If I

If I
Kamu yang aku pilih



Mata Aksa membulat melihat tindakan Aeera dan Arion yang bercumbu tepat dihadapannya dan Indira , membuat wanita berusia 22 tahun itu gemas untuk memisahkan mereka berdua


"Lo apa apaan sih Ra?!" bentak Indira kepada Aeera 


"Jangan pernah lo lakuin hal kayak tadi di depan gue" seru Indira tak suka, maklum saja Indira menganggap Aeera adalah adiknya, dia menyayanginya dan selama ini Aeera tidak pernah berperilaku yang melanggar batas di depannya membuatnya berpikir bahwa itu kali pertama Aeera mencium pria


"Silahkan lo mau kayak gimana Ra" terdengar suara pria yang kini begitu lemah dengan tatapan penuh rasa kecewa


"Lo tetep Istri shah gue"


kata kata itu membuat Aeera frustasi ditambah dering ponsel Arion dari Nara yang terlihat jelas oleh Aeera membuatnya kesal dan bergegas pergi meninggalkan Arion, Indira dam Aksa. Selepas Aeera pergi Arion tak mengejarnya melainkan mengangkat panggilan dari Nara dan kemudian keluar dari toko meninggalkan D'Era Bakery namun kearah yang berlawanan dengan Aeera


Aksa hanya berdiri melihat ,ereka berdua pergi, tersisa Indira yang kini telah mendekatiya dan berada dihadapannya


"Maksud lo bilang Aeera itu istri lo apa?!" tanya Indira Serius


"Dia emang istri gue" terdengar samar karena Aksa berbicara sambil berjalan meninggalkan indira namun cukup jelas dan membuat Indira terkejut


"Ini apaan sih?" bingung indira situasi yang dia hadapi kini. segera indira mengeluarkan ponselnya dan mengklik panggilan ke Aeera namun tak mendapat jawaban apapun dari gadis cantik itu


----


Diseberang Aeera hanya berjalan dengan tatapan kosong dan tiba di taman tengah kota, taman yang penuh dengan rerumputan yang begitu terurus dan bunga bungan berwarna wari, keadaan di taman tidak begitu ramai membuatnya tertidur pulas di bawah pohon rindang beralaskan rumput sesaat setelah dia melepas alaskakinya sepeprti orang yang membutuhkan ketenangan. hangat terasa ditubuhnya seperti ada yang menutupi tubuhnya terasa begitu halus dan ringan. kedua matanya kini mulai terbuka sedikit melihat bayangan samar pria yang begitu terang dengan wibawanya. mata tajamnya kini terlihat begitu sendu


"Udah bangun?" tanya Aksa lembut tak seperti biasanya


"Lo ngikutin gue?" tanya Aeera tampak tak suka dengan kehadiran Aksa yang saat ini tengah duduk didepannya menatapnya lekat dengan mata sendunya


"Kenapa?, ngeliatin gue segitunya banget


"Ra....."


"Gue bakal jaga lo" Jelas Aksa dengan nada bicara yang begitu terdengar lembut


"Gue gaperlu dijagain, Arion selalu ada buat gue"


hening yang terjadi membuat desau angin di malam hari terdengar begitu jelas membuat tubuh Aeera bergidik merasakan dingin, hidungnya pun mulai memerah


"Ra, Ini salah gue, 3 tahun lalu gue pergi ninggalin lo, dan biarin Arion deket sama lo"


"Maksud Lo apa?" Kesal Aeera  atas ucapan aksa yang dinilai tak mengetahui apapun tentang Arion


"Lo jangan pernah bahas Arion ya, lo ga kenal Rion iytu kayak gimana, lo ga usah sok tahu!"


"Ra apa lo ga sadar dia lebih milih buat ngangkat papnggilan telephonenya dibanding ngejar lo"


jujur Aksa membuat Aeera tak bisa berkayta apapun membuatnya mengngat apa yang terjadi dan merasakan panas di pelupuk matanya


"Gue cinta Arion" Suara Aeera terdengar begitu putus asa 


hening kembali menerpa mereka berdua yang kini sedang duduk dibawah salah satu pohon yang ada di taman itu melihat kearah yang sama yaitu langit langit Aeera yang memilih untuk kebali merebahkan tubuhnya sambil masih menatap langit disambut oleh gerakan tubuh Aska yang menempatkan dirinya diatas tubuh Aeera dengan tangan yang mengelus rambut Aeera lembut membuat wanita cantik itu terkejut dan berusaha mendorong tubuh Aksa namun terlihat sangat sia sia karena Aksa memiliki tubuh atletis dan bisa dibilang perfect. Mata mereka kini bertemu


"Tapi gue Cinta istri gue Ra..." ungkap Aksa sambil mencium bibir merah Aeera yang mendapat perlawanan dari Aeera namun Aeera merasakan kehangatan dan terasa begitu nyaman saat Aksa menciumnya dengan begitu lembut hingga ponsel Aeera berbunyi menandakan ada panggilan yang masuk bertuliskan Arion. Aeera mendorong tubuh Aksa kuat dan kali ni Aksa menurut dengan menjauhkan tubuhnya


"Hallo"


"Ra...."


"Aku Mau kamu"