo tau gak, yang gue suka itu Arion, dan lo harusnya ngerti jangan perah ngarepin gue bakal suka sama lo, Arion itu segalanya buat gue"


"Apa lo jadi segalanya buat dia?"


hening saat Aeera mendengar perkataan Aska, mengingat kembali pria seperti apa Arion membuat air matanya kini terjatuh karena tak sanggup menatap Aska dan lebih memilih untuk menundukkan pandangannya , tersa jari menopang wajahnya terasa begitu lembut tanpa tekanan sedikitpun entah karena tensi kemarahan Aska yang menurun atau Aska tak tega melihatnya


"Gue minta sama lo Ra, belajar suka sama gue"


Seketika mata Aeera membelalak terkejut mendengar ucapan Aska, "belajar untuk liat gue, belajar untuk terbiasa sama gue, karena gue suami lo Ra"


"Itu gak mungkin"


"Gue yang bakal buat itu jadi mungkin"


"Caranya?" tanya Aeera meremehkan karena ia merasa perasaanya terhadap Arion sudah stuck tak bisa berubah ataupun teralihkan


"ini" dengan cepat Aska menarik dagu gadis cantik itu dan menciumnya lembut