
Gemuruh langit yang terdengar memecah keheningan malam itu, angin meniupkan perasaan khawatir di hari Aska, sejak 2 jam yang lalu pria berwajah dingin ini hanya mondar mandir tak karuan dan tampak sangat bingung, dua jam yang lalu Aeera menerima pesan dari si brengsek Arion sekilas Aksa membaca pesan itu "Aku mau kamu"
"Apa maksudnya itu? dan kenapa si bodoh itu pergi niggalin gue gitu aja setelah si brengsek chatt kayak gitu doang!"
"Kira kira dia pergi kemana ya?"
Arion mulai tak tenang, entah kenapa khawatirnya memaksa untuk menghubungi orang tua Aeera untuk menanyakan apakah gadis itu pulang kerumah orang tuanya
"Hallo" suara nandra terdengar dari seberang
"Halo mah, maaf ganggu mamah malem malem gini, Aska mau tanya dong mah Aeera ada disana ga mah?"
"Lho Aeera gak ada disini Aksa, memangnya dia ga sama kamu?"
pikirannya mulai memikirkan dimana Arion tingal, tanpa ada sepatah katapun Aska mematikan sambungan telephonenya meningglkan Nandra dalam bingungnya bukannya Aeera sama Aksa ya pah? tanya nandra pada sang suami tak mendapat jawaban karena suaminya kini sedang tidur mengingat ini sudkah pukul 23.00 Pm
---
terhenti di depan pintu apartemen Arion sejak dua jam yang lalu, Aeera hanya menghabiskan dua jamnya dengan keraguannya, dia harus masuk atau kembali kerumah Aska saja mengingat saat ini dia adalah istri sang manager invekstasi, mengingat Arion yang selalu sibuk dengan para wanitanya
Klek
suara kenop apartemen Arion terbuka membuat gadis cantik itu terkejut malihat sosok Arion keluar dari balik pintu itu
"Kamu udah dateng?" tanya Arion sambil menyunggingkans enyum manisnya
"I..iya, baru aja dateng"
"Aku nunggu kamu udah 2 jam lho"
"Ayo masuk" ajak Arion sambil menggenggam hangat tangan Aeera, Aeera hanya bisa menatap wajah Arion dari samping danmerasakan kehangatan menjalar di seluruh tubuhnya terutama hatinya. Springbed berwarna putih bersih terlihat begitu nyaman dan rapi ketika mereka belrdua memasuki badroom apartement Arion
"Duduk disini" perintah Arion sambil mendudukkan Aeera di springbednya membuarkan dirinya berlutut di depan Aeera melepaskan sepatu Aeera lembut, hingga kain yang membelut kaki gadis cantik itupun dilepaskan, Aeera merasakan panas di matanya, berusaha menahan tangisnya namun emang sudah tak bisa lagi.
"I Miss You" ungkap Aeera sambil memeluk Arion secara tiba tiba dan dibalas oleh Arion dengan dekapan eratnya memberikan rasa nyaman yang luar biasa di hati Aeera
Tak ada kata yang terucap lagi, Arion hanya mendengarkan isakan gadis itu sambil terus memeluknya dan sesekali mengusap rambut halus gadis itu sampai gadis itu bisa menenangkan dirinya, mata mereka beradu tatapan Arion yang begitu hangat bertemu dengan mata Aeera kemudian mengarah ke bibirnya. Arion memulai dengan ciuman lembut di bibir Aeera seketika isakannya berhenti merasakan kehangatan mengaliri seluruh tubuhnya, bukan hanya Aeera namun Arion juga merasakan yang sama, tad dapat dipungkiri laki laki berwajah manis inipun juga merindukan sentuhan Aeera, karena Aeera adalah salah satu gadis favoritenya saat nafasnya diburu suara ketukan dari arah pintu Apartement Arionpun terdengar begitu keras, awalnya Aeera dan Arion mengabaikan hal itu sampai suara itu terdengar lebih keras dari sebelumnya
"Coba kamu liat dulu deh"
"iya, kamu diem ya" perintah Arion turun dari Springbednya dengan malas menuju pintu Apartemennya
"Brengsek" pukulan keras mendarat diwajah Arion saat pia membuka pintu, siapa lagi jika asalnya bukan dari Aksa yang bersusah payah menelusur dimana Arion tinggal
Aeera yang melihat Arion tersungkur memegangi wajahnyapun terkejut dan menatap kearah pintu danmelihat sosok Aska yang saat ini begitu menyeramkan menghampiri Aeera sambil menarik tangan gadis itu dengan begitu keras
"Gue gak mau" tolak Aeera sambil menahan tubuhnya dengan memegangi pintu apartement Arion yang kemudian disambut oleh tarikan keras kearah Aska membuat gadis cantik itu terhuyung dan tanpa sadar tubunya telah berada di pundak pria berwajah dingin itu meninggalkan kamar Arion
"Percuma lo bawa Aeera pergi, dia bakal tetep balik ke gue" seru Arion
"Mungkin iya, tapi sekarang gue ada untuk nyegah dia, nyegah dia untuk ketemu ******** kayak lo"
"Hi hi readers, sorry banget ya baru bisa update
ada beberapa yang harus diurus soalnya
tetep ikutin cerita iF I ya, love you readers