If I

If I
Flashback



Satu malam bersama Rion membuat Aeera bisa melepas rindu yang membelenggunya selama dua minggu ini. komunikasinya dengan Arion mulai kacau semenjak Aeera merajuk karena Arion menghabiskan weekendnya dengan dengan My Princessnya dan Little Ponynya, membuat Aeera tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktunya bermanja manja dengan Arion Danadyaksa. Sampai akhirnya Aeera menyerah dtan tidak mau merajuk karena Arion semkin menjauh jika dia tengah merajuk


"Rion bangun, aku haus" rintih Aeera sambil menggerakkan tubuh Rion yang sedang terkulai diatas bed nya, dengan segera Arion mengambilkan segelas air dan memberikannya kepada Aeera yang tengah duduk di atas bed dengan tubuh tertutup selimut


"Minum dulu nih" printah Arion halus lalu mengelus elus puncak kepala Aeera sesaat setelah Aeera menerima gelas berisikan air darinya


"Aku taruh gelasnya di sini ya" ucap Aeera sambil mengarahkan gelas ke meja di dekat kasurnya


"Iya,...." jawab Arion sambil mengagguk lemas dan mata terpejam


tak lama setelah Aeera menaruh gelasnya Arion memeluk Aeera dan membiarkan wajah cantiknya berada di leher bagian depan menghembuskan nafas hangat yang membuat gelayar aneh pada tubuhnya


"Kamu kemana aja siih rion, dua hari kamu gak hubungin aku, kalau kamu lagi sama cewek cewekmu itu aku ga masalah, tapikan mereka pasti pulang kerumah. Apa kamu gak bisa hubungin aku setelah itu?"


"kenapa sih?" Ekspresi Rion mencerminkan kalau dia tidak menyukai sikap Aeera yang menurutnya aneh


"Kamu udah tau dari awal kalo aku punya banyak wanita, tapi kamu mau ngelakuin hal ini sama aku, kamu tahu sendiri kan kamu bukan orang pertama yang sudah merasakan bercinta dengan aku"


Ucapan Rion membuat Aeera tak bisa berkata apapun


"Kenapa kamu nyuruh aku ga hubungin kamu dulu selama kamu main dengan cwek koleksimu tapi kok kamu ga hubungin aku sampai 1 minggu?"


"hei....udah dong sini aku peluk kamu" tawar Rion mengalihkan fokus utama


Dengan posisi memeluk tubuh Aeera Rion kemudian menjelaskan kalau dirinya menginap di hotel dengan My Princessnya sehingga selama 24 jam Arion bersama dengannya dan ridak dapat menghubungi Aeera


"Udah dong, masih mau ngambek smaa aku?" tanya Rion dengan nada manja


Alasan kenapa Aeera begitu nyaman dengan Rion karena Rion sangat mengerti apa kebutuhannya, Rion begitu paham apa keinginannya dan Rion selalu ada setiap Aeera membutuhkannya, tapi Arion yang terlibat dengan banyak wanita membuat Aeera merasa kalau dia bukanlah apa apa, ditambah wanita yang terlibat dengan Arion juga sangat cantik


Arion memeluk Aeera dengan begitu hangat dan terasa sangat nyaman bagi Aeera, obrolan kecilpun berada ditengah mereka sampai Aeera mendengar bunyi notifikasi dari HP Arion


"HP kamu bunyi tuh"


"Ohh ya?" tanya Arion tak tahu, segera rRion mengambil Hpnya dan membaca pesan yang tak lain adalah My Princess


"Kemana? dan kenapa?" tanya Aeera yang bingung Arion akan meninggalkannya sendirian di hotel


"Dia bilang aku suruh jemput, dia baru pulang dari malang, kamu baik baik ya disini, kalau aku sempet aku bakal balik lagi kesini"


Aeera hanya diam menatap Arion yang kini tengah bersiap siap untuk meninggalkannya


"Hey kamu kenapa?" tanya Arion lembut sambil memegang dagu Aeera dengan telunjuk dan ibu jarinya


"hati hati di jalan"


Arion mencium kening Aeera dan berjanji dia akan kembali lagi setelah selesai dengan My Princessnya


....


Pukul 12:00 siang waktunya check out dari hotel namun tanda tanda Arion kembali masih belum muncul, dengan wajah murungnya Aeera menelpon Arion


"Hallo" suara pria dari seberang sana


"Rion aku udah check out, kamu dimana?"


"Ohh astaga aku lupa Ra,...semlaman aku nemenin dia, maaf ya kayaknya kamu harus pulang sendiri dulu, kabarin aku kalau kamu skudah sampai di rumah" printah Rion dengan suara mengantuk dan samar samar terdengar suara wanita menggerang membuat Aeera mengerti alasan kenapa Arion tidak kembali


"yaudah aku pulang"


"hati hat..."


Aeera segera mematikan sambungan telephonnya karena ingin mengontrol emosinya, tak terasa bulir bulir air mengalir dari kedlua sisi pipinya


"Oke Ra sadar Rion itu ******** yang cuma jaldiin lo pelmapiasan nafsunya" kesal Aeera bicara dalam hatinya


tapi disisi lain Aeera tidak mau Arion menjauh meskipun Arion seringkali bicara akan kembali, akan menghubungi. tapi kenyataan yang terjadi Arion seringkali melupakannya