If I

If I
Sisi Yang Lain



Kreekk...Kreek.....(suara hordeng yang ditarik)


Sinar matahari mulai menelusup kedalam ruangan yang sedari tadi begitu gelap, lebih tepatnya dibuat gelap dengan mematikan lampunya. Aeera menatap Arion yang tak kunjung membuka matanya walaupun sinar matahari sudah mendominasi kamarnya.


"Rion, Rion" Panggil Aeera sambil menggoyang goyangkan tubuh Arion


"hmmmmmm" sahut arion malas 


"Ayo pindah ke kasur, kamu kenapa tidur di sofa?" tanya Aeera heran


Tak ada sahutan dari Arion, pria berwajah manis itu masih memejamkan matanya tak menggubris pertanyaan Aeera, Aeera mulai menarik selimut kemudian menutupi tubuh Arion dengan selimut berharap agar Arion tidak merasa kedinginan karena meskipun sinar matahari begitu terang rintikan air hujan tetap turun membuat aliran aliran kecil di jendela kamar Arion


"Aku buatin sup ya" sambil mengikat rambutnya Aeera berjalan menjauh dari posisi Arion tidur sambil sesekali Aeera melihat handphonenya, berpikir bahwa akan ada notifikasi pesan dari Aska


"Duh mikir apasih aku ini" pelan Aeera sambil menggelengkan kepalanya lalu meletakkan handphonenya ke atas nakas


"Mau aku anter kerumah Aska?" Aeera terkejut dan menolehkan pandangan kearah sumber suara itu berasal yaitu Arion yang masih memejamkan mata namun bukan karena ia tertudur tapi ekspresi Arion seperti orang yang memikirkan sesuatu, ekspresi wajahnya begitu tegang tak seperti biasanya


"Ka..kamu ngomong apasih?, aku gak mungkin balik lagi kesana?" ungkap Aeera terbata bata


Arion mulai bangun dari posisinya dan berjalan kearah Aeera, entah mengapa Aeera merasa ada yang aneh padanya pikirannya mulai kacau dan bertanya tanya kenapa Arion tiba tiba membahas Aska bahkan ingin mengantarkan aku kesana


Sampai dihadapan Aeera tiada senyuman yang menghiasi wajah pria itu, membuat Aeera samakin canggung


"Bisa cerita ke aku ada apa?" tegas Arion tak seperti biasanya


"Gak ada apa apa kok" jawab Aeera sambil memalingkan wajahnya kearah lain


"Kalo gitu ayo siap siap aku antar kamu sekarang!" mata Aeera terbuka sempurna saat mendengar perkataan Arion yang sungguh tak terduga olehnya


"Kamu kenapa sih Rion" tanya Aeera yang dibuat terkejut karena tiba tiba Arion menarik tangannya begitu keras membuat Aeera terpaksa mengikuti Arion sampai di depan pitu masuk


"Rion ada apa?" tanya Aeera cemas


"Tunggu disini aku bakal siapin barang barang kamu" perintah Arion dan mulai bergegas meninggalkan Aeera yang berada di depan pintu masuk


"Rion kamu kenapa sih" teriak Aeera yang sudah tak bisa menahan rasa penasarannya


"Nara mau kesini, sebaiknya kamu pulang. aku bakal anter kamu ke rumah Aska" jelas Arion sambil mengambil tas dan sepatu milik Aeera 


"Gakusah anterin aku, aku bisa pulang sendiri" tanpa disadari Arion saat ini gadis cantik itu sudah berada didekatnya dan mengambil barang barang miliknya yang saat ini berada di genggaman Arion


Entah mengapa kepergian Aeera membuat kakinya lemas dan mulai terduduk di lantai sambil menatap pintu 


"Maaf Ra, aku bohong soal Nara yang mau kesini, hanya saja aku kesal saat kamu mulai membuat batas dengan aku dan tak mau menceritakan kejadian yang membuat kamu sesedih itu semalam"


seiring lamunan Arion suara dari balik pintu mengagetkannya, membuat Arion berlari menuju kearah pintu berpikir bahwa seseorang dibalik pintu itu adalah Aeera


"Ra, maafin ak.." ungkap Arion terhenti saat melihat sosok yang ia pikir adalah Aeera ternyata


"Aska?, ngapain lo kesini?"


"Mana istri gue?" tanya Aska dengan ekspresi tak ramah


"Pergi" jawab Arion singkat


"Bohong, semalem dia pergi sama lo"


"Dia emang disini tadi, tapi sekarang udah pergi" jelas Arion mulai kesal


"Kemana?"


"Gue gak tau"


"Jawab yang bener, jangan coba coba lo sembunyiin istri gue"


"Gue beneran gak tau!" kesal Arion


Rasa penasaran Askamembuat dirinya memaksa masuk kedalam apartemen milik Arion dan memang benar Aeera tidak ada disana wajah Aska mulai muram terlihat begitu menyesal


"Lo apain Aeera gue?"


"Bukan urusan lo!" bergegas Aska meninggalkan Ruangan itu berpikir tempat apa yang akan didatangi istrinya saat dia sedih, Aska tak tahu apapun mengenai hal itu namun Arion menghentikan langkahnya dengan mearik pundak pria itu


"Hei Aska, gue minta jangan buat Aeera sedih, gue gak may liat dia nangis kayak semalem"


tak ada jawaban dari Aska hanya tatapan sinis yang ia layangkan dan tak memperdulikan kara kata Arion


"Gue rasa gue suka sama dia, jadi kalau lo gabisa jaga dia gue yang bakal jaga dia"