
Aroma roti susu yang begitu semerbak memenuhi dapur di rumah Aska, membuat wajah dingin itu berubah menjadi.sedikit manis karena terlihat dengan jelas bahwa pria itu sedang tersenyum saat ini melihay sang istri mempersiapkan sarapan untuknya pagi ini, sebwtulnya sejak tadi pagi mendengar pengakuan Aska ingin rasanya Aeera kembali tidur dan berharap bahwa tadi itu hanya mimpi
Sayangnya harapan tak berbanding lurus dengan kenyataan
"Nih" sambil menyodorkan piring datar dengan potongan roti yang masih berasap dengan aroma milk butter mengingatkannya dengan Toko kue yang ia tak tau sudah berapa lama ia tinggalkan, semoga saja indira tak mengeluhkan tindakannya yang minanggalkan toko tanpa memberi kabar
"Makasih ya istriku" ucap Aska menggoda
"Apaan sih!" Ketus Aeera sambil mengeluarkan handphonenya mencari nama indira di kontaknya
"Halo bu boss" suara wanita dari seberang telephone
"Mba Dira sorry ya..."
"Hmm iya iya"
"Akhhh lo marah ya mba?"
"Gak ko, gue justru khawatir sama lo, lo gapapa kan?, sehat kan"
"Iya mba, gue baik ko mba"
"Jadi gimana nih?" Tanya indira tak dapat ditangkap maksud pertanyaanya itu apa
"Jadi apa mba?"
"Suami lo sekarang siapa nih?, Arion atau si ganteng"
"Si ganteng siapa?"tanya Aeera tak terima jima julukan si ganteng itu diatujukan untuk Aska
"Aska lah, masa laki gue. Lo tau sendiri betapa menyedihkannya penampakan laki gue"
"Ga ada bersyukurnya lo mba, gitu gitu laki lo sempurna lo, sempurna kurangnya"
"Wah gila sih, lo parah banget. Gitu gitu laki gue tuh"
"Iya iya mba, gue bercanda. Yaudah nanti jam 9.00 gue ke toko ya, lo buka aja duli tokonya ntar gue nyusul
"Oke deh"
"Bye mba"
Ekhm, dehaman Aska terdengar dan menarik perhatian Aeera yang saat ini menoleh mengamati pria itu
"Enak"
"Apanya?"
"Roti buatan kamu, makasih ya atas makananya"
"Gue mau mandi"
"Wait, ralat jangan ngomong gue lo terus, coba aku kamu"
Aeera mendekati Aska yang saat ini tersmenyum dan duduk manis di meja makan, semakin dekat Aeera semakin pandangan Aska keatas
"Najis"
"Dia kenapa sih" tanya Aeera heran dengan prilaku aneh Aska
---
Aroma strawbery memenuhi kamar Aska saat Aeera keluar dari kamar mandi, rambut basah tergerai memuat wajah cantiknya semakin mepesona tanpa make up seikitpun
"Kamu ga ke kantor?" Tanya Aeera membuka percakapan
"Aku kekantor tapi nanti jam 9.00 kamu juga harua ikut"
"Gabisa, aku ketoko jam 9.00" sahut Aeera tak perduli
"Ayolah, hari ini peresmian aku jadi presdir, dan kamu jadi nyonya presdir, kamu harua ikut, karena aku mau lenalin kamu ke jajaran petinggi perusahaan
"Gue udah bilang mba dira gue ke toko jam 9.00"
"Sini hp kamu aku mau telephone Indira"
"Apaansih" Aeera bersungut dan berbalik meninggalkan Aska
"Ada ayah di acara pereamian nanti" pernyataan igu membuat Aeera menghentikan langkahnya dan berfikir kenapa dia sampe lupa ya, ayah Aska pasti bakal ada disana karena perpindahan kekuasaan dari ayahnya ke Aska
"Sini aku telephone Indira" tawar Aska sambil mengulurkan tangannya menunggu Aeera memberikan ponselnya
"Nih, jangan lama lama pegang hp gue"
"Kenapa emanya, di hp kamu banyak foto Arion ya" ungkap Aska asal yang memang tepat. Karena setiapkali dia bersama Arion Aeera pasti mengambil foto Arion fiam diam untuk mengobati rasa rindunya dengan Arion yang sering kali menghilang
"Udah sana telephone mba Dira" ketus Aeera
"Iya iya" Aska meninggalkan Aeera di dalam kamar untuk menelfon Indira
"Kanapa dia keluar kamar segala sih, Aneh"
Aeera mulai memeriksa lemari pakaiannya dan betapa terkejutnya ia pakaian pakaian didalamnya masih tebungkus plastik dengan merk yang bisa dibilang branded
"Gila ni orang beliin gue baju satu lemari barang branded semua, asli ga nih?" Dengan wajah meragukan khas Aeera mulai mencoba salah satu dress berwarna putih yang sangant cantik berhiaskan mutiara di bagian pinggangnya, saat ia sedang Asik mencoba pakaiannya dring telepon rumah di kamarnya menghentikan aktivitas itu dan mengangkat panggilan untuk mengetahui siapa yang ada di seberang sana
"Hallo"
"Hai Aeera Alsava kan"
"Iya" Aeera tak mengwnali suara itu, suara wanita yang asing baginya
"Siapa ya?" Tanya Aeera penasaran
"Gue Nara"
"Nara siapa ya?"
"Tunangan Arion" pernyataan itu mengejutkan Aeera, karena selama ini Aeera hanya tau Arion memang brengsek tapi dia tak menjalin ikatan apapun dengan wanita jangankan tunangan pacar saja ia tak ada bukan berarti tak punya wanita hanya ia tak ingin punya ikatan dengan wanita termasuk Aeera
"Jangan ganggu Arion, gue ga mau liat lebam dimukanya cuma gara gara lo"