I'm Not A Celebrity.

I'm Not A Celebrity.
Rencana Untuk VIona



Bukan terlambat namun hari baru di mulai, kimberly sudah hampir pulih walaupun tangannya masih belum bisa dia gunakan secara normal namun untuk kondisi fisiknya yang lain sudah hapir bisa diangap pulih


sepenuhnya karena mereka memang di tangani oleh dokter-dokter sepesialis terbaik yang ada di seluruh negara trsebut. . Berbeda dengn Viona luka bakarnya yang hampir 60% membuat dirinya frustasi dan murung terus-terusan. Dia tidak bisa menghadapi kenyataan jika 60% bagian tubuhnya kini berubah menjadi cacat.


Perlu usaha keras untuk Kim dan Blair menyadarkan Viona bahwa semuanya akan baik-baik saja, namun akhirnya wanita itu bisa mengendalika dirinya.


Kini Kimberly sedang berada di ruangan yang di siapkan khusus untuk merawat Viona tidak ada orang yang dapat memasuki tempat itu kecuali orang-orang tertentu dan perawat yng sudah di kerjakan dengan khusus oleh keluarga Viona dan juga Kimberly hal itu karena Viona merasa malu untuk bertemu dengan orang-orang asing, walaupun lukanya bisa di sembuhkan dengan operasi plastik namun pasti sangat sulit untuk membungkam mulut orang-orang jika dirinya pernah menjadi cacat.


Tangisan pilu yang setiap hari bisa di dengar oleh orang-orang di sekitarnya, tidak bisa di sangkal kalau dia benar-benar cacat.


“Kim, kenapa kamu melakukan itu? Harusnya kamu menginjak rem bukan pedal gas. Aku tak-ut takut kamu.....”


Sebuah isak tangis kembali terdengar dari mulut viona rasa bersalah dan penyesalan yang terjadi karena dia menyebabkan sahabatnya patah tulang seperti itu.


“daripada mengkhawatirkan aku lebih baik kamu mengkhawatirkn dirimu sendiri dan jangan banyak berfikir aku akan meminta bantuan seluruh koneksi untuk menempatkanmu di rumah sakit terbaik dan pelayanan yang terbaik.”


Kimberly berucap sambil duduk di samping rajang tempat Viona berbaring dengan wajah nya di balut dengan perban bukan hanya wajahnya namun juga hampir seluruh tubuhnya di perban.


“boleh aku untuk melakukan operasi di Eropa? Aku sangat malu untuk melakukan di sini.”


Kimberly menatap orang tuanya sebelum akhirnya melihat ke arah Blair dan yang terakhir ke arah kedua orang tua Viona, ayah dan ibunya mengangguk begitu juga dengan blair namun  berbeda dengan ayah dan ibu Viona dua orang itu hanya diam saja sambil menunduk tidak berani menatap Kimberly maupun putrinya Viona.


Kimberly kembali memusatkan perhatian kepada Viona sambil sesekali dia menghela nafas kasar dengan sedikit senyum di sudut bibirnya, Kimberly tau kegelisahan yang ada di hati Viona namun dia masih harus mengambil keputusan yang terbaik untuk mereka.


“Jadi begini Vio, aku tidak bisa membuat keputusan untukmu, jika hanya menyiapkan meja operasi aku sanggup namun kamu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari paman dan bibi. Tidak baik jika keputusan hanya kamu ambil menurut pendapatmu sendiri sebaiknya dengarkan saran dari paman dan bibi juga.”


Kimberly mencoba menjadi penengah antara Viona dan kedua orang tuanya meskipun Viona tidak menyalahkan orang tuanya atas kejadian dimana mobilnya terbakar namun ayahnya merasa bersalah karena telat untuk  melakukan servis mobil yang sangat di sayangi oleh putrinya tersebut.


“Bagaimana papa dan mama apakah kalian setuju untuk mengirimku melakukan operasi di luar negeri, aku sangat malu untuk melakukan hal itu di sini. Kedepannya kecantikan yang ku banggakan adalah buatan tangan manusia bukan lagi pemberian dari Tuhan.”


