
"Sebetulnya lelahku ini tak berarti lagi, entah mengapa ketidak beruntungan selalu menghampiriku. Titik sepi selalu saja menarikku kembali. Sungguh perduliku hanya untuk orang lain. tapi kali ini aku runtuh karena itu.
Tebing tinggi telah kulalui, namun selalu saja aku melukai diriku dengan kecerobohanku, akulah yang bersalah, bersalah karena mencoba percaya"
"Mah" Panggil Aska tergesa gesa
"Eh Aska kapan sampai?, mana Aeera?" tanya Nandra dengan wajah gembiranya berharap menantunya itu mengunjunginya bersama putri tunggalnya Aeera Alsava
Namun wajah gembira Nandra perlahan mulai memudar, melihat raut kekhawatiran di wajah menantunya itu Nandra mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres
"Nak Aska, kamu kenapa?" Aska hanya terdiam ia pikir Aeera akan pulang kerumah orang tuanya namun ternyata dia tidak disini. Jika rumah tempat ia berasal saja tidak dikunjungi lalu kemana Aeera
"Nggak mah, aku kesini cuma mau tanya soal Aeera suka baju jenis apa ya mah?" Tanya Aska mengalihkan
"Oalahhhh...Yaampun menantu mamah ini perhatian banget, Aeera suka dress dengan warna warna soft" lembut Nandra sambil mengelus elus puncak kepala menantunya itu, namun dalam perasaan Nandra menebak bahwa sepertinya Aska ada masalah terlihat sekali meskipun ia menunjukkan ekspresi wajah begitu tenang namun entah mengapa Nandra justru berpikir sebaliknya
"Kapan kapan ajak Aeera dinner kesini dong Aska, semenjak nikah kamu kayak orangnyulik aja gak biarin Aeera nengokin mamah" sambil tertawa kecil Nandra mencoba memecah keheningan
"Mah Aska gak lama ya, mau ke Toko kuenya Aeera, dah mah" usai berslaman dengan mertuanya itu Aska langpsung memasuki mobil mewahnya mengemudikan mobil itu dengan kecepatan yang cukup tinggi
----
Kring Kring Kring (suara pintu D'Era Bakery saat dibuka)
"Aska" Kaget Indira melihat sosok yang saat ini sudah ada didepannya dengan ekspresi wajah tegang berbeda sekali saat di depan Nandra
"Mba Dira Aeera dirumah lo?" tanya Aska tak sabar
"Hah?.....kamu nanya apasih Aska, emangnya Aeera keman?!" Tanya Indira dengan nada bicara penuh penekanan, tak bisa ia pungkiri Aeera itu sudah seperti adik baginya, semenjak menikah dengan Aska sering sekali Aeera pergi tak memberitahunya dan jarang sekali mengurus toko kuenya padahal sebelum menikah Aeera tergolong sangat rajin dan memperhatikan toko kue dan pelanggan pelanggannya namun entah mengapa sudah beberapa hari ini dia bahkan tak kelihatan
"Aska gue teggaskan ya ke lo, kalo lo gabisa buat Aeera bahagia jangan sok sokan janji dan nikahin dia seenak jidat lo, Aeera tuh bukan barang yang bisa lo beli. Gue tau lo tajir melintir tapi guebahkan lebih milih nitipin Aeera ke Rion daripada ke lo" Ujar indira murka dengan situasi yang terjadi saat ini. mendengar perkataan Indira Aska berpikir keras bagaimana bisa Indira membandingkan dirinya dengan pria brengskek seperti Arion Danadyaksa suhungguh bukan perbandingan yang sepadan baginya
"Kalo dia gak disini, gue cari di tempat lain kalo gitu" tak mau ambil pusing dan memperpanjang perdebatan Aska berlalu meninggalkan Indira yang masih terlihat sangat kesal
"Sial, gue harus bantu cari Aeera" hati Indira bergumam, tak bisa ia tepis rasa khawatir terhadap Aeera mendominasi dirinya hingga ia lebih memilih untuk menutup toko dan berlalu menuju ke arah yang berlawanan dengan Aska
----
Tak ada jawaban dari dalam Apartemen milik Arion, Indira mulai memutar otak dan berpikir kemana Aeera pergi ia sangat khawatir, telepon Arion tidak aktif apa mungkin Aeera pergi dengan Arion
"Lo kemana sih Aeera, aduuuuh" frustasi Indira
Ditempat lain Aska sedang duduk di bangku taman mencoba menenangkan diri, mendinginkan pikirannya sungguh ia tak menyangka respon Aeera akan seperti ini. Ia pikir dengan jujur akan membuat Aeera menganggap dirinya serius dengan pernikahan yang saat ini mereka jalani.
Setelah satu jam berlalu ia habiskan untuk menenangkan diri dan menerka nerka kemana Aeera pergi Aska beranjak daru tempat duduknya dan memasuki mobil mewahnya, mengemudikannya dengan kecepatan yang cukup tinggi mengarah ke hotel bintang lima dengan design modern didominasi oleh kaca dengan murmer di setiap lantainya Elvanos hotel adalah salah satu hotel milik keluarga Elvano. Memasuki ruangan VIP milik Rivan Elvano dengan tergesa gesa mencari keberadaan ayahnya itu,
"Tuan Aska selamat datang" salah satu pekerja hotel yang sedang mengatarkan kue ke ruangan vip itu
"Kamu lihat ayahku?" tanya Aska ketus den dingin
"A..ahh tua Rivan sedang main golf di balkon" jawab pekerja hotel itu sambil tak lupa untuk melayangkan senyum ramahnya. Tanpa berkata apapun Aska berlalu meninggalkan informan yang sedang memegangi nampan kue itu
"Ayah"panggil Aska dingin bahkan wajahnya lebih dingin dari biasanya
"Hai putra ayah tercinta, ada apa kamu kemari?"
"Dari awal harusnya aku gak pernah ikut kata katamu" ketus Aska
"Aska ada apa?" tanya Tuan Rivan Elvano heran
"Aeera pergi dari rumah karena fakta aku berbohong" mendadak situasi diantara mereka begitu berbeda sangat tegang dan hening
"Kemari nak" Ajak Tuan Rivan sambil menarik pundak puteranya kedalam pelukannya membewa Aka ke ruangan dan menyuruhnya duduk untuk membicarakan hal ini
"Aska, ayah tau ayah yang sudah membuat kamu meninggalkan Maya dengan terpaksa. jika Aeera pergi kembalilah dengan Maya"