I'm Not A Celebrity.

I'm Not A Celebrity.
Pewaris tunggal.



Sejak kejadian itu hubungan antara tiga keluarga besar dengan keluarga Cold menjadi buruk. Hal itu membuat keluarga Henry hampir kehilangan setengah dari kekuasaannya karena para investor menarik modal mereka. Hal tersebut membuat keluarga Cold hampir bangkrut sepenuhnya.


"Kenapa paman tidak memberikan saja keluarga Cold kepadaku. Mungkin aku bisa membantu keluarga ini tetap berdiri, namun dia akan berganti marga menjadi Louis."


Keith Louis berkata dengan terus terang ketika dia di ajak untuk ikut serta dalam rapat dewan direksi dari Cold Group. Sebenarnya tuan Cold mengajak Keith demi mempertahankan perusahaan nya dia berharap Keith bisa menanamkan modal ke perusahaan nya sehingga perusahaan nya tidak gulung tikar , namun semua itu hanya angannya karena ternyata keponakan istrinya itu tidak ingin memberinya modal tapi justru ingin mengambil alih perusahaan nya.


"Kamu bukan hanya ingin perusahaan ku tapi juga ingin menghancurkan keluargaku."


Tuan besar Cold berkata dengan emosi, bagaimana bisa keponakannya mengatakan itu di depan para dewan direksi.


"Nyatanya bocah yang kamu tunjuk sebagai Pewaris Tunggal justru menghancurkan kerja kerasmu."


Keith dengan santainya berucap, sementara Kevin Louis yang sebenarnya sangat tidak tertarik dengan dunia bisnis hanya diam saja.


"Dia adalah sepupumu dan putraku satu-satunya, jika bukan dia yang pantas mewarisi perusahaan ku lantas siapa yang ingin mewarisi hartaku. Kamu? Sama sekali tidak pantas. Jika kamu ingin membantu kenapa tidak menanam modal saja di sini."


Tuan besar Cold dengan amarah menunjuk Keith dengan jari telunjuk tangan kirinya.


"Paman aku juga seorang pebisnis, siapa pebisnis yang ingin menanam modal di sebuah perusahaan yang sudah masuk daftar hitam. Bahkan produknya saja sudah mulai tidak di jumpai di pasaran. Paman, kalau kamu ingin mewariskan perusahaan ini kepada Henry silahkan , bukankah ini hanyalah perusahaan dengan cangkang kosong. Dan harta yang kamu maksud adalah harta yang sudah di incar bank kan, paman kamu tidak punya apa-apa sekarang."


"Kamu lupa sepuluh tahun yang lalu saat ibuku sakit, papaku bahkan ingin meminjam satu juta dolar saja kau tolak mentah-mentah dan sekarang perusahan mu mengalami kerugian hampir Lima Ratus Juta Dolar dan kamu ingin aku menutupi hutang-hutangmu. Paman Kamu terlalu naif,"


Keith menepuk pundak pamannya kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah Kevin dia mengajak adiknya itu untuk meninggalkan tempat yang membosankan itu. Berkat kata-kata Keith semua dewan direksi yang ada disana menjadi tidak percaya lagi dengan rayuan dan kata-kata manis tuan besar Cold mereka semua bersikeras untuk menarik modal yang ada.


Investor-investor tersebut membenarkan kata-kata Keith, mereka bukan hanya mendengar jika Cold Group dimasukkan blacklist dari mulut ke mulut namun juga mendengar langsung dari para pewaris tiga keluarga besar.


"Dampak dari mempermainkan perusahaan itu seperti ini tuan, saya ingin menarik modal saya karena jika terus seperti ini bahkan mungkin modal akan menghilang."


"Benar kata tuan Keith, kita adalah pebisnis jika kita menanam modal di sini maka kita juga akan kehilangan modal tersebut, semua harus dipikirkan dari segi keuntungan."


"Anda memang terlalu memanjakan tuan muda Henry sehingga dia berani mempermainkan dan memprovokasi keluarga-keluarga besar tersebut."


