
Kota adalah tempat dimana segala sesuatu ada, mulai dari fasilitas fasilitas yang tidak dapat di temukan di pedesaan seperti MRT, bust Trans, KRL dan tidak hanya itu tempat pengadaan barang maupun jasa lebih tertata rapih dan lebih variatif
Malam itu keadaan kota sangat padat karena ada vestifal kuliner yang menarik minat Aeera untuk mendirikan stand, papan bertuliskan D'Era Bakery dengan dominalsi warna kuning yang berada di kanan jalan pintu masuk area festival di gelar menarik perhatian para pengunjung
Indira adalah karyawan di toko kuenya yabf berusia dua tahun lebih tua dibanding Aeera telah dianggap sebagai kakaknya selalu memberi nasihat yang bermanfaat dan menyayangi Aeera selama ini baik di toko maupun event event seperti ini
"Ra, Roti manisnya mau ditaruh dimana?" tanya Indira sambil membawa loyang berisikan Roti roti berbentuk bulat dengan taburan gula halus diatasnya
"Menurut lo bagus ditaruh dimana mba?, di rak samping atau depan?"
"Menurut gue sih di depan aja, supaya memperkaya warna aja sih, jangan coklat terus"
"Oke deh mba" sahut Aeera sambil engacungkan jempolnya
selang mereka menata dagangannya, ada suara yang tak assing terdengar oleh Aeera memanggil namanya dengan lembut
"Aeera"
"Hi" sambut Aeera sambil melambaikan tangannya ke arah pria yang tak lain adalah Arion
"Kamu buka stand di sini?"
"Iya mas, gimana menurut kamu aku akan dapat banyak pengunjung gak?"
"hmmmmm...feeling aku sih gitu, semangat terus ya" lembut Arion sambil mengacak acak puncak kepala Aeera lembut
"mas Rion dateng ke sini karena tahu aku mau buka stand disini?"
" emp em" jawab rion sambil menggelengkan kepalanya
"Aku kesini karena sudah ada janji dengan Little Pony" ungkap rion jujur dengan mengulas senyuman mematikannya
"Little Pony?" Aeera membeo
"iya,... aku sudah janji sejak dua hari yang lalu"
"Ohhh oke, aku kira kamu kesini karena tahu aku akan buka stand di sini" dengan nada yang terdengar kecewa atas ungkapan jjujur seorang Rion
"Kamu jangan bertingkah seolah kamu kenal apalagi dekat dengan aku ya selama dia di deket aku, juga kamu jangan chatt atau telepon aku sampai jam 21.00 wib"
Aeera terdiam dan hanya menunjukkan raut wajahnya yang bingung harus menjawab apa, berpikir dengan siapa lagi dia berinteraksi selain dengan Arion
"Ra...jangan hubungi aku dulu sebelum aku hubungi kamu ya" perintah Rion dengan mangulas senyumnya sambil mengusap pipi gadis cantik berkulit putih itu
Beberapa saat keadaan sangat hening, Arion masih mengusap lembut pipi Aeera dengan sembut, tetapi yang Aeera lakukan hanya menunduk
"Iya" jawab Aeera sambil melempar senyum kepada Rion
yang Aeera pikirkan hanya kenyamanan Rion karena baginya Rion adalah segalanya, tempatnya mengadu, melepas lelah dan sumber bahagia juga kesakitannya
"Okedeh Ra.... aku pergi dulu ya, jagan lupa bahagia hari ini" Arion melambaikan tangannya kepada Aeera sedangkan Aeera manatap kepergian Arion sedih
indira yang melihat kejadian itu menepuk pundak Aeera, menyadarkan Aeera dari lamunannya melihat kepergian Arion
"Ayo lanjut Ra" sambil menyodorkan loyang berisikan roti bertabur keju
indira sangat mengerti apa yang dirasakan Aeera dan dia tidak mau membiarkan Aeera berlarut dalam kesedihannya hari ini, Aeera mulai melanjutkan menata rotinya sampai dia melihat seseorang menyodorkan tiket nonton weekend ini kepadanya membuat Aeera menghentikan kegiatannya
"Apa ini?"
"Lo buta? ini tiket nonton" jelas Aska
"Gue gak minat" ketus Aeera
"Gue jemput besok jam 16.00" tegas Aska
"Memangnya lo tahu rumah Gue?"
"Gue tahu segala hal tentang lo tanpa lo tahu"
Aeera hanya bingung dan merasa heran melihat sosok Aska yang kini telah meninggalkannya sesaat setelah memberikan tiket itu