If I

If I
I Try



"Wajahmu yang merah padam saat kamu merasa malu, tak bisa ku lupakan hari itu, hari dimana kepalsuanku berubah menjadi jelas, jelas aku berharap padamu"


Pagi mulai menyerukan suara indahnya, angin yang berhembus cukup kencang membuat lonceng lonceng kecil di depan rumah Aska berbunyi bergantian dibarengi dengan nyanyian burung yang sangat merdu mampu membangunkan Aeera dari tidur lelapnya, membuka matanya dengan perlahan dan langsung disambut oleh pemandangan yang begitu tak biasa langit biru cerah pohon yang hijau terurus dan bunga bunga berbagai warna terlihat dari belik jendela yang ukurannya bisa dibilang seperti berada di dam Aquarium hordeng jendela kamar Aska terbuka lebar sehingga Aeera bisa melihat dengan jelas pemandangan taman yang berada di depan kamar Aska


"Woahhhhh" kagum Aeera akan pesona alam


"Kenapa?" suara seorang pria yang saat ini sedang bersandar di pintu kamar yang terletak tepat di depan kasur yang saat ini sedang ia tiduri sangat nyaman dan empuk sehingga bisa dikategorikan ini adalah tidur ternyaman. Aeera tidak menyangka seorang dengan kelas manager investasi bisa memiliki ruangan eksklusif seperti ini, karena yang Aeera tau rumah Aksa nampak biasa saja dari luar seperti rumah rumah oran kaya yang biasa saja, hingga merasa takjub ternyata rumah yang terlihat biasa ini menyimpan keindahan yang tiada dua


"Hei kenapa diam saja" lembutnya nada bicara Aska membuat gadis cantik itu terdiam terkejut, karena yang ia tau Aska itu kasar dan selalu bicara dengan panggilan Lo, Gue


tap tap tap suara ketukan sepatu Aska yang terdengar begitu berirama saat menyentuh lantai murmer yang ada dikamarnya menuju kearah Aeera yang saat ini sedang terduduk di atas kalsur miliknya dan membiarkan dirinya duduk ditepi kasur


"Aku mau jujur sama kamu, supaya kita bisa mengenal satu sama lain dengan baik, bukan maksud aku versandiwara selama ini, aku harap kamu bisa mengerti"


Aeera hanya diam menatap Aska dengan seksama melihat jelas lekuk wajah pria itu yang ia sadari saat ini bahwa Aska memiliki wajah yang tegas dan terlihat tampan


"Aku bukan manager investasi" ungkap Aska


"hah?"


"Aku presiden direktur di perusahaan ayahku, ayahku sudah pensiun dan aku yang menggantikannya, kekuasaan ayah beralih padaku beberapa jam yang lalu"


"maksudnya?" terheran Aeera mendengar pernyataan Aska yang begitu mengejutkan


"Aku ini adalah direktur saat aku di luar negeri, sebelum aku pulang ke indonesia dan bertemu denganmu, ayah mengujiku dengan menjadikan aku manager investasi di perusahaan kecil milik temannya. Ayah sedng sakit saat ini, tapi dia mau saat aku mengemban posisi sebagai presdir aku sudah memiliki pendamping, dan dia menjodohkan aku dengan kamu"


"gak sepenuhnya bohong"


"ngomong yang jelas lo!" tekan Aeera menunjukkan wajah tak suka dan terkejut


"Tolong dengerin aku sampai selesai dulu ya, jangan berteriak atau potong ceritaku, kamu bisa kan"


Aeera hanya diam sambil memalingkan wajahnya kearah lain hingga pandangan Aska tek menemuinya


"Ayah jodohin aku sama kamu, Aku kenal kamu tiga tahun lalu, tapi saat itu aku ga terlalu perduli sama kamu. Ayah mengawasimu selama ini, bahkan ayahku mengetahui apa yang orang tuamu tak ketahui. dia tau jika kamu sudah tidak perawan, tapi dia menjodohkan aku putra tunggalnya denganmu" Aska terdengar penuh penekanan


"Kenapa?, gue juga pernah jujur sama lo, tapi lo malah ngemar gue"


"itu yang aku suka dari kamu"


pernyataan Aska membuat wajah Aeera merah padam dan genangan terlihat di mata indahnya, terlihat sekali jika Aeera menahan tangisnya, ia merasa malu dengan Aska


"Aku suka kejujuran kamu, aku tahu segalanya tentang kamu dari ayahku, dan aku telah mengamatimu seusai pulang bekerja. Aku memang terlambat Ra, tapi bukan berarti tak sempat"


"salahku yang membohongimu, kumohon kamu maafkan aku. kita mulai ini dengan kejujuran"


seketika tangis Aeera pecah paginya begitu mengejutkan, tak berani menatap Aska. hal yang Aeera pikirkan ia hanya merasa malu dengan Aska, pria itu begitu menghargainya padahal dia sendiri tidak berlaku demikian. peluknya begitu hangat dkapan Aska mampu menghentikan isakannya


"entah kenapa rasa aman yang kau berikan perlahan membuatku nyaman"