If I

If I
Pengakuan



Tatapan matanya begitu tajam membuat wajah sexy nya semakin memikat. Nara yang sejak dari tadi duduk di atas bed milik Arion menatap Arion tanam, lebih tepatnya menatap area di bawah mata pria itu yang terlihat membiru seperti bekas pukulan seseorang


"Jawab jujur, itu ulah siapa?!"


"Siapa yang berani beraninya mukul muka kamu?!" Tanya Nara penuh penekanan


"Aku gakenapa napa" sambil menepis tangan gadis cantik itu yang sedari tadi memegangi wajahnya


"Aku nih udah kenal kamu lama, jujur deh sama aku ulah siapa itu?" Intonaai bicara Nara semakin memelan lembut


"Suaminya Aeera"


"Hah?, Aeera udah nikah?" Terkejut nara mendengar kabar baik yang keluar dari mulut Arion


"Udah kali, ga tau tuh cowok sok sokan nikahin Aeera, ga tau aja dia Aeera cinta mati sama aku" panjang kali lebar Arion menjawab pertanyaan Nara tak menyadari bahwa raut wajah nara mulai berubah menunjukkan ekspresi tak suka akan ketidak terimaan Arion terhadap pernikahan Aeera


Hening menerpa mereka berdua di dalam kamar, Nara yang sedang membereskan kompres yang tengah ia jadikan sebagai peredam rasa sakkt yang ada dipipi Arion itu tak mengeluarkan suara apapun wmembuat Arion berpikir sejenak dan merenungkan kata katanya barusan


"Hei kamu kok diem aja" tanya Arion penasaran akan diambnya Nara secara mendadak itu


"Udah ngomongin Aeeranya?!, Rion aku yuh tunangan kamu. Aku tuh udah ngebebasin kamu mau main sama siapapun tapi aku juga punya hati"


"Hei kok kamu baper sih, jangan marah dong sayang" rayu Arion sambil memeluk tubuh Nara dari samping


"Sini nomor Aeera aku mau ngomong"


"Buat apasih Nara, gak usahlah"


"Aku ini tunangan kamu Rion, resmi dan ada buktinya cincin ini, kamunya aja yang gapernah pake. Makanya cewek cewek banyak yang mampir" nyinyir Nara mengungkapkan kekesalannya


"Sini nomernya Aeera" pinta Nara sambil merebut ponsel Arion mencari kontak bernama Aeera Alsava dan menelfonnya


Selang beberapa saat


"Dialihkan" Ungkap nara sambil mengembalikan ponsel Arion


"Aeera nikah sama siapa sih, kamu kok baru cerita"


" Aku aja kaget dia bilang dia suami Aeera, kalo ga salah sih namanya Aska Elvano"


"Aku sih kenal sama Aska, ayahnya aska tuh rekan bisnis Ayah aku dan aku tau no telepone rumahnya. Sebentar aku telephone dulu"


"Hallo" terdengar suara wanita dari seberang telepone


Hallo"


"Hai Aeera Alsava kan" tanya Nara memperjelas


"Iya"


"Siapa ya?" Tanya wanita di seberang sana


"Gue Nara"


"Nara siapa ya?"


"Tunangan Arion"


"Jangan ganggu Arion, gue ga mau liat lebam dimukanya cuma gara gara lo"


Tak ada jawaban dari seberang telephone, Arion hanya menatap Nara menahan kesalnya


"Sambungannya terputus" ujar Nara


"Kamu ngapain sih pake bilang kamu tunangan aku?" Terdengar ada penekanan di pertanyaan Arion


"Kenapa sih?, aku tuh tunangan resmi kamu wajar kan kalo aku jujur ke Aeera lagian dia udah nikah juga"


"Terserah lah"


"Yaudah cepet sembuh ya, aku pulang dulu bye sayang" dikhiri dengan kecupan di kening Arion lalu nara meninggalkan Arion


Tak lama setelah Nara menghilang dibalik pintu Arion menarik ponselnya dan mencari kontak Aeera dan menekan simbol massage


"Aku kangen kamu Ra, bisa ke apartemenku sekarang, aku tunggu ya. Miss you so much"


"Terkirim"