
Gemericik air yang jatuh dari selang yang digunakan Aeera membasahi dedaunan di depan pekarangan rumah membuat Aeera menatap koosong melihat dedaunan yang kini ia sirami dengan air dari selang, Aeera termenung memikirkan akan seperti apa hati ini nantinya sengan setatus barunya sebagai seorang istri dari sang manager Investasi Aska Elvano mengingat bahwa hari ini ia akan diserahkan orangtuanya ke Aksa melepaskan genggaman orang tuanya dan mulai menggenggam pria aneh itu hingga dering ponselnya membagunkan ia dari pemikirannya
"Hallo"
"Ra, lo beneran ga ketoko nih?" suara indira dari seberang
"hmmm"
"Arion ada disini Ra" mendengar nama Arion mata Aeera membelalak dan langsung melempar selang sembarang masuk kedalam rummahnya, tak sampai lima menit Aeera keluar sambil membawa tas kecil yang sering ia bawa bepergian dan kunci mobil
"Aeera mau kemana, sarapan dulu" seru Nandra
"Penting mah, aku pergi dulu"
Kringgg kriiing
Lonceng terdengar saat toko D'Era Bakery dibuka yang disusul oleh kedatangan Aeera tampak tergesa gesa menyebarkan pandangannya ke setiap sudut toko dan makhirnya menemukan Arion yang tengah duduk menunggunya di meja nomor 7 sambil membawa buket bunga lili berwarna putih kegemaran Aeera
Matanya tiba tiba memanas dan dadanya merasakan sesak saat melihat pria itu, pria yang dinantikan kehadirannya pria yang seringkali meninggalkannya untuk wanita wanitanya
Tap tap tap
Langkah kaki Aeera terdengar begitu nyaring karena setengah berlali dan langsung menubruk punggung Arion memeluknya sambil menangis
"Kamu kemana aja, kamu bilang mau hubungi aku jam 21.00 tapi kamu ngilang gitu aja tanpa kabar" terisak Aeera melepaskan rasa rindunya kepada pria manis yang sedang melayangkan senyumnya
"Hei kamu kenapa?"dengan nada yang sangat halus khas Arion "bukannya kamu udah biasa ra, kenapa kamu nangis sekarang?"
"Aku kangen sama kamu" jujur Aeera sambil mengeratkan pelukannya yang dengan sengaja dilepaskan Arion lembut membuat Aeera tak percaya bahwa Arion melepaskan pelukannya, padahal selama ini Arion selalu meminta Aeera untuk memeluknya. Mata mereka beradu dan Arion menaruk dagu Aeera yang kemudia diarahkan kepada bibirnya. Membuat mereka saling mengadu bibirnya di depan Indira yang kini hanya bisa diam dan pura pura tak lihat apapun sampau ia melihat sosok jenjang yang tak asing berdiri diambang pintu toko menartap keguatan Ariom dan Aeera tajam
"Ekhmmmm" Deham Aska dari kejauhan dan langsung mendekati Aeera yang kini tengah menatap Aksa dengan penuh kekhawatiran
"Papah kamu nelfon aku, khawatir sama kamu kayanya" jalas Aksa
"Kaamu siapa?" Tanya Arion penasaran akan tingkah laki laki yang kini berada disamping Aeera memegang lengannya, padahal Aeera sangat tak menyukai apabila ada laki laki selain Arion menyentuhnya
"Ra lo tau kan gue siapa!"
"Iya"
"Kalo gitu lo ceritain ke dia" perintah aksa dengan penuh penekanan
"Ra.....?"
"Dia itu siapa?"
"Ra...kamu kok diem aja"
"Gue sekarang ga lajang rion" jelas Aeera sambil merangkul Arion yang bingung
"Kamu susah aku hubungi kerena kamu nikah" seru Arion
"Bagus Ra, kamu nikah tanpa ngasih tau apapun ke aku" ujar Arion tampak kecewa "nih bunga buat kamu, aku pergi" lali laki berwajah manis itu pergi meninggalkan Aeera dan Aksa melangkah menuju pintu toko yang kemudian ada tangan yang melingkari tubuhnya memeluknya erat dari belakang, gadis cantik itu begitu menyukai dan menyayangi Arion
"Please Arion aku ga mau kehilangan kamu please"
Arion berbalik dan membalas pelukan Aeera dan tersenyum miring
"Aku akan selalu sama kamu Ra, dia yang harus pergi" sambil menunjuk Aksa