
Angin malam berhembus menerpa tubuh gadis cantik yang sedang memakai coat berwarna coklat susu yang kini terlihat mengigil kedinginan wajahnya ditenggelampak pada punggung pria yang kini sedang fokus mengendarai sepeda motornya menyusuri jalanan malam dengan lampu lampu jalanan yang terasa begitu menambah kesunyian karena kini jalanan begitu terasa sepi
"Ra..., kamu gak apa apa?"tanya Arion masih dengan fokusnya melihat jalanan
tak mendapat jawaban kini Arion mengarahkan laju sepeda motornya ke arah taman dekat apartemennya dan berhenti
"Hei.....ayo peluk aku" perlahan Arion mendekatkan tubuhnya dihadapan Aeera meminta gadis itu ubtuk memeluknya, bukan karena Arion memanfaatkan situasi dan ingin memeluk tubuh gadis cantik yang kini berada dihadapannya namun entah mengapa Arion merasa ada hal yang aneh pada dirinya, melihat Aeera menangis karena pria lain entah kenapa membuatnya sakit
"Ra... aku mau jadi wadah bagi kamu untuk meluapkan rasa sakit yang kamu rasakan saat ini, ayo menangis Ra, tapi aku mohon menangislah saat kamu memeluk aku" tanpa menjawab Aeera memeluk Arion erat seraya isakan kecil menyertainya terasa sekali bahwa Aeera sedang sakit, gadis ini adalah gadis yang ceria asing sekali bagi Arion melihat Aeera menangis hingga terisak seperti itu
"Aku marah Rion, dia berbohong!"
"Aska?" tanya Arion
"iya" jawab Aeera singkat dengan wajah masih tenggelam dalam pelukan Arion
Arion tak menanyai Aeera lebih lanjut karena dia merasa jika terus menanyai Aeera maka Aeera akan semakin sedih. pelukan hangat Arion perlahan membuat Aeera terlihat lebih tenang, ia mulai bisa mengatur ritme nafasnya perlahan lahan hingga Aeera kembali tenang dan melepaskan pelukannya
"Kamu haus?" tanya Arion begitu pengertian, menangis adalah pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga dan membuat lelah juga mulut kering
"Aku beli air diseberang dulu ya, kamu tunggu disini" segera Arion meninggalkan Aeera sesaat setelah melihat anggukan pelan dari gadis itu yang menandakan dia haus
---
"ini, kamu minum yang banyak, nangis itu capek kan"
"Hmmmmm"
Arion tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari wajah Aeera, terus menatap Aeera sampai gadis itu merasa risih dengan tatapan Arion
"Kamu ngapain sih?" kesal Aeera
"Aku cuma baru sadar, ternyata kamu itu aneh kalau nangis"
"Apasih, wajar kali perempuan nangis apalagi kalau hatinya lagi sakit kaya gini"
"tunggu deh" celah Arion membuat Aeera penasaran
"kamu bisa ngerasa sakit?" ledek Arion berusaha menghibur Aeera
"Sorry ya uang receh bukan level aku"
"idih" terlihat sekilas senyum samar di bibir gadi itu membuat Arion menatapnya sendu larut dalam rasa penasarannya terhadap apa yang dilakukan Aska hingga gadis cantik itu menangis sampai seperti ini
"Ra...kamu tau kan kamu bisa cerita apa aja ke aku"
Aeera hanya menatap Arion, memang benar Arion pria brengsek tapi dia juga pria yang bisa dipercaya untuk menjaga rahasia, cerita ceritanya yang dulu pernah ia ceritakan saja tak pernah terdengar ada yang membicarakannya, artinya Arion menyimpan ceritanya hanya untuk dirinya saja dan Aeera mempercayai itu
"Rion bukannya aku gak percaya sama kamu, tapi aku cuma aku belum mau cerita aja"
"its okay Ra, udah malem banget nih kamu ke apartemenku aja ya, besok pagi aku anterin kamu ke rumah kamu"
"anterin aku ke rumah mba Indira aja"
"Okay, tapi malem ini kamu di apartemenku dulu ya"
"Okay"
-----
Hujan turun sesaat setelah mereka sampai di apartemen, lampu menyala saat pintu dibuka terlihat ruangan yang tertata rapih dan bau harum bunga lavender menyambut mereka berdua
"Aku mandi dulu ya, kamu mau nonton film apa?, aku punya film baru lho genre kesukaan kamu ada di flashdisk aku, aku tinggal mandi dulu ya"
"iya"
Aeera mulai menyalakan Tv dan mulai memilih fil yang ada di flashdisk Arion, baru 5 menit fil diputar Aeera sudah terlelap di sofa Arion
"Ra gimana seru gak?" tanya Arion yang baru saja keluar dari kamar mandi tak mendapat jawaban dari Aeera
"Ra?"
melihat Aeera tertidur dengan wajag lelahnya arion tersenyum miris dan langsung memindahkan gadis itu ke springbed miliknya menyelimuri tubuhnya dengan selimut putih tebal miliknya. Arion terhanyut saat menatap wajah Aeera yang begitu cantik dan terlihat inocent saat tertidur
"Aku baru sadar ternyata kamu secantik ini Ra, jangan buat hatiku sakit dengan menagisi Aska Ra, aku gak rela" baru saja Arion ingin pergi mengambil pakaian tangan lembut nan hangat menahannya membuatnya berbaring tepat disamping Aeera berhadapan membuat Arion tersenyum saat menatapnya sampai gadis itu mulai mengigau
"Aska"