
"Ra sebenernya aku punya pacar"
seketika Aeera tak bisa berkata apapun, udara disekelilingnya terasa begitu menyesakkan hingga rasanya bernafaspun sulit, pernyataan Aska telah membuatnyabegitu terkejut
"Lo bilang apa?" tanya Aeera mempertegas
"Gue bohong Ra"
"hah?, aksud lo?, bohong gimanasih, jelasin ke gue!" Aeera mulai tak bisa mengontrol intonasinya yang kini mulai terdengar tinggi dan penuh penekanan
"Jujur aku gak tau kamu itu siapa, aku sama sekali ga kenal kamu, setelah aku balik dari luar negeri aku dalam masa percobaan jadi aku ditempatkan jadi manager investasi, aku kuliah diluar negeri supaya bisa matang mimpin perusahaan ayah, dan beberapa bulan aku jadi manager investasi ayah mau menyerahkan sepenuhnya kekuasaan yang dia punya ke aku dengan syarat aku nikahin kamu karena perusahaan ayah aku punya rencana untuk marger dengan perusahaan papa kamu"
"Jadi cerita lo tentang suka sama gue sejak 3 tahun lalu, dan ngamatin gue itu cuma gimik lo aja?!" amarah Aeera mulai muncul, wajahnya yang cantik terlihat begitu tak percaya dengan pengakuan Aska tadi
"Dan pacar lo?, siapa dia?" tanya Aeera
"Namanya Maya Laluna, dia satu kampus sama aku dulu. Aku pacaran sama dia sejak aku kuliah diluar negeri"
"Dan gimana perasaan lo ke dia?"
"Aku sayang dia Ra"
"Sampai sekarang?" tanya Aeera sambil terisak, airmatanya terjatuh, sangat panas, sangat marah dan tak mengerti dengan keadaan yang kini ia hadapi
"Iya Ra"
"Terus kenapa lo mau nikahin gue!, bahkan lo nikahin gue secara buru buru. lo mau mimpin perusahaan ayah lo cepet cepet hah?!"
"Awalnya iya"
"Asttaga Aska gue ga tau lagi rasa sakit yang kaya gimana lagi yang bakal gue rasain sekarang, lo bener bener...." isakannya semakin keras Aeera tak bisa mengontrol dirinya dadanya terasa begitu sesak, selain Aska berbohong dan alasan Aska berbohong hanyalah tentang kekuasaan
Pundaknya gemetar sambil menutupi wajahnya Aeera terus saja terisak, tak ada yang mendengar isakannya karena entah bagaimana rumah ini mendadak begitu kosong pelayan yang bisanya berkeliaranpun sama sekali tak terlihat
"Tapi sekarang aku mau coba Ra, aku mulai mengenal kamu, aku tau rasa sakit kamu karena Arion"
"Stop!!!...jangan kasihanin gue, siapa lo beraninya lo masuk ke kehidupan gue, bahkan orang sebrengsek Arionpun lebih baik dari lo, dia lebih jujur dari lo"
"Ra...."panggil Aska pasrah menerima kemarahan Aeera
"Sekarang dimana Maya?"
"Kenapa lo diem Aska, sekarang Maya dimana?" sambil menarik dagu Aska membuat pria itu terpaksa menatap wajah cantik Aeera yang kini berubah kacau karena airmata dan ekspresi sedih yang tak bisa ia sembunyikan terlihat begitu sakit
"Maya baru landing di Indonesia Ra" Jawaban Aska membuat hatinya mencelos tak sanggup lagi berkata apa-apa
"Aska, lo bener bener nyakitin gue, lo bohong, lo pengecut, lo tamak"
"Aku gak...."
"Gak apa, lo bohong soal perasaan lo ke gue, lo bohong soal cerita cinta yang lo suguin ke gue, lo pengecut karena lo korbanin maya cuma buat dapet kekuasaan bokap lo, lo tamak Aska, Brengsek!"
"aku sayang sama kamu ra dan itu gak bohong, buktinya aku mau jujur sama kamu soal maya dan Ayah" seru Aska membela diri atas pernyataan Aeera
"Aku sayang kamu Ra"
"Mau bohong lagi lo, stop ya Aska gue ga mau disini, gue mau pulang" Aeera berlalu meninggalkan Aska menuju lemari tempat iamenaruh pakaiannya dan langsung memasukkan pakaiannya kedalam koper miliknya
"Ra...aku jujur sama kamu supaya kita bisa mulai hubungan ini dengan kejujuran" ucap Aska berusaha menahan Aeera
"Lo bilang gitu karena lo udah dapetin apa yang lo mau kan, kekuasaan ayah lo, jadi ada atau gak adanya gue itu gak ada bedanya kan, dan gak berpengaruh apapun, karena lo udah punya seglanya"
"Ra kamu harus ngerti aku udah mulai ngerasain sesuatu sama kamu, aku gak mau ada yang nyakitin kamu"
"lo gak nyadar hah, yang paling nyakitin gue itu lo Aska, alasan kenapa gue ngerasa sakit sekarang itu lo"
"Ra please Ra, aku mau hubungan kita jujur dan aku mau kita mulai lagi dari awal, aku sayang kamu ra percaya sama aku"
"Minggir lo brengsek" dengan langkah cepat Aeera membawa kopernya meninggalkan Aska di kamar
saat Aeera hendak membuka pintu utama suara ketukan terdengar dari balik pintu
klek
suara selot pintu yang terbuka
Mata gadis cantik itu membulat sempurnya melihat sosok dari balik pintu
"Rion"