Viona kembali menangis, dia menutup matanya dengan kedua tangannya jika air matanya sampai membasahi lukanya itu akan menyebabkan komplikasi yang tidak di inginkan karena memang saat ini sebagian kulit luarnya


sudah terbakar. siapa yang ingin merasakan kejadian tragis itu, namun semua itu telah terjadi dan benar-benar mereka alami.


“Sudah-sudah jangan menangis itu akan memperburuk keadaan sebaiknya kita dengarkan dulu bagaimana pendapat paman dan bibi.”


“Nona Kimberly paman ingin berbiara.”


Ayah Viona mulai menegakkan kepalanya namun dia masih dalam bayang-bayang rasa bersalahnya seandainya dan seandainya mungkin itu yang orang tua itu pikirkan. Dia terlihat berusaha keras untuk menyampaikan maksud htinya kepada putrinya tersebut walaupun berat namun semua itu harus dia katakan.


“Vio, papa sebenarnya tidak ingin melarangmu. Namun jika kamu pergi keluar negeri bagaimana denganku? Aku harus tinggal disini untuk perusahaan kita. Jika aku ikut denganmu entah apa yang akan terjadi pada perusahaan, ini bukan tentang uang Vio jika perusahaan itu tidak ada apa yang akan aku wariskan kepadamu.”


Laki-laki setengah tua itu benar-benar tertekan mengatakan itu kepada buah hatinya sementara ibunya sendiri hanya diam saja mendengar itu.


“Bagaimana dengan ibu? Bukankah dia bisa mengantarku.”


“Sayang ibu sebenarna sangat mau mengantarmu namun bagaimana dan apa yang harus ibu lakukan, seperti yang kamu lihat ibu adalah seorang ibu rumah tangga bukan wanita karir yang tahu segalanya. Ibu tidak tahu apa yang harus ibu perbuat.”


Viona menghela nafas dia tahu bagaimana perasaan ibu dan ayahnya namun dia benar-benar tidak ingin melakukan operasi di dalam negeri, dia ingin melakukannya di tempat yang jauh untuk menghindari ejekan dan olokan dari orang-orang yang tidak dia sukai.


“Bagaimana jika seperti ini, aku akan ikut bibi menemani Viona Operasi sementara paman fokus mengurus perusahaan dan kimberly fokus untuk masa penyembuhannya di sini.”


Blair mengungkapkan kata-kata itu dengan sangat enteng itu memang terengar masuk akal, selain tampa Blair juga merupakan orang yang memiliki pengalaman yang sangat bagus namun jika hal itu di lakukan bagaimana tanggapan ayah Blair.


“Itu ide bagus, namun statusmu adalah wakil presiden direktur apa kamu tahu konsekuensinya.”


“Tenang saja, aku akan minta bantuan papa. Selain itu statusku masih pelajar jadi sangat gampang untuk meninggalkan jajaran itu. Papa pasti bisa membantuku.”


Semua menghela nafas lega begitu juga dengan Viona akhirnya dia bisa melakukan operasi dengan tenang. Begitulah persahabatan mereka saling melengkapi satu sama lain.


“Aku akan menyiapkan semuanya, dan mencari dokter terbaik. Selain itu aku akan meminta mereka melakukan jadwal operasi secepatnya supaya kita tidak berlama-lama di sini. Setelah itu kita akan mengadakan pesta, dan mama perlu mendesain gaun untukku dan Viona serta perhiasan juga.” Kimberly merasa sangat senang karena akhirnya semuanya jauh lebih jelas sementara yang lainnya tersenyum.


“baiklah untuk dua tuan putri dan satu pangeran aku akan memberikan desain yang terbaik.” Jawab grace dengan senyuman.


“Namun itu tidak gratiis, kalian harus membayar mahal harganya yakni dengan Viona yang harus berjanji kepada tante untuk melakukan operasi dengan baik patuh kata dokter, sementara Kimberly juga harus melakukan pengobatan. Ku kira bayaran ini sepadan dengan harga desainku.”


Orang yang awalnya terdiam akhirnya tertawa itu adalah salah satu cara mereka meringankan suasana, begitu juga Viona yang berjanji untuk melakukan semua yang terbaik, menjalankan operasi dan juga akan patuh dengan setiap kata dokter mendengarkan apa yang boleh atau tidak boleh dia lakukan