
Mata Aeera membulat tak berkedip menatap Aksa yang bertanya mengenai Arion, Aeera heran dan berpikir bagaimana bisa Aksa tahu mengenai Arion padahal Aeera sama sekali tidak pernah menyebut nama Arion kepadanya bahkan orang tuanya sekalipun tidak tahu identitas Arion
"Siapa lo?"
"Aksa Elvano"
"Gue gak becanda Aksa" seru Aeera sambil berteriak
"Jelasin ke gue, darimana lo tahu Arion?" tekan Aeera memaksa Aksa menjelaskan bagaimmana dia tahu mengenai Arion
"Jawab gue"
"Ra....berapa kali lagi gue harus ngomong, gue tahu segala hal tentang lo bahkan tanpa lo ngasih tau" jelas Aksa berulang
"Bahkan tentang gue yang gak perawan?"
"Hmmm" Aksa mengangguk pelan dan memegang pundak Aeera lumayan keras hingga membuat Aeera terhuyung tanpa perlawanan, berusaha mencerna kata kata Aksa dan memahami situasi yang dia hadapi saat ini
"Ra...dengerin gue, gue mau lo jadi istri gue, gue mau ngelindungin dan jaga lo, meskipun gue tau gue udah terlambat"
Aeera terkesiap dengan pernyataan Aksa dan tanpa sadar bulir airmata jatuh mengaliri pipinya yang memerah karena perasaan kesal, marah, malu dan perasaan lainnya yang kkini menyatu membuat hatinya kacau mengingatkannya kepada Arion yang memang tak ada yang bisa diharapkan dari pria yang sangat di cintainya itu, berpikir bahwa Arion mempunyai banyak wanita cantik disekelilingnya dan Aeera berpikir bahwa tak mungkin Arion memppertimbangkan Aeera untuk dijadikan istrinya
Hening menyelimuti mereka berdua selama beberapa menit
"Lo harus siap siap sekarang, gue bakal urus semua keperluannya sekarang" jelas Akksa sambil melihat Aeera yang masih tertunduk dalam sambil sedikit terisak membuat Aksa menopang dagunya dengan ibu jari dan telunjuknya dan membuat Aeera menatapnya menujukkan mata sembabnya yang masih digenangi oleh airmata
Aeera menatap Aksa dengan tatapan penuh kesedihan mencerminkan pikirannya yang sedang kacau
"Oke Ra gue bakal kasih lo waktu lima menit buat mikiri...'' Aksa mengghentikan kata katanya saat ia mmendengar 2 kata keluar dari mulut Aeera
"Gue Bersedia"
Aeera tak tahu lagi, ia tak menyadari bahwa mulutnya mengeluarkan kalimat yang bahkan pikirannya menolak, dia sangat mencintai Rion bersedia menyerahkan seglanya untuk pria itu, namun apa yang terjadi kini dia menerima ajakan Aska untuk menikah di hari itu juga hanya karena kata kata aksa yang sangat membekas di ingatan Aeera
"Gue mau ngelindungin dan jaga lo, meskipun gue tau gue udah terlambat" ulang Aeera atas kata kata aksa dalam hatinya
Sesaat setelah Aeera mengatakan bahwa dia bersedia Aksa bergegas meninggalkannya Aeera dengan tatapan kosongnya, Aeera hanya diam dan mengerutuki dirinya, merasa seperti sampah yang tak bernilai karena dia tak mampu menjaga dilrinya itulah yang ada di benak Aeera saat ini
tap tap tap
suara langkah kaki yang begitu nyata mendekatinya kemudian menarik tangan gadis berwajah cantik itu membuntutinya, Aska membawanya ke ruang utama dirumahnya dimana orang tua Aeera dan Aska berada dilengkapi dengan penghulu dan dua orang pembantu aska juga satu orang tetangga Aska
"Aeera sayang, mamah yakin dengan Aska. kamu akan bahagia dengan Aska" pernyataan Nandra membuat Aeera semakin tertunduk dalam
"Apakah yang aku lakukan ini?, Arion maafkan aku" ujar Aeera dalam hatinya merasakan sesak
Bersambung