If I

If I
16:00 PM



Celemek kuning bertuliskan D'Era Bakery  berlumur cokelat  dan tepung diletakkan di meja dekat dengan etalase tempat di pajangnya kue kue dan roti roti D'Era Bakery yang terlihat sudah kosong


"Penjualan hari ini lumayan juga, semuanya habis kecuali roti abon" seru Indira bangga


"Tapi kenapa ya mba roti abon jarang peminat?, apa karena tampilannya yang kurang menarik?, kalau dari segi rasa sih roti kita lebih bertekstur juga punya rasa yang kuat"


"Kalo menurut gue sih tampilannya emang udah membosankan , maenstream banget, tapi yaudahlah Ra gausah dipikirin, besok aja mikirinnya. gue mau rebahan dulu di belakang"


Indira memasuki area istirahat khusus untuk mereka berdua didalam toko sampai ia mengingat sesuatu yang harus di katakan kepada Aeera saat melihat jam yang menampakkan pukul 16:00


"Ra..."


"Uyy..."


"sekarang jam 16:00"


"iya iya, gue balik tanda closed dulu" dengan santai Aeera menuju pintu untuk membalik tanda Open manjadi tanda Closed


"Bukan itu ra..."


"Terus?..."


suara mobil berhenti tepat di depan toko Aeera, dan sesosok pria yang tak asing keluar dari dalam mobil itu


"Orang itu lagi,.. mba Dira bilang ke dia gue gak ada" sambil berlari mencari tempat sembunyi Aeera berusaha menghindarinya . Tetapi apalah daya toko Aeera didominalsi kaca bening sehingga sulit baginya untuk bersembunyi


"Oy" suara Aksa menghentikan langkah Aeera


"Ayo" ajak Aksa


"Gue gak mau" tolak Aeera


tanpa basa basi Aksa mengangkat tubuh Aeera dan meletakkannya di bahu kuatnya, sontak Aeerapun teriak dan indira hanya melongo


"Have Fun Ra..."


"Mba Dira ngomong apasih, bantuin dong"


indira hanya tersenyum dan berbalik arah meninggalkan Aeera, sementara Aeera saat ini telah measuki mobil mewah Aksa


wajah cantiknya berubah menjadi lucu ketika dia memanyunkan bibirnya


Aksa menatapnya sejenak lalu mulai menarik gas mobilnya, selama perjalanan tidak ada satu katapun keluar dari mulut aksa maupun Aeera, hening dan senyap yang menggambarkan situasi mereka saat ini


"Gue ga mau nonton" tegas Aeera memecahkan keheningan


"Gue juga"


"Terus kita mau kemana?"


"Rumah gue"


Semula Aeera melihat lurus ke depan sekarang memutar kepalanya ke kanan dan melihat Aksa serius


"Ngapain lo bawa gue ke rumah lo?"


"Jawablah!"


Aksa hanya diam sepanjang jalan, hingga pada saat mereka sampai di tempat tujuan Aeera melihat orang tuanya tertawa bersama orang tua yang sepertinya tak asing bagi Aeera


"Rivan Elvano itu nama lengkapnya, dan gue Aksa Elvano" jelas Aksa sambil menatap Aeera yang kini terlihat bingung


"Tunggu deh, nama belakang kalian Elvano itu artinya , lo anak om Rivan?"


Aksa hanya menatap Aeera diam dan tak bersuara mengajak Aeera keluar dari mobil mewahnya dan menghampiri orang tua mereka


"Selamat sore" sapa Aksa kepada orang tua yang saat ini berkumpul dirumah mewah bernuansa biru milik Aksa diikuti oleh Aeera dibelakang Aksa yang saat ini tersenyum tanggung


"Mah, Pah, Om selamat sore"


"Sore sayang" sahut Nandra ibu Aeera


Aeera menatap Aksa bingung dengan kelakuan pria itu yang misterius membuat banyak pertanyaan di otaknya


"Pah, Aksa mau nikah sama Aeera secepatnya"


Pernyataan Aksa membuat Aeera membulatkan matanya dan menarik aksa menjauhi orang tua mereka


"Lo sehat?!"


"Yup" jawab Aksa santai


"Lo gabisa main bilang mau nikah sama gue, gue  ga kenal lo!"


"Lo kenal gue Ra kita udah dua kali ketemu"


"Gue ga tau kepribadian lo, lo pikir pernikahan itu buat mainan, usia gue juga baru 20 tahun"


"terus kenapa, usia gue ga jauh beda dari lo, selisih 3 tahun"


"Gue ga mau"


"Kenapa? apalagi yang lo tunggu"


terlintas cara untuk menghindari Aksa di pikiran Aeera yang mengorbankan rasa malunya, tetapi itu tak masalah selagi bisa membuatnya terhindar dari Aksa


"Lo denger ini baik baik, buka kuping lo lebar lebar" perintah Aeera dengan nada tinggi


"Gue gak perawan" ungkap Aeera sambil meatap Aksa dengan penuh keberanian


"Kalo gitu gue nikahin lo 10 mnt lagi" sahut Aksa dengan wajah datarnya


"Sinting ya lo, gue suka sama orang lain" tegas Aeera


"Arion?" tanya Aksa dengan ekspresi wajah datarnya membuat Aeera terkejut akan pengetahuan Aksa tentang laki laki yang selama ini ia tutupi identitasnya


Bersambung


Hi Hallo Readers


menurut kalian Aksa itu siapa sih?


kok bisa Aksa tahu mengenai Arion?


gimana pendapat kalian, silahkakn berikan commentnya ya