Satu persatu orang orang mulai dari dewan direksi dan juga investor mengutarakan pendapat, hal itu tidak bisa di bantah oleh Tuan Besar Cold sehingga membuatnya putus asa sementara Henry Cold di luar sibuk menghambur-hamburkan sisa sisa uang ayahnya tanpa menyadari sebentar lagi dia akan kehilangan semua itu.


Kini Henry sedang berada di sebuah club ternama sibuk bersenang-senang dengan wanita-wanita cantik.


"Pelayan bill!." ucap Henry dengan nada angkuhnya.


"Pelayan tersebut menyodorkan sebuah kertas kemudian Henry melihat nominal di atasnya, tanpa basa-basi dia mengeluarkan kartu hitam yang di berikan oleh ayahnya dan menyodorkan nya ke pada pelayan.


Terlihat pelayan itu mencoba menggesek kartu Henry sebelum akhirnya kembali ke tempat Henry duduk dan mengatakan bahwa kartu itu telah di blokir.


"Maaf tuan kartu anda sudah di non aktifkan. Silahkan bayar menggunakan kartu lain atau cash." ucap pelayan itu dengan lembut.


"Hah? Kamu salah kali. Aku ini pewaris tunggal perusahaan ayahku mana ada aku tidak memiliki uang."


"Ayahku bercanda ya, bagaimana aku bisa hidup tanpa uang." ucap Henry kesal kemudian menepis tangan gadis di pundak nya.


"Sebentar aku akan menelfon ayahku."


Henry berjalan menuju ke arah jendela, dia mulai mengambil telfon gengam nya kemudian menelfon ayahnya. Beberapa kali dia menelfon dan tidak ada jawaban dari ayahnya , dan setelah berulang kali telfon nya terabaikan akhirnya seseorang menjawab telfonnya.


"Hallo,"


Henry mengucapkan kata itu namun tidak ada orang yang mengucapkan sepatah katapun. Sehingga dia menjadi gelisah, kemudian dia berbalik dan hendak pergi.


"Tuan bagaimana dengan pembayarannya,"


"Seperti biasanya saja, kirim tagihan ke rumah ku ada sesuatu yang mendesak aku harus kembali."


Kali ini Henry lolos dari masalah karena orang-orang tersebut masih belum mengetahui apa yang terjadi namun bagaimana lain kali saat semua orang tahu Henry kini tidak lagi memiliki apa-apa.


Keith Louis tersenyum dengan puas ketika menyadari apa yang terjadi dengan perusahaan pamannya itu dendam dia dari 10 tahun yang lalu kini terbalas sudah.


"Kakak, mama sudah tenang di syurga karena paman sudah bangkrut." ucap Kevin sambil menutup kasar pintu mobil tersebut.


"Aku merasa bangga dengan gadis itu, dia adalah wanita yang sempurna Dimana dia tidak akan membiarkan satu orang pun menghinankeluarganya." ucap Keith.


"Kak apa kamu jatuh cinta dengan marga Daisy atau si marga Berlyn, namun mereka masih muda kak baru juga masuk kuliah."


"Kamu kira aku bulanan tua, kita cuma selisih dua tahun."


Mendengar itu Kevin terkekeh, setidaknya dia belum setua kakaknya tersebut. Kevin tidak lagi menyambungi perkataan itu sementara Keith sudah sibuk dengan komputer tabletnya dia melihat apakah benar-benar terguling kelurga Cold dan memastikan mereka tidak akan bangkit lagi.


Mengingat sakitnya 10 tahun yang lalu dimana dia dan ayahnya hanya butuh satu juta dolar tidak dia pinjamkan, hal itu sudah merupakan balasan yang setimpal untuk membiarkan keluarga nya bangkrut.


"Aku ingin minum dengan tenang malam ini." ucap Keith saat mereka sudah dalam perjalanan meninggalkan perusahaan Cold.


"Aku pasti akan menemanimu karena aku adalah adik yang baik. " jawab Kevin sambil tetap dengan fokus mengemudi.


.


.


.